babysophie

Ini Dia Jawabannya!

Ada masanya saya bertanya pada diri sendiri, am I capable of being a mom? Pertanyaan ini terutama muncul ketika saya kesulitan menenangkan baby Sophie, yang nangis ngamuk, mempermainkan PD saya saat nenen sambil menggenjot sepeda imajiner dan memukul-mukul udara kosong. Pengen nangis rasanya, apalagi klo Budhe mengambil Sophie dari pelukan saya dan Sophie mau tenang dengan beliau. So depriving.

Saya kerap berpikir, apa yang salah? Knapa Sophie rewel sekali? Apakah dia sakit? Apakah ASI saya kurang banyak? Apakah ada sesuatu dalam ASI saya yang tidak disukainya? Apakah posisi nenennya tidak nyaman?

***

Cluster feeding often coincides with your baby’s fussy time. Baby will nurse a few minutes, pull off, fuss/cry, nurse a few minutes, pull off, fuss/cry… on and on… for hours. This can be VERY frustrating, and mom starts wondering if baby is getting enough milk, if something she is eating is bothering baby, if EVERYTHING she is doing is bothering baby… It can really ruin your confidence, particularly if there is someone else around asking the same questions (your mother, your husband, your mother-in-law).

This behavior is NORMAL!    It has nothing to do with your breastmilk or your mothering. If baby is happy the rest of the day, and baby doesn’t seem to be in pain (as with colic) during the fussy time – just keep trying to soothe your baby and don’t beat yourself up about the cause. Let baby nurse as long and as often as he will. Recruit dad (or another helper) to bring you food/drink and fetch things (book/remote/phone/etc.) while you are nursing and holding baby.

Does this mean that baby needs more milk than I can provide?
No. Don’t give baby a bottle — supplementation will only tell your body that you need LESS milk at this time, and that will not help matters. Also, keep in mind that formula fed babies experience fussy periods in the evening, too — fussy evenings are common for all young babies, no matter how they are fed. The Academy of Breastfeeding Medicine spells this out in their supplementary feeding guidelines:
There are common clinical situations where evaluation and breastfeeding management may be necessary, but supplementation is NOT INDICATED including… The infant who is fussy at night or constantly feeding for several hours.

Why do babies fuss in the evening?
One frequently-heard explanation for baby’s fussiness in the evenings is that milk volume tends to be lower in the evening due to the natural cycling of hormones throughout the day. However, Dr. Peter Hartmann, a breastfeeding researcher, has said that in the women he has studied, milk volume is not low at this time of day. Even if milk volume is lower in the evening, fat content is typically higher in the evening (particularly if baby is allowed to control this via cue feeding), so the amount of calories that baby is getting should not be significantly different. Milk flow can be slower in the evening, which may be frustrating for some babies.

Doctors often attribute evening fussiness to baby’s immature nervous system (and the fussiness does end as baby gets older, usually by 3-4 months). However, Dr. Katherine Dettwyler (who does research on breastfeeding in traditional societies) states that babies in Mali, West Africa and other traditional societies don’t have colic or late afternoon/evening fussiness. These babies are carried all day and usually nurse several times each hour.

So perhaps none of these explanations is a complete answer to baby’s evening fussiness. For many babies, the fussy time seems to be characterized by a need to have small quantities of milk at frequent intervals, combined with lots of holding, cuddling and movement. Babies who are offered as much expressed milk or formula as they will take by bottle [note: this practice will decrease your milk supply!] often behave in exactly the same way in the evenings. Baby takes a small amount and dozes (and fusses), then a little more, and so on. Perhaps babies “remember” mom being very active during her pregnancy at these times, and want to be held, rocked, and nurtured constantly again.

Perhaps babies simply need to nurse more often at this time — rather than consume more milk.

Soothing techniques for the fussy times

  • Wear baby in a sling or baby carrier. This will free one or both hands for other tasks (fixing dinner, caring for other children) while you hold, soothe and nurse your baby.
  • Change of pace. Let dad have some “baby time” while mom takes a shower or simply gets some time to herself to relax and regroup after a long day.
  • Go outside. Relax baby (and mom too) with a walk, or just sit and enjoy the outdoors. Try this a little before baby’s regular fussy time.
  • Soothe with sound. Sing, hum, talk, murmur shhhh, listen to music, or use ‘white noise.’ Try different types of sound, different styles of music and singers with different types of voices.
  • Soothe with rhythmic motion. Walk, sway, bounce, dance, swing, or even try a car ride.
  • Soothe with touch. Hold or bathe baby, try baby massage.
  • Reduce stimulation. Dim lights, reduce noise, swaddle baby.
  • Vary nursing positions. Try side lying, lying on your back to nurse with baby tummy to tummy, etc.
  • Nurse in motion (while rocking, swaying, walking, etc.).
  • Combine rhythmic motion with soothing sounds.
  • Avoid scheduling, even more so in the fussy evening hours

***

Bersyukur saya menemukan jawabannya di sini. Tidak ada yang salah dengan ASI saya. Yang bermasalah adalah diri saya yang tidak PDan. Pikiran saya yang tidak tenang. Saya mulai mensugesti diri saya sendiri, harusnya saya bisa meng-handle Sophie ya, lah wong saya Ibunya. Kalo saya gak bisa siapa lagi yang bisa?

Tentang tipsnya, bebrapa saya sudah mencobanya. Hasilnya variatif.

  • Wear baby in a sling or baby carrier. Sudah. Ini cukup membantu lengan saya. Sophie makin ndut bo. Klo pake tangan saja pegel. So far Sophie juga lebih nyaman pake gendongan.
  • Change of pace. Ini juga lumayan berefek buat saya. Klo saya sudah lelah, saya akan minta tolong Budhe menggendong Sophie. Trus saya ngapain? On line atau tidur sebentar dong.
  • Go outside. Ini belom pernah saya coba. Lah klo malam sekarang hujan deras, bagaimana mungkin saya keluar? Seringnya saya membawa Sophie keluar kamar, mondar-mandir dari ruang depan sampai dapur.
  • Soothe with sound. Ah, ini mah saya praktekin terus. Kadang berhasil, kadang tidak berpengaruh. Saya klo menyetel WMP selalu meng-klik Now Playing – all Music, dari murotal, Beethoven for Little Ears, Sophie Ellis Bextor sampai Coldplay ada semua. Klo versi live, saya yang nyanyi maksudnya, so far yang kadang sukses membuat tenang Sophie adalah Today the Sun’s on Us-nya Sophie Ellis, Ocean Apart-nya Julie Delphy. Somehow, the most ultimate sound to soothe Sophie is Al Fathehah – ayat kursi.
  • Soothe with rhythmic motion. Ya itu tadi, mondar-mandir dari ruang depan sampai dapur. Kadang berhasil, kadang mengecewakan hasilnya.
  • Soothe with touch. Selain adegan peluk memeluk, saya suka menciumi Sophie. Dan seringnya efek ciuman itu adalah Sophie jadi ngantuk, hehehe
  • Reduce stimulation. Sophie kagetan, dan rumah kami mepet jalan. Jadi variabel yang ini tidak bisa saya kontrol. Klo lampu, saya sudah mencoba dan cukup berhasil.  
  • Vary nursing positions. Saya baru bisa neneni dengan satu gaya, dengan duduk. Jadi tidak bisa membuat perbandingan di sini.
  • Nurse in motion.  Sama sperti yang atas tadi kan?

Bismillah saja deh, saya percaya saya akan makin mampu kedepannya. Apalagi klo saya ingat senyum lebar tanpa gigi di wajah Sophie saat dia tenang. Ya, saya akan berusaha untuk sabar melewati tahap ini. Untuk Sophie.

Saya meng-copas tulisan diatas dari sini

Advertisements
babysophie, gawe

Mumpung Bisa Disambi….

Akhirnya bisa posting lagi. Baby Sophie baru tidur. Tumben-tumbenan mau disambi. Mungkin karena hujan deras ya, jadinya enak buat tidur sehingga dia tidak ngrasa klo saya tidak berbaring di dekatnya.

Iyaaa, anak saya aleman skali. *Nakal??? Tidak lah. Masak anak sendiri dibilang nakal ya. Hehehe*. Sudah sminggu terakhir ini Sophie tidak mau disambi. Harus ada seseorang didekatnya setiap saat. Sophie senang kalo ada yang mengajaknya berbicara sambil menyentuhnya ketika dia melek. Dan tenang tidurnya klo ada yang mengelus-elus perut ndutnya, menepok-nepok bokongnya. Klo tidak ada? Ya nangis tentu saja. Katakanlah saya ke kamar mandi di tengah malam buta, belum juga saya selesai berhajat, Sophie sudah berteriak tidak terima ditinggal.

Makanya saya sempat senewen ya. Kata orang-orang bayi itu akan anteng setelah 40 hari. Tidak rewel. Tidurnya teratur. Lah, Sophie kebalikannya. 40 hari ke sini pinternya tidak karuan. Sempat ada masanya dia menangis ngamuk setiap maghrib, sampai-sampai tetangga yang rumahnya di ujung gang bisa mendengar tangisannya.  Ada waktu dimana Sophie mengajak saya terjaga setengah malam menemaninya *dan menggendongnya, bau tangan oh bau tangan, ampun dah….*. Kadang dari jam 1 sampai subuh. Kadang dari sore sampai jam 1. Kadang dari jam 9 sampai jam 2. Dan skarang adalah masanya Sophie tidak mau sendiri.

Hal pertama yang saya pelajari dari punya anak adalah, MENJADI SABAR.

Oh, saya sudah mulai masuk kerja. Padahal, cuti saya resminya berakhir Januari nanti. Ada kondisi khusus yang mengharuskan saya ngampus skarang ini. Untungnya masuknya belum full ya, jadinya saya masih bisa bolak-balik pulang buat ketemu Sophie. Karena habit tidur Sophie masih blom terpola dengan baik seperti sekarang ini, sering saya datang ke kampus dengan kondisi setengah teler. Bergadang setengah malam dan disambung dengan nyangkul jam 7 pagi adalah kombinasi maut untuk mengawali hari. Jadi mohon dimaklumi kalo terkesan lebih judes dari biasanya ya ^_^

 Nah, saya baru ngrasa klo sesuatu gak disiapkan dengan baik itu bakal nyusahin itu benar ya pada saat ini. Masalah perASIan. Saya dulu kan sama sekali gak prepare ya. Belum belajar cara memeras yang efektif. Belum punya stok. Dan ternyata minumnya Sophie kuat sekali. Ditinggal 3 jam dia butuh 100 mL ASIP. Padahal sehari saya  rata-rata ke kampus 2 kali. Makanya sampai sekarang saya masih kejar tayang stok ASIP banget. Di freezer maksimal ada 4 botol @ 100mL. Skarang, saya sedang dalam upaya menambah stok. Menambah porsi makan buah dan sayur, minum air putih bergelas-gelas. Dan memeras sesering saya bisa, termasuk di waktu-waktu yang sebenarnya sama skali tidak enak buat aktivitas semacam itu.

Hal kedua yang saya dapatkan dari being a Mom adalah, BEKERJA KERAS.

Satu hal yang saya syukuri, saya mendapatkan seorang asisten yang amat membantu. So far Budhe telaten menjaga Sophie pas saya bekerja. Beliau terampil mengurus bayi, bahkan lebih terampil dari saya! Urusan memandikan, misalnya. Beliau expert banget tuh. Beliau juga cukup sabar menggantikan saya menggendong Sophie di tengah malam ketika saya mulai teler kecapekan. Tapi sejak awal sejak awal berkomitmen bahwa beliau adalah asisten, membantu ketika saya repot, bukan menggantikan saya. Jadinya adegan Sophie dimandikan Budhe hanya kejadian pas saya berangkat jam 7 saja. Juga untuk gendong malam-malamnya, hanya klo saya sudah ngrasa kecapekan. *Sadar sih, keegoisan semacam ini kurang baik buat saya. Memangnya saya robot yang gak bisa capek apa ya? Yah, mau bilang apa lagi, euforia memiliki Sophie sepertinya masih belum selesai*

Saatnya tidur menemani Sophie ^_^

bahanrenungan, gubraggabrug

Forbidden Question

Pembicaraan di dinding facebook seorang teman membuat saya menambahkan satu pertanyaan yang sebisa mungkin tidak akan saya tanyakan pada teman saya: Anakmu sudah berapa? Apapun diksinya.

Jadi begini, si teman (R) itu menulis tentang keinginannya makan pizza sbagai statusnya. Trus beberapa teman (T,S,A,U dan saya) menimpali status itu, rame obrolannya, topiknya sampai kemana-mana. Yaah, obrolan teman yang sudah lama tidak berkumpul kan selalu hangat. Tapi oh tapi, obrolan itu jadi beku saat si R mengetik, “Anakmu sudah berapa T?”

Beku. T tidak bisa menjawab klo dia blom punya anak karena dia sudah 3 kali kehilangan janinnya. Beku karena S, A, U dan saya juga tidak bisa menjelaskannya pada R. Akhirnya T berhenti dari obrolan itu. Dan terimakasih pada U yang melemparkan topik baru untuk mengalihkan pembicaraan. Tapi sayangnya R ini tidak peka. Dia mengulangi pertanyaan yang sama, lagi. Amat tidak nyaman bagi kami smua.

Ya mungkin pertanyaan itu wajar ya. T adalah yang pertama menikah diantara kami. Kami belum pernah ketemu secara fisik sejak kelulusan kami. Wajar klo berasumsi T sudah memiliki keturunan. Tapi bagi T, pertanyaan itu sungguh menyakitkan, membawa ketakutan-ketakutan dan kesedihannya kembali.

Pertanyaan yang sebelumnya saya hindari saat berbincang dengan teman yang sudah lama tidak bertemu adalah, -sudah menikah belum?-

Dan eh, sore tadi saya kembali mendapatkan satu pertanyaan yang saya tambahkan pada kedua pertanyaan itu. -ASIX kan?-

Ceritanya juga berawal dari dinding facebook. -Ooooh, apa saya terdengar seperti facebook addicted?- Teman saya dan kontaknya yang tidak saya kenal berantem karena berbeda pikiran, yang diawali dengan pertanyaan itu. Yaa, no offence kan klo ada golongan yang pro ASIX banget, sedemikian pro-nya sampai membabibuta menempatkan ibu-ibu yang tidak bisa memberikan ASIX ke bayinya dalam posisi pesakitan. Seorang teman menamakan golongan itu Nazi ASI. Sementara di sisi lain, ada ibu-ibu yang sebenarnya pengen memberikan ASIX tapi tidak mampu. Ya klo pertanyaan itu keluar pada situasi yang pas. Klo tidak?

Jadi intinya, saya tidak mau terjebak dalam ketidaknyamanan karena pertanyaan-pertanyaan itu.

babysophie, gubraggabrug

Rambutmu Nak….

 

Baby Sophie adalah bukti nyata bahwa yang dibahas dalam Genetika itu benar adanya. Apa yang ada padamu adalah warisan dari bapak, ibu, kerabat dan nenek moyangmu. Sophie memiliki bentuk kepala papanya, pipi mamanya dan bibir neneknya.

Juga rambutnya.

Mirip siapa rambutnya? Minimalis seperti rambut papa mamanya, lembut banget jatuhnya kaya rambut mamanya, serta cenderung keriting ngikutin rambut papanya. Makanya no wonder, kmaren pas ke RS buat imunisasi saya memandang bayi-bayi berambut lebat dengan pandangan, wah, hebat skali rambut mereka. Mupeng abiss.

Menjelang minggu keduanya, Sophie kena biang keringat. Punggung, leher dan lengannya mruntus-mruntus. Di ketiga lokasi itu biang keringatnya gak bgitu banyak. Yang parah itu di kepalanya. Iya, banyak bintik-bintik merah diantara rambut jarangnya. Terbayang??? Yaaa, seperti itulah.

Karena saya kasihan melihatnya kegatelan *dalam artian sesungguhnya ya*, saya mencoba mengobatinya. Saya menggunakan Caladine Lotion untuk meredakan biang keringat itu. Dan, manjur banget, dalam dua hari kulit kepala bayi saya mulus kembali. Hanya saja saya lupa, klo kulit Sophie masih sensitif. Daaaan, rambut Sophie rontok karenanya. Iya, rambut minimalis Sophie smakin minimalis saja. Ooooh Nak, smoga Mamamu, si Farmasis abal-abal ini, nantinya lebih teliti dalam ber-swamedikasi ya.

babysophie

Bulan Pertama Sophie

Waktu terasa berjalan amat cepat sejak ada baby Sophie. Perasaan baru saja menenangkan tidurnya yang gelisah jam 2 pagi, eh, tahu-tahu sudah waktunya memandikannya jam setengah 4 sore. Giliran ngintip jam lagi, sudah jam 9 malam saja. Sepertinya baru saja saya rajin liatin jam menghitung jeda waktu kontraksi, skarang kok sudah sebulan ya usia Sophie. Time fly fast, indeed.

Hari ini, tepat di ulang bulan Sophie yang pertama, suami berangkat ke Bangkok lagi. Setelah beberapa kali harus berpisah dari suami, saya yang meninggalkan beliau ataupun sebaliknya, baru perpisahan semalam yang membuat saya nangis. Huhuhu, heran ya, tambah tua kok bawaannya tambah cengeng saya ini. Bawaan emak-emak kali ya. Sophie yang biasanya minta gendong melulu pas Papanya di rumah kmaren-kmaren, hari ini tidur terus. Dari tadi pagi sampai skarang adegan meleknya minimalis. Bahkan saat di RS untuk imunisasi pun tetep tidur lelap. Haduh haduh, siap-siap melek malam ini ya, mengingat jatah tidur Sophie dah diambil seharian tadi.

Dalam sebulan ini, berat Sophie bertambah 1 kg dan panjangnya nambah 7 cm. Skarang Sophie sudah 3,85 kg/ 54 cm. Sudah mulai bau tangan. Dulu kami pengennya Sophie gak digendong-gendong terus, mengingat kedepannya dia cuma bersama saya dan Budhe pengasuhnya. Capek bok klo dikit-dikit gendong. Tapi apa mau dikata, smakin kesini Sophie nyenyak tidur di gendongan, eh, ktika ditidurin di kasur atau ayunannya baru 5 menit juga sudah melek lagi, kecuali klo dia sudah beneran teler. Tapi alhamdulillah klo malam Sophie bisa tanpa gendongan. Dia sudah cukup puas dengan ditidurkan di pangkuan mama atau papanya. Semoga Sophie tetep kooperatif di malam hari, without her daddy by her side.

Di usianya yang sebulan ini, tidur Sophie belum terpola. Ada satu hari dimana dia rewel sepagian, gak mau tidur, minta gendong melulu. Ada masanya dia ogah tidur di siang hari antara dhuhur dan ashar. Pernah Sophie cranky di waktu antara ashar sampai maghrib. Kadang Sophie mogok tidur dari maghrib sampai jam 10 malam. Kadang terbangun jam 12 dan baru mau tidur lagi jam 3. Kadang bangun jam 2 dan melek terus sampai pagi. Kadang, tiduuur terus sepanjang malam, minta nenen cuma sekali dua kali. Over all, Sophie tidak begitu merepotkan kok. Saya masih bisa beristirahat dengan cukup. Good girl.

Alhamdulillah Sophie masih minum ASI saja sampai hari ini. Saya pengen banget bisa ASIX, dan saya berusaha untuk itu. Alhamdulillah produksi ASI saya masih mencukupi kebutuhan Sophie saat ini. PR saya, harus mulai serius belajar memerah. Sampai saat ini hasil perahan saya masih minimalis, padahal kadang ASI membasahi baju loh. Hmm, harus mulai menabung untuk minggu depan, dimana saya sudah ngampus lagi.

Tentang Budhe pengasuhnya, hari ini adalah kesempatan perdana si Budhe nginep di rumah. Biasanya kan balik setelah pekerjaannya selesai, jam 12 atau jam 1 an. Saya berharap kami berjodoh ya. Soale si Budhe ini secara pekerjaan amat memuaskan. Rumah bersih dan masakannya enak. Suami pernah bilang, dengan adanya Budhe Rukminah kemampuan memasak saya akan memudar, karena saya pasti gak mau masak klo ada si Budhe, hahaha. Tapi yang membuat saya berharap banyak adalah latar belakang beliau yang sudah punya 2 cucu dan pernah mengasuh bayi dari lahir sampai usia 2,5 tahun di Malaysia sana. Yaa, karena prioritas beliau kan menjaga Sophie pas saya bekerja nanti.

Selamat ulbul yang pertama, dear Sophie. Sehat dan pinter selalu Nak ya.