babysophie, breastfeeding

Recent Sophie’s Breastfeeding Stories

Alhamdulillah sampai hari ini Sophie (4m23d) masih minum ASI saja. Bisa dikatakan bahwa perjalanan ASIX Sophie ini lancar so far, dibandingkan kisah-kisah yang banyak di-share di milis yang saya ikuti. Dan saya amat bersyukur atas itu semua.

Akhir-akhir ini Sophie punya kebiasaan baru pas nenen. Kebiasaan yang membuat saya meringis-ringis. Sophie suka gemas menggigit -apa ya namanya, aktivitas seperti menggigit with her toothless gum- puting saya dan menariknya. Awalnya saya kaget, sempat menjerit juga, tapi sekarang saya berusaha menahan reaksi lebay saya. Saya berusaha untuk tidak terlalu reaktif menangapi aksinya, khawatir Sophie jadi nursing strike. Pas membaca-baca saya belum terlalu ngeh klo nursing strike bisa disebabkan karena keterkejutan bayi atas reaksi emaknya. Tapi contoh nyata peristiwa ini terjadi di depan mata saya minggu ini. Mbak Asa bayi depan rumah mogok nenen setelah menggunakan puting mamanya sebagai pengasah gigi. Semoga saya bisa mengendalikan ke-lebay-an saya ya ntar-ntar, saat gigi Sophie  sudah banyak.

Semakin ke sini Sophie semakin gak suka LDR. Dulu mah dia gak pernah protes. Skarang klo LDR Sophie pasti melepeh puting saya. Klo moodnya lagi bagus, Sophie akan menatap mata saya sambil tersenyum-senyum jahil. Klo lagi ngantuk, Sophie akan ber uh-uh sambil melempar badannya ke belakang, memperagakan gerakan kayang favoritnya. Padahal dalam pikiran saya, klo LDR kan enak ya, gak usah usaha ngenyot sudah ada ASI yang siap telan. Semoga ini sign klo Sophie gak semalas saya ya nantinya ^_^

Trus, Sophie berkurang minum ASIPnya. Dibekali 3 botol @ 100-120 mL saja nyisa. Kompensasinya, nemplok terus sesampainya di rumah. Kuat nempel di dada saya sampe 45 menit. Baru satu jam nenen sudah minta babak selanjutnya. Sampai ngilu rasanya. But it’s OK with me, yang penting Sophie terpenuhi kebutuhannya.

Ada kalanya hasil perasan saya drop. Kmaren sempat panik. Untungnya breasfeeding father jarak jauh saya selalu bisa membangkitkan semangat saya untuk mencari penyebabnya dan mengusahakan solusinya. Setelah saya telaah, ASIP saya berkurang drastis di hari Senin. Beberapa minggu selalu seperti itu. Tebakan saya, karena tenaga terforsir di hari Minggu sementara pasokan nutrisinya minimalis. Begitulah, hari libur tapi capeknya melebihi hari kerja. Minggu saya jadi single fighter, dan warung makan deket rumah pada tutup. Kadang gak sempat masak, sementara klo beli ke tempat yang agak jauh juga tidak mungkin. Opsi meninggalkan Sophie di rumah sendiri atau membawanya keluar (by motor or on foot) sama-sama gak feasible. Akhirnya ya seadanya saja.

Afterall, I am so thankfull for these blessings, Allah. Smoga saya selalu diberikan kemudahan dalam memberikan hak Sophie ini sampai ulang tahun keduanya. Amin.

bahanrenungan, masalalu

Nasehat Bu Han

Saya teringat Bu Han hari ini. Dra. Handayani. Beliau adalah wali kelas saya di III IPA5 dulu, guru matematika yang menyayangi kami dengan gaya yang super galak dan sinis. Yes, she had them all. Kami bisa merasakan kasih sayang beliau, diantara gaya bicara dan diksi yang menusuk jantung, tugas yang seakan gak ada habisnya, dan hukuman yang terlalu sering frekuensinya.

Ada satu nasehat beliau  yang tiba-tiba muncul di kepala saya pagi ini. Nasehat yang saya rasa akan relevan sampai kapanpun juga.

Jangan mendikte Allah, minta saja yang terbaik. Allah paling tahu apa yang terbaik bagimu.

So true. Karena kita, manusia -apalagi yang kurang tahu diri seperti saya ini- adalah makhluk yang superfisial. Boleh jadi keinginan-keinginan kita membuat kita berharap diberi A to Z sama Allah. Padahal, belum tentu kita membutuhkannya. Belum tentu kita bahagia bila semua itu terjadi.

Dan nyanyian panjang lebar nan merdu Bu Han termainkan lagi pagi ini..

“… Gak usah minta lulus dengan NIM mendekati 70. Gak usah merengek minta nilai matematikanya 10. Klo nanti beneran dikasih segitu sama Allah, trus gak lulus UMPTN, apa gak stress kalian? Klo ternyata iya terus nantinya susah dapat pekerjaan, apa kalian gak bakal merana? Minta saja yg terbaik, klo Allah menghendaki sesuatu, apanya yang gak bisa. Sudah, minta saja diberi kemudahan dalam ujian, minta hasil yang terbaik, Apapun versi terbaik itu. Minta saja kehidupan yang terbaik, biarkan Allah mengatur detailnya. Nilai terbaik, kuliah terbaik, pekerjaan terbaik, jodoh terbaik, kehidupan terbaik menurut ukuranmu. Tapi jangan terus gak berusaha ya, bodoh itu namanya kalo gak berusaha.. Masyaallaaaaah, Budi, dari tadi belum selesai juga? Ayo Eko, dibantu biar cepetan, bla…bla… bla….”

I miss her, a lot. Semoga Allah senantiasa memberikan kehidupan terbaik bagi beliau…

babysophie, milestone, vaksinasi

Bulan Keempat Sophie

 

Sabtu sore kmaren saya dan Sophie ke RS untuk imunisasi. DTaP2, Hib2  dan polio3 dalam sediaan combo. Maksud hati mencari vaksin polio oral, tapi ternyata RS tidak punya stok DTaP diluar Pediacel tersebut. Saya tidak berani memakai vaksin DPT, mengingat pada imunisasi pertama 2 bulan yang lalu Sophie demam tinggi meskipun sudah pakai vaksin yang aseluler. Jadi ya Bismillah saja, semoga Sophie terlindungi secara maksimal. Kondisi Sophie baik, alhamdulillah tidak demam tinggi lagi. Cuma sumeng saja, maksimalnya 38 DC.

Sophie sendiri sama sekali gak nangis tadi. Ekspresinya cuma sedikit kaget saat jarum ditarik dari otot paha kanannya. Ternyata semakin gedhe Sophie semakin pinter ya ^_^

Alhamdulillah sampai sekarang minumnya masih ASI only. Saya sehari hanya memompa ASI 2 kali, pagi sebelum berangkat kerja dan siang pulang dari kampus. Alhamdulillah hasilnya cukup untuk bekal sehari Sophie ke TPA. Pernah sih kemaren-kemaren mencoba membawa pompa ke kampus, tapi saya kesulitan mencari tempat menitipkan ASIPnya. Saya sudah mencoba kulkas di beberapa lab, semuanya penuh dengan reagen dan ekstrak. Jadinya ya kegiatan memompanya hanya dilakukan di rumah saja, selama si Genduk di TPA. Klo Sophie ada mah gak sempat memompa sama sekali. Selain dineneni langsung sama bos kecil, saya juga gak tenang mompa klo Sophie masih terjaga. Wlopun belum lasak kmana-mana, Sophie ada bakat ngambekan. Wlopun ditunggui didekatnya, tapi klo gak diajak interaktif ya bakal ngambek dia. Harus selalu diajak bicara. Kalo malam, saya kalah sama ngantuk. Huhuuu…

Alhamdulillah tidur Sophie sudah teratur sebulan terakhir ini. Sebelum maghrib pasti sudah tidur. Ritual sebelum tidurnya masih tetap sama, dibacain Al Fatehah-Al Ikhlas-Al Falaq-An Naas-Ayat Kursi sambil digendong-gendong. Lumayan buat exercise Mama, secara Sophie sekarang sudah 6,5 kg. Dalam semalam, Sophie bangun jam 7-8, 9-10, 12-1, 2-3 dan 4-5. Dan bangunnya nenen only, gak pake rewel. Good girl. Biasanya, setelah jalan-jalan pagi sambil mengantar Mama cari sarapan, Sophie tidur lagi sampai jam 7.15.  Mandi, terus diantar ke TPA. Di TPA Sophie tidur 2-3 kali. Klo tidurnya 2 kali, setelah mandi sore tidur gasik. Klo 3 kali, tidur malamnya dimulai menjelang maghrib. You help me a lot, dear…

Perkembangan Sophie this far:

  • Makin cerewet, ngoceh ini-itu dengan bahasa bayinya. Klo dininabobokkan malah ikutan menirukan saya. Klo dibacain buku suka heboh sendiri dimenit-menit awal….sebelum asyik sendiri mengunyah jarinya.
  • Suka sekali tertawa. Sophie ramah sekali, selalu tersenyum pada setiap orang yang menyapanya. Kalo diajak ngobrol juga sambil tertawa. Bahkan menurut laporan Bu Rini, Sophie pernah tertawa ngakak pas di TPA!
  • Sekarang belum juga tengkurap. Masih sibuk angkat bokong sambil miring-miring sedikit. Hobbynya melakukan gerakan kayang, punggung melengkung di paha saya sementara kaki kepalanya menjuntai ke bawah, sambil keenakan menghisap jarinya.

Semoga selalu sehat dan pinter Sayang ya, Mama love you a lot. 

babysophie, tpa

Trial di Rumah yang Gagal

Sophie mulai suka memegang apapun dan memasukkannya ke mulut akhir-akhir ini. Menurut laporan Bu Rini, Sophie sudah mulai memegangi botol susunya sejak awal bulan Januari. Tapi karena Sophie selalu minum susu langsung dari pabriknya setiap kali ada saya, maka saya belum pernah melihatnya.

Hari minggu kemarin akhirnya saya melihatnya menikmati ASIP dalam botolnya. Ya Allah, Sophie menikmati sekali setiap hisapannya. Dan gaya bener, baru melihat botolnya saja tangannya sudah meraih-raih. Saat dotnya masuk mulut, langsung deh jari-jari montoknya memegangi handle botolnya. Lucuuu…

Eh, kok di rumah ada adegan minum ASIP?

Jadi, saya sedang men-training Mbak Nur menyiapkan ASIP buat Sophie. Saya memutuskan untuk menggunakan jasa Mbak untuk mengasuh Sophie di rumah mulai Februari ini. Saya kerepotan dalam jemput-menjemput Sophie setiap hari ke TPA. Setiap sore hujan turun dengan derasnya di sini, kasihan Sophie kedinginan melulu setiap sore. Belum lagi batuk-pilek-sumeng yang kerap dibawa Sophie dari TPAnya.

Minggu lalu, saya di marahi seorang ibu yang tidak saya kenal di tengah jalan! Saya hampir setiap hari ketemu Ibu itu, beliau mengantar anaknya ke sekolah, saya mengantar Sophie ke TPA. Karena sering ketemu kami saling melempar senyum tiap ketemu. Sampai pada hari itu, si Ibu menghentikan motornya dan bertanya knapa setiap pagi saya menggendong bayi. Saya menjawab apa adanya dan saya diomeli habis-habisan. Menurut beliau saya kebangetan, sembarangan dll dsb. Sendableg-ndablegnya saya, ya tetap kepikiran ya diomeli seperti itu.

Sehari kemudian, seorang Ibu yang merasa kasihan pada Sophie yang tiap pagi saya ewer-ewer ke TPA menawarkan mbak Asisten yang lagi mencari pekerjaan. Ternyata si Mbak itu adalah Mbak Nur, yang pernah membantu di rumah Bu Agus (Induk Semang saya dulu, sebelum saya menikah) selama 4 tahun. Bu Agus highly recommending Mbak Nur. Mbak Nur ini sedikit di atas saya umurnya, sudah berputra dua. Terpicu omelan si Ibu cantik tempo hari, saya mengiyakan tawaran tersebut.

Ternyataaaa, Sophie gak mau di rumah. Perpaduan antara kondisi yang sunyi senyap berdua dan Mbak Nur yang baru dikenalnya sukses membuatnya rewel sepanjang hari. Nangisnya luar biasa, keras sekali. Dan karena Sophie masih batpil, Senin kmaren nangisnya sampai muntah segala. Anehnya, klo Sohie lagi nangis ngamuk semakin dipegang sama Mbak Nur, semakin keras tangisannya. Ketika saya masih di kampus, Sophie mau diam klo digendong sama Mb Yanti, asisten depan rumah. *Halah, kok maunya malah sama asistennya Mb Asa sih nak??* Huhuhuu Mama gak tega melihat Sophie seperti itu. Akhirnya, hari ini saya kembali menitipkan Sophie ke TPA lagi.

Kata Papa, Sophie kok Mama banget to. Papa, gen itu memang gak pernah dusta, hahahaaa…