dearbaby, ume

Menunggu Suami

Up date kondisi di minggu ke 10 ini, malas saya semakin menjadi-jadi. Jangan tanya kapan terakhir rumah saya pel. Ato terakhir kali saya mencuci. Saya sudah lupa, hehehe. Jadi, spulang dari kampus saya pasti ngasur. Entah tidur, baca-baca or sekedar bengong saja. Bangun paling cuma buat sholat dan makan. Kamar adalah tempat ternyaman pokoknya. Untung saja, bala bantuan yang paling saya nantikan akan segera datang. Yay, gak sabar mnunggu tanggal 21 nanti ^_^

Kemalasan saya ini terkait dengan intensitas mual muntah yang makin hebat saja hari-hari ini. Saya selalu memuntahkan apapun yang saya makan, dan menikmati mual yang berkepanjangan.Trus jangan lupakan pusing dan demam yang kadang ikutan menyapa. semua hal itulah yang membuat saya nylungsep di kasur sepanjang hari.

The good news is, kadar percaya diri saya sepertinya menggunung akhir-akhir ini. Saya jadi amat nyaman dengan bentuk tubuh saya yang, ehm, semua orang bisa liat gak ada indah-indahnya sama skali ini. Saya PD memakai outfit yang selama ini saya tumpuk dilemari karena terlalu memperlihatkan perut ndut saya dulu. Nah, skarang saya malah bangga memakainya, memperlihatkan perut tak rata saya ini dengan manisnya. Mumpung si satpam blom pulang dan melarang saya memakainya, ya, mari bergenit-genit bersama Dik ya, hihihi.

Saatnya bekerja. Makalah dan poster buat ke Makasar blom juga saya kerjakan, padahal Rabu saya sudah berangkat ke Jogja. Hmmmm, smoga selesai tepat waktu ya. Btw saya agak-agak kurang antusias dengan perjalanan ke Makasar ini. Lah gimana mau antusias klo pas saya take off ke sana, pas suami landing di Jakarta? Huhuhu, akhirnya kami memutuskan suami pulang ke Kendal dulu, baru tanggal 21 nanti ke Purwokerto ketika saya kembali dari Makasar. Penjadwalan yang kaco, what more can I say?