babysophie, gawe

Introducing: Buteki

Saya mendapatkan panggilan baru, Buteki. Ibu Neteki. Bukan Busui yang sudah lazim digunakan. Bu Anis yang pertama kali memanggil saya dengan sebutan itu menjelaskan, itu untuk memotivasi saya terus memberikan ASI buat Sophie. Neteki is breastfeeding in Javanese. Jadi langsung dari pabriknya. Klo menyusui kan bisa dari botol.

Semoga saya beneran termotivasi karena ini ya. Jadi rajin mompa. Kebutuhan Sophie semakin banyak setiap harinya. Gembolannya ke TPA bisa sampai 400 mL sehari. Ya Allah, smoga ASI saya selalu cukup buat Sophie.

TPA??? Iyaa, akhirnya saya menitipkan Sophie di TPA setelah ditinggalkan Budhe 2 minggu yang lalu. So far saya tenang meninggalkan Sophie di TPA Sinar Mentari. Saya mempercayai pengasuh-pengasuhnya. Sophie si bayi rumpi sepertinya juga happy disana. Sejak lahir Sophie memang lebih nyaman berada dikerumunan banyak orang dari pada sunyi sepi sendiri di rumah bersama pengasuhnya.

Smoga keputusan ini baik buat Sophie dan saya ya….

Advertisements

7 thoughts on “Introducing: Buteki”

  1. horeee mba tanti,sukses menyusui yaaa………..harus bisa,dan yakin kalo asinya cukup. keyakinan ibu 80% membuat ibu sukses menyusui…btw aku udah pindah purwokerto nih,kalo masih butuh dukungan utk menyusui,saya bersedia datang lho :)*aku di semarang pengurus AIMI Semarang mba…go ASI go!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s