bahanrenungan, pwtajah

Tanya, Tanya, Tanya. Aku Bingung

Sejak kapan uang bisa menggantikan kehadiran, aktivitas dan proses?? Bagaimana bisa uang membeli smuanya, mulai dari simpati, penerimaan, pemakluman, dan akhirnya, nilai??
Aku heran, buat apa kita menghamburkan banyak energi untuk membuat peraturan yang pada akhirnya kita abaikan keberadaannya. Dan sungguh mengenaskan, bahwa satu-satunya pembenaran untuk melanggar peraturan itu adalah karena si oknum itu sudah mengeluarkan banyak uang!!!
Ya uang untuk bayar ini, membantu itu, mendanai apa…
Apakah kita memang dah dalam kondisi gak-ktolong-lagi sperti ini??? Memaklumi smuanya, dispensasi sana-sini, hanya karena ada uang bernyanyi??
Tolonglah, bantu aku menjawab pertanyaan-pertanyaan ini…

Advertisements