ume

What a Beautiful Ramadhan

Alhamdulillah, I am so thankful that I have this ramadhan Allah…

Advertisements
ume

tentang Waktu yang Semakin Sempit

Awal minggu inih kami ke Jakarta. Iyah, aku sama suami. Kami mulai mengurus keberangkatannya bulan depan, ambil paspor biru skalian apply visa. Perjalanannya standar. Standar seorang Tanti yang dah dua tahunan gak merambah Jakarta. Sedikit tersesat plus salah ambil jalur. Tetep diriku dengan orientasi arah yang parah, hahahah…
Aneh. Moodku jadi hancur berantakan sesat setelah menginjakkan kaki di Jakarta. Jadi jutek ma suami. Galak banget. Dan smakin siang smakin parah, mengingat keluhan fisikku yang smakin menghebat. Jadi bawel banget. Saking jeleknya moodku, aku sampe gak pengen blanja lagi. Untuk bagian ini, spertinya suami bersyukur deh ^_^. Sepulangnya ke Purwokerto, moodku masih sama jeleknya. Dan suami tambah stress melihat aku mnangis bombay sesorean.
Setelah ganti scene shari kmudian, kami mengkaji apa yang terjadi pada diriku. Kesimpulannya, kembali ke Jakarta memicu syarafku akan memori lamaku dan mensensitasinya.  Jadilah aku makhluk super sensitif yang terjebak dalam kurungan ingatan lamaku, U know, masa-masa gelapku.
Tapi belakangan aku menyadari, aku jadi makhluk super ngeselein kmaren lebih karena aku mulai berpikir tentang perpisahan. Ktika visa dah ditangan, maka jarak yang selama ini gak mau aku pikirin menjadi nyata. Yes, it’s next to our eyes. Memikirkan sorangan dan sterusnya.
I don’t wan to think of it, tapi kok jadinya mikir juga ya…

gakpenting, pwtajah, ume

Pensiunnya Biang Ribut dan Ukuran yang XL

Aku menggendut. Bukan berita baru spertinya. Tapi ktika menemukan bahwa badanku sudah gak muat lagi jaket dalam ukuran M, bahkan L, ini adalah sbuah pukulan. Yes, I am XL now.
Aku punya jaket orange favorit. I love it much, banyak cerita yang telah disaksikan si Orange itu bersamaku. Kontras, suami sebel banget klo aku memakainya. Terlalu ketat katanya. Jaket Biang Ribut, kami menamakannya demikian. Karena kami dah terlalu capek berdebat dan berantem karena jaket itu, kami memutuskan untuk mencari gantinya kmaren. Yang longgar dan tidak orange. Susah memang klo preferensi warna pasangan kita berseberangan dengan apa yang kita suka.
Oh, iya. Si Orange ukurannya S.
Singkat cerita aku mnemukannya. Hitam dengan potongan sederhana, gak feminim tapi juga gak bisa disebut maskulin. Biasa aja. Awalnya aku mencoba M, tentu saja gak muat. Sambil nyengir aku minta L. Yang ini sebenarnya muat. Pas sperti bagaimana sharusnya jaket itu dipakai. Tapi suami protes. Klo pas gitu kan gak ada bedanya sama si Biang Ribut. Dan bgitulah, akhirnya XL yang dibeli.
Ampun deh.
Dan puasa sama skali gak membantu mengurangi berat badanku. Di hari kelima ramadhan, beratku masih sama persis sperti sblom puasa. 50 kg. Smentara suami sukses turun 2 kg, skarang tinggal 74 kg saja.
Ya, aku menyiapkan diri untuk terlihat sperti penguin. Penguin shaped Tanti. Hahaha,ambil saja sisi lucunya. Tentang sisi lainnya, lupakan ajah..