dearbaby, gubraggabrug, tan

Ngomongin Apa, Ma?

  1. Berat badan saya turun lagi. Sabtu kmaren jadi 53 kg lagi. Heran deh, ini badan knapa ya. Tapi saya tidak bgitu mikir tentang ini, karena saya merasa baik-baik saja. Saya fit dan tidak ada keluhan yang berarti, kecuali keluhan rutin emak-emak trimester ketiga. Jadi, bismillah saja deh.
    Saya kehilangan nafsu makan. Mulai dari sahur yang gak bisa menelan apapun kecuali susu dan mual muntah setelah buka. Ini setelah saya berpuasa loh ya, jadi yang 53 kg itu amat mungkin turun lagi minggu ini.
  2. Alhamdulillah, semalam saya bisa mulai makan lagi, wlopun dalam porsi yang minimalis tanpa memuntahkannya lagi. Smoga setelah ini saya bisa makan dengan baik ya.
  3. Alhamdulillah, di saat emaknya bermasalah dengan urusan makan dan berat badan, babyndut menunjukkan pertumbuhan berat badan yang normal. Di umurnya yang 33w0d, beratnya 2,199kg. Normal. Kondisinya secara umum bagus. Terus tumbuh sehat Nak ya.
  4. Alhamdulillah, satu target kehamilan tercapai. Satu hari menjelang ramadhan saya meng-khatamkan Al Quran. Setelah berapa bulan ya? Berbulan-bulan pastinya, atau malah sudah setahun lebih ya, hehehehe. Seneng deh, semoga nanti babyndut suka baca Quran karena exposure ini, dengan tajwid yang lebih baik dari emaknya tentu saja.
  5. Setelah bisa berpuasa di 3 hari pertama ramadhan, hari ini saya membayar fidyah. Gara-garanya semalam tidur terlalu larut shingga saya tidak bisa bangun sahur. Entah apa kabarnya 2 alarm saya, loudspeaker masjid yang berisik tiap 10 menit sekali, sampai rombongan ronda pemukul drum super bising itu. Semalampun minumnya gak bener, jadinya baru jam 7 saya sudah haus luar biasa. Karena sesiangan babyndut tumben-tumbenan jadi anteng bin lemes, ditambah saya yang juga mendadak letoy kmaren, saya tanya gimana enaknya mnurut suami. Dan berbukalah saya jam 8 tadi. Parah ya, anak TK saja bisa sampai jam 11, ini saya menyerah kalah jam 8.
Advertisements
gawe

Jadi, Besok Mau Berubah Ya?

Terlalu lama dalam suatu kondisi itu memang berbahaya ya, kita jadi kehilangan obyektivitas atas kondisi itu. Hari ini saya tersadarkan, bahwa saya dan beberapa teman udah kebangetan dalam mentolerir suatu ketimpangan. Yah, katakanlah hal itu sesuatu yang salah. Hanya karena kami terbiasa menghadapinya setiap hari, kami merasa klo itu bukan lagi suatu kesalahan.

Sampai waktunya datang orang baru dan menunjukkan kepada saya klo hal itu salah.

Tapi dasar sinis ya, reaksi pertama saya adalah, “Ampun deh, kaya bgini ajah diurusin, kaya energi banget ya ni Bapak”.

Tapi setelah saya pikirkan lagi, deep down saya paham klo itu memang salah. Harus diluruskan. Dan klo saya mengabaikan satu hal kecil ini, amat mungkin di masa depan saya akan mengabaikan hal yang lebih besar.

Thanks for opening my eyes Pak, matur nuwun.

masalalu

Thank You Facebook

Ketemu teman lama memang menyenangkan. Apalagi dia bukan sembarang teman, dia adalah sekutu dalam kegelapan perusak kedamaian golongan 2 FA 99. Sejawat dalam mencari shortcut dan sisi fun praktikum diantara 3 rekan yang begitu lurus. Alex.

Sepertinya beberapa hal tidak bisa berubah ya. Itu adalah kesan yang saya tangkap saat berbincang dengannya tadi. Masih tetap Alex yang pernah saya kenal dulu, walaupun sisi adaptif manusia juga termanjakan didirinya. Seorang abdi negara yang sedang menunggu kelahiran anak keduanya. Seperti apa ya? Makanya saya katakan padanya, saya tidak bisa membayangkan seperti apa dirinya sekarang. Sosok yang sepertinya masih saya kenali tapi telah menambahkan sedemikian banyak asesoris baru yang tidak bisa saya bayangkan.

Ah, kelompok II.1 saya tercinta. Dari 6265/FA sampai 6269/FA. Dari Ulfa, saya, Alex, Sari sampai Iyus. Kelompok paling aneh yang entah bagaimana caranya bisa survive sampai semester 7.

I miss those days, I do.

dearbaby

31w2d: Memang Gak Bakat Selingkuh

Kecenderungan saya untuk sulit pindah ke lain hati sepertinya masih bertahan sampai skarang. Kmaren saya mencoba untuk mengajak babyndut safari ke dsog lain, dan ternyata saya ngrasa gak sreg dengan beliau. Lalu? Spertinya 2 minggu lagi saya akan kembali ke Pak Daliman tercinta, hehehe…

Alhamdulillah, setelah exercise nungging secara intensif 2 minggu terakhir ini, posisi babyndut sudah asyik. Kepalanya sudah di bawah. Lega deh. Ayo Sayang, kita kerja sama terus ya…

Badan saya sendiri sudah terlihat seperti penguin ndut saat ini. Alhamdulillah berat saya kembali ke hitungan 54 kg setelah minggu kmaren sempat turun jadi 53. Saya juga heran dengan berat badan saya yang jadi kaya yoyo bgini. Gak smangat makan 2 hari saja *gak smangat loh ya, bukannya gak doyan. Jadi masih tetap makan wlopun pilih-pilih dengan porsi minimalis* berat saya turun skilo, eh, sminggu kmudian sudah kembali ke BEP lagi. Tensi juga lagi bagus, kayanya ini pertama kalinya mencapai angka 110/70. Biasanya mah manis di kisaran 90/60 mulu. PR nih, harus berusaha menjaga BB biar gak naik turun mlulu seperti ini. Saya gak enak sama Mbak Eni, bidan instruktur senam hamil saya yang selalu sibuk menerangkan pentingnya kurva berat badan dengan gradien positif setiap selese sesi.

Klo rasa badan saya ya standar emak-emak trimester 3. Kadang sakit pinggang, tidurnya gulang-guling sana-sini cari PW yang entah kaya apa posisinya, rajin nyamperin toilet dan pelvis sering agak-agak ngilu akhir-akhir ini. Over all, saya merasa gak ada keluhan yang berarti, saya bisa menjalankan aktivitas sehari-hari saya. Smoga kami selalu sehat Allah ya…

Meanwhile, ada harapan suami bisa pulang tanggal 1 Oktober. Senengnya, kesempatan babyndut untuk lahir ditunggui Papanya terbuka nih. Tapi yang namanya kelahiran siapa yang tahu ya, bisa maju or mundur tanpa bisa diprediksikan. Apapun itu, smoga kami diberi kemudahan nantinya, with or without my hubby by my side.

Terakhir, ART. Ibu saya sudah sibuk mengingatkan saya untuk segera mencari seseorang yang bisa menemani saya di malam hari. Tapi semua orang juga tahu klo mencari ART yang mau menginap bukanlah perkara mudah di sini. Sampai hari ini belum juga dapat. Ada yang bisa merekomendasikan seseorang yang sekiranya mau menemani saya?

dearbaby

Ayo Ma, Nungging Teruusssss….

Sebelumnya maaf klo bahasa saya vulgar ya, saya tidak tahu diksi yang lebih sopan untuk aktivitas yang satu ini ^_^

Di usia kehamilan saya yang ke 30 minggu ini, babyndut masih menikmati malang melintang di rahim saya. Pas periksa awal minggu ini, saya diajari cara nungging yang bener, yang ternyata jauh lebih tidak nyaman dibandingkan posisi sujud. Dan begitulah, saya mulai membiasakan diri mengambil posisi aneh ini, setiap pagi dan malam, plus bonus setelah sholat klo lagi mau. Efek langsungnya adalah, jadi pengen tidur lagi setelah subuh. Biasanya saya setelah subuh jalan-jalan keliling kompleks. *Kedengarannya sehat banget ya, padahal alasan sebenarnya adalah pengen cari sarapan ^_^* Nah, gara-gara adegan nunggingnya dilakukan di kasur, ya enaknya dilanjutin tidur ya…

Ayo babyndut sayang, bantu Mama mencari PW ya, biar ntar mudah lahirnya. Bantu kami Allah…