pwtajah

Cokelat ke Keringat

Kemarin saya kehilangan mood untuk bekerja. Bengong saja menatap tumpukan berkas yang belum juga saya lengkapi persyaratannya, sementara pinggang dan pundak saya pegel luar biasa. Baby Sophie yang sekarang 8,5 kg lagi suka banget main koala-koalaan sama saya. Nemplok melulu minta diajak mondar-mandir keliling rumah, camping di bawah pohon rambutan, mencari burung dan kucing, whew. Saya mengingat-ingat, kamis ini saya relatif nganggur, tidak ada janji maksudnya *Pekerjaan lain masih bisa dicueki sementara kok ^_^* Pijet lulur sepertinya menyenangkan ya….

And so I made it. Setelah pumping saya ngacir ke spa langganan. Pijatan yahud Mbak Rini never fail. Satu setengah jam kemudian saya sudah mengucapkan selamat tinggal pada si pinggang-ngilu-punggung-kaku. Segerrr rasanya. Juga wangi coklatnya. Hmmm, I love it.

Keluar ke parkiran, saya diberitahu Bapak Tukang Parkir klo ban belakang motor saya kempes. Bener-bener kempes, jadi mau tidak mau harus menuntun. Great. Menuntun motor jam 12.30 waktu Purwokerto. Jadilah aroma coklat nan wangi berganti dengan aroma keringat nan lengket. Dan pegel-pegel sukses pindah ke kaki-kaki saya. Huhuhuu…

Pesan moralnya, jangan ngabur di jam kerja.

Advertisements

2 thoughts on “Cokelat ke Keringat”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s