bahanrenungan, pwtajah

Berubah

Everybody changes. Semua orang tau ituh. Aku? Tau juga lah. Aku percaya bahwa yang manusia ituh akan selalu berubah dalam hidupnya. Changing is one of life markers. Tapi klo perubahan ituh terlalu ekstrim, maka aku gak tau harus bagaimana menyikapinya.

Aku bicara tentang seorang teman. Dia adalah model ideal masa mudaku. Aku melihat idealismenya dan bagaimana ia menghidupi pilihan-pilihannya. Iya, aku mengagumi smua hal positif didirinya, yang kuat terpancar dari stiap tutur kata dan perbuatannya. Waktu berlalu. Aku berjalan bersamanya. Bukan berjalan sambil bergandengan tangan nan erat seh, maksudku adalah ktika aku melangkah ke utara, dia juga melangkahkan kakinya ke arah utara. Tapi kami tidak berjalan berdua saja. Kami berjalan dalam kerumunan masa yang lain, terpisah tapi bareng.

Dan tadi aku terhenyak. Aku melihat dia amat berbeda dari apa yang aku kenal. Dia masih cemerlang, tentu saja hal smacam ituh gak akan pernah hilang, tapi dia bukan lagi seperti dia yang pernah aku kenal selama inih. Smua kekuatannya mengalir pada suatu ambisi dan alasan superfisial yang, yah, yang aku gak tega untuk mengatakannya….

Apa yang terjadi??

Aku gak bisa memahami perubahan inih. Aku sulit mencernanya. Dan aku ktakutan atas apa yang terjadi padanya. If he’s faded away this bad, what about me? Diriku dan kapasitas minimku inih??

Allah, I am afraid. Aku takut akan tergelincir juga. Aku takut si temen inih smakin jauh juga. Dan yang terburuk, aku gak bisa melakukan apa-apa. Life, how can it be so hard to him???

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s