babysophie, milestone, sehat, vaksinasi

Bulan Ketiga Sophie

Di umurnya yang menginjak 3 bulan tanggal 4 kemarin, Sophie makin besar saja. Semakin ndundut secara fisik, semakin interaktif pula. Embah yang datang selama liburan sekolah terkaget-kaget melihat Sophie lagi, yang sudah amat jauh berbeda dari versi new born-nya.

Alhamdulillah, Sophie masih minum ASI saja. Kadang banyak banget minumnya sampai si Mama kewalahan, kadang sedikit sekali sampai Mamanya khawatir *Ah, Mamanya yang rewel nih ya, sedikit khawatir banyak bingung. Apa maunya Ma?!* Minggu ini Sophie lagi banyak gumoh, shari bisa dua kali, padahal dulu amat jarang lo. Kenapa ya sebabnya? Padahal sudah disendawakan pasca nenen.

Beberapa hal yang dikuasai Si Gendhuk sekarang ini antara lain:

  1. Masih suka ngenyot tangan. Dua-duanya. Klo tangan kanan, yang dihisap adalah jempolnya. Klo tangan kiri, yang diemut adalah jari telinjuk sama punggung tangannya. Dan klo sudah ngenyot Mamanya dicuekin. Huhuhuu…
  2. Semakin suka tersenyum. Setiap kali wajahnya didekati, dia akan memamerkan gusinya.
  3. Mulai suka mainan. Klo di TPA, diatas tempat tidur Sophie digantungi mainan berwarna ngejreng dan berbunyi-bunyi. Sophie suka melihatnya, bisa anteng tuh mantengin mainan. Kemaren Mama membelikan rattler Pooh, dan ternyata Sophie suka. Setiap kali Mama ngamen dia akan teriak-teriak heboh.Tapi, Sophie blom tertarik untuk memegang sendiri mainannya.
  4. Kakinya makin kuat menendang-nendang. Badannya suka diangkat-angkat, beratnya tertumpu pada punggung dan kakinya. Belom, Sophie belum bisa tengkurap kok, mengangkat kepalanya saja masih malas. Benar-benar anak Mama ya, hahahaa
  5. Tidurnya kadang gelisah. Kaya orang gedhe saja, pake acara mimpi, nangis-nangis sampe ketawa-tawa pas tidur. Niru Papanya persis deh yang ini.

Kemaren Sophie sempat sakit. Gara-gara emaknya gak tertip pake masker pas pilek, Sophie ketularan deh. Trus bakterinya iseng menyebrang ke telinga Sophie. Mulai keluar sekret dan berbau agak asam kedua telinganya. Awalnya saya mengira infeksi virus, jadinya saya cuma memperkuat ketahanan tubuh Sophie dengan cara terus meneneninya. Tapi kok sudah 2 minggu lebih tidak ada tanda-tanda membaik, bahkan sempat keluar sekret berwarna kehitaman dan baunya semakin mengganggu. Akhirnya saya membawanya ke DSTHT di Klinik Nuraya *huhuhuu, saya lupa nama dokternya, parah yaa*. Dan kata dokter tersebut Sophie memang terinfeksi bakteri di kedua telinganya. Sophie dapat obat tetes telinga yang berisi Kloramfenikol + Lidokain. Masalah baru muncul ketika saya mengobatinya dirumah. Sophie terlihat kesakitan setiap kali saya menetesi telinganya. Telinganya memerah. Bahkan kalo saya lihat, intensitas sakitnya malah lebih tinggi dibandingkan sebelum diobati. Saya baca-baca, eh, ternyata si sediaan itu memang punya efek samping menyebabkan urtikaria dan rasa terbakar pada individu yang sensitif. Grrr, gemes sekali saya mendapati ini. Kok ya anak saya sesensitif ini ya.*Iyaa, Sophie juga demam tinggi pas imunisasi DTaP. Padahal saya pake vaksin aseluler, yang katanya prosentase efek demam tingginya hanya muncul pada sekitar 0.01% penerimanya. Eh, Si Sophie masuk yang 0,01% itu*

Setelah 2 kali penggunaan, telinga Sophie sudah tidak berbau lagi. Tapi saya gak tega melihat Sophie gak nyaman dengan obatnya. Akhirnya secara sepihak saya menghentikan penggunaan sediaan tersebut dan menggantinya dengan tetes telinga yang isinya hanya kloramfenikol saja. Semoga gak sakit lagi telinganya sayang ya…

Advertisements