ladieschat

Lamar-melamar dan Pernikahan

Dua hari yang lalu saya mendapatkan kabar dari Karanganyar, adik saya mau lamaran. Hari itu juga. Heh??? Saya sukses terkaget-kaget karenanya. Sesuatu yang amat tiba-tiba.

Dan ternyata adik saya, si artis utama acara tersebut, sama kagetnya dengan saya. Dia baru mendengar hal itu di hari yang sama dengan saya, di pagi harinya. Jadi ceritanya, hari itu Bapak saya kedatangan tamu, teman sesama guru dari SD lain, di sekolah. Teman Bapak tersebut menyampaikan bahwa kalau berkenan, sone nanti (hari itu, maksud saya), beliau akan bertamu ke rumah dengan maksud melamar adik saya untuk keponakannya. Dan Bapak mengiyakannya. Ternyata, si ponakan yang dimaksud teman Bapak tersebut adalah om dari teman adik saya. Tapi adik saya blom pernah mengenal pelamar tersebut. Singkat cerita, diputuskan bahwa adik saya meminta waktu untuk memikirkan pinangan tersebut.

Dan hari ini, adik saya mengabari klo dia menerima lamaran tersebut. Detil pernikahan blom dibicarakan sih, tapi klo melihat prosesnya yang serba kilat dalam dua hari ini, amat mungkin dalam stahun ini Bapak saya mnikahkan 2 orang anaknya. Ck ck ck, saya benar-benar salut sama adik saya. Hebat saja keputusannya.

Adik saya ini belum genap 21 tahun. Sama skali blom mengenal calon suaminya. Dan dia hanya butuh waktu 48 jam saja untuk memutuskan untuk menikah.

Saya menebak bahwa orang yang paling berbahagia untuk peristiwa ini, selain adik saya tentunya, adalah ibu saya. Bayangkan, beliau menunggu 28 tahun untuk melihat saya menikah. Dan tidak sampai satu tahun stelahnya, adik saya menyusul.

Untuk Ari, selamat berpetualang yah. Pekerjaan baru, lingkungan baru *minggu kmaren dia mulai menjalankan tugasnya sesuai SK Pengangkatannya di Sukoharjo, yang mengharuskannya tinggal di kontrakan yang membuatnya homesick gak karuan* dan IA suami baru. Yay!!! Semoga barokah ya….

Advertisements