bahanrenungan, masalalu

Nasehat Bu Han

Saya teringat Bu Han hari ini. Dra. Handayani. Beliau adalah wali kelas saya di III IPA5 dulu, guru matematika yang menyayangi kami dengan gaya yang super galak dan sinis. Yes, she had them all. Kami bisa merasakan kasih sayang beliau, diantara gaya bicara dan diksi yang menusuk jantung, tugas yang seakan gak ada habisnya, dan hukuman yang terlalu sering frekuensinya.

Ada satu nasehat beliau  yang tiba-tiba muncul di kepala saya pagi ini. Nasehat yang saya rasa akan relevan sampai kapanpun juga.

Jangan mendikte Allah, minta saja yang terbaik. Allah paling tahu apa yang terbaik bagimu.

So true. Karena kita, manusia -apalagi yang kurang tahu diri seperti saya ini- adalah makhluk yang superfisial. Boleh jadi keinginan-keinginan kita membuat kita berharap diberi A to Z sama Allah. Padahal, belum tentu kita membutuhkannya. Belum tentu kita bahagia bila semua itu terjadi.

Dan nyanyian panjang lebar nan merdu Bu Han termainkan lagi pagi ini..

“… Gak usah minta lulus dengan NIM mendekati 70. Gak usah merengek minta nilai matematikanya 10. Klo nanti beneran dikasih segitu sama Allah, trus gak lulus UMPTN, apa gak stress kalian? Klo ternyata iya terus nantinya susah dapat pekerjaan, apa kalian gak bakal merana? Minta saja yg terbaik, klo Allah menghendaki sesuatu, apanya yang gak bisa. Sudah, minta saja diberi kemudahan dalam ujian, minta hasil yang terbaik, Apapun versi terbaik itu. Minta saja kehidupan yang terbaik, biarkan Allah mengatur detailnya. Nilai terbaik, kuliah terbaik, pekerjaan terbaik, jodoh terbaik, kehidupan terbaik menurut ukuranmu. Tapi jangan terus gak berusaha ya, bodoh itu namanya kalo gak berusaha.. Masyaallaaaaah, Budi, dari tadi belum selesai juga? Ayo Eko, dibantu biar cepetan, bla…bla… bla….”

I miss her, a lot. Semoga Allah senantiasa memberikan kehidupan terbaik bagi beliau…

Advertisements