food, pwtajah

Pedasnya SS

Beberapa waktu yang lalu saya melihat tempat makan yang sekilas amat familiar buat saya di depan GOR Satria. SS, Spesial Sambal, yang memang outletnya ada beberapa di Jogja. Nah, menemukan SS dengan tampilan yang amat mirip dengan yang di Jogja tentu saja memunculkan kembali kesenduan saya tentang Jogja. Dan bgitulah, siang tadi saya bersama Mb Is, Mb Yayuk dan Ayu menguji ketahanan perut kami disana.

Kami datang pas jam sholat Jumat. Pengunjungnya cukup rame, untuk ukuran waktu yang sharusnya sepi tadi. Dan setelah sholat Jumat selesai, tempatnya langsung terlihat penuh. Tempatnya lega, ada lesehan di sisi kanan pintu masuk dan meja kursi di sisi kiri.

Kami memesan sambal belut, sambal bajak, sambal bawang dan sambal bawang lombok ijo. Untuk lauknya ada tempe (3 porsi), ayam (2 porsi) dan telur dadar gobal-gabul (2 porsi). Kami juga memesan trancam dan cah kangkung. Minuman yang kami pesan adalah jus jambu, jus semangka, es teh dan jeruk anget. Iya, kami memang ibu-ibu gembul, berempat tapi pesennya banyaaak, hehehe…

Pesanan kami datang dengan cepat. Yang agak kurang sreg, makanan datang duluan, baru disusul minuman. Dan sesuai dengan namanya, Spesial Sambal yang identik dengan rasa pedas, semuanya menyengat lidah kami. Sambal belut saya enak, belut yang digoreng kering dicampur dengan sambal terasa renyah-renyah pedas. Sambal bajaknya cenderung manis, sedangkan sambal bawangnya, baik yang lombok ijo maupun yang merah, cenderung asin. Favorit saya adalah sambal belut dan sambal bawang cabe hijau. Trancamnya enak. Irisan timun, kacang panjang dan daun kenikir dicampur dengan bumbu urap yang, mmm, tidak rasa Purwokerto. Bagaimana ya ngomonginnya, selama saya disini saya belum pernah nemu sambal urat yang cocok sama lidah saya. Nah, sambal urapnya SS inilah yang bisa saya terima, mirip dengan sambal urap yang saya makan di rumah. Cah kangkungnya?? Biasa saja. Total yang harus kami bayar, termasuk 4 kerupuk, adalah 54 ribu.

SS tempatnya lumayan nyaman, waiter-waitressnya ramah dan pelayanannya cepat juga. Tentu saja saya akan kembali ke sana nanti. Kapok lombok. Sperti skarang ini, saya mnuliskan entry ini sambil meringis-ringis menikmati perus panas karena sambal yang saya makan tadi siang. Masih juga berniat mengulanginya coba!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s