babysophie, tpa

Trial di Rumah yang Gagal

Sophie mulai suka memegang apapun dan memasukkannya ke mulut akhir-akhir ini. Menurut laporan Bu Rini, Sophie sudah mulai memegangi botol susunya sejak awal bulan Januari. Tapi karena Sophie selalu minum susu langsung dari pabriknya setiap kali ada saya, maka saya belum pernah melihatnya.

Hari minggu kemarin akhirnya saya melihatnya menikmati ASIP dalam botolnya. Ya Allah, Sophie menikmati sekali setiap hisapannya. Dan gaya bener, baru melihat botolnya saja tangannya sudah meraih-raih. Saat dotnya masuk mulut, langsung deh jari-jari montoknya memegangi handle botolnya. Lucuuu…

Eh, kok di rumah ada adegan minum ASIP?

Jadi, saya sedang men-training Mbak Nur menyiapkan ASIP buat Sophie. Saya memutuskan untuk menggunakan jasa Mbak untuk mengasuh Sophie di rumah mulai Februari ini. Saya kerepotan dalam jemput-menjemput Sophie setiap hari ke TPA. Setiap sore hujan turun dengan derasnya di sini, kasihan Sophie kedinginan melulu setiap sore. Belum lagi batuk-pilek-sumeng yang kerap dibawa Sophie dari TPAnya.

Minggu lalu, saya di marahi seorang ibu yang tidak saya kenal di tengah jalan! Saya hampir setiap hari ketemu Ibu itu, beliau mengantar anaknya ke sekolah, saya mengantar Sophie ke TPA. Karena sering ketemu kami saling melempar senyum tiap ketemu. Sampai pada hari itu, si Ibu menghentikan motornya dan bertanya knapa setiap pagi saya menggendong bayi. Saya menjawab apa adanya dan saya diomeli habis-habisan. Menurut beliau saya kebangetan, sembarangan dll dsb. Sendableg-ndablegnya saya, ya tetap kepikiran ya diomeli seperti itu.

Sehari kemudian, seorang Ibu yang merasa kasihan pada Sophie yang tiap pagi saya ewer-ewer ke TPA menawarkan mbak Asisten yang lagi mencari pekerjaan. Ternyata si Mbak itu adalah Mbak Nur, yang pernah membantu di rumah Bu Agus (Induk Semang saya dulu, sebelum saya menikah) selama 4 tahun. Bu Agus highly recommending Mbak Nur. Mbak Nur ini sedikit di atas saya umurnya, sudah berputra dua. Terpicu omelan si Ibu cantik tempo hari, saya mengiyakan tawaran tersebut.

Ternyataaaa, Sophie gak mau di rumah. Perpaduan antara kondisi yang sunyi senyap berdua dan Mbak Nur yang baru dikenalnya sukses membuatnya rewel sepanjang hari. Nangisnya luar biasa, keras sekali. Dan karena Sophie masih batpil, Senin kmaren nangisnya sampai muntah segala. Anehnya, klo Sohie lagi nangis ngamuk semakin dipegang sama Mbak Nur, semakin keras tangisannya. Ketika saya masih di kampus, Sophie mau diam klo digendong sama Mb Yanti, asisten depan rumah. *Halah, kok maunya malah sama asistennya Mb Asa sih nak??* Huhuhuu Mama gak tega melihat Sophie seperti itu. Akhirnya, hari ini saya kembali menitipkan Sophie ke TPA lagi.

Kata Papa, Sophie kok Mama banget to. Papa, gen itu memang gak pernah dusta, hahahaaa…

Advertisements

3 thoughts on “Trial di Rumah yang Gagal”

  1. sophie udah merasa nyaman mba di tpaudah ga asing lagieh..ngomel apa si ibu itu?tapi emang sih di tpa rawan virus ya,karena banyak orangmba..setiap jumat aku ke sana,tp ujan deres terus jd males keluar yabesok2 ketemuan ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s