gubraggabrug, tan, ume

Saya Bersyukur Suami mau pulang

Saya punya tiga alasan untuk itu.

  1. Saya meninggalkan kunci di TPA Sophie kemarin sore. Jelas ya, mau masuk rumah tidak bisa dan harus balik lagi ke sana. All are on foot, dengan menggendong Sophie dan menenteng gembolannya.
  2. Tadi pagi, blom juga separuh jalan menuju TPA Sophie, rok saya basah dan dingin. Cek di cek, ternyata salah botol ASIP dalam keadaan terbuka dan tinggal separuh isinya. Saya mengutuki kecerobohan saya yang nutup botol saja tidak rapat. Sesampainya dirumah saya  buka kulkas dan menemukan ada satu tutup botol tanpa pasangan tergeletak disana. Haisshhhhh, jadi saya memasukkan botol penuh ASIP tanpa tutup tadi!
  3. Sepulang dari TPA, saya merendam diaper bag korban kedodolan saya itu. 15 menit kemudian saya menemukan Buku Penghubung Sophie halamannya kempel dengan bloboran tinta didalamnya. Huhuhu…

Jadi, kepulanganmu akan jadi obat untuk kedodolan istrimu ini, Pa. Selamatkanlah diriku dari kepikunan tingkat tinggi ini….

Advertisements

2 thoughts on “Saya Bersyukur Suami mau pulang”

  1. amin…. jan, kalang kabut karena kepikunan ini Mbak Dian. Susah memang sadar klo pikun. Yang benar-benar pikun mungkin gak pusing karena gak sadar akan kepikunannya, lah diriku, huhuhuuuuu….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s