babysophie, milestone

Bulan Kedelapan Sophie

Sophie is 8m12d now. Sudah besar. Oh, time does fly fast.

Memang ya, penyakit manusia itu iri melulu. The grass is always greener on the other’s side. Walopun sudah tahu klo yang namanya setiap bayi itu unik dan individualis perkembangannya, tetap saja kadang saya gemes sendiri melihat Sophie yang terkesan ktinggalan perkembangan motorik kasarnya dibanding teman-teman seusianya. Well, sampai sekarang Sophie belum mau duduk sendiri. Klo didudukin bisa, wlopun masih meleyot sana-sini dan akhirnya nggeblak ke belakang. Merangkak apa lagi, blom ada tanda-tandanya. Tapi di luar saat-sat itu saya tahu klo Sophie baik-baik saja. She’s fine and she’s healthy, that’s the matter.

Menurut saya, aspek sosial adalah yang lebih dulu berkembang pada diri Sophie. Sekarang ini klo moodnya lagi bagus dia sudah bisa diajak salaman. Terus, Sophie juga sudah tahu konsep perpisahan. Klo dia dipamiti atau mau pergi, dia sudah bisa dada-dada. Dan, separation anxiety! Ampun dah klo yang ini. Sophie minggu-minggu ini sangat susah ditinggal sendiri. Maunya selalu ditemani. Sophie sekarang ini sudah bisa mengenali orang. Katakanlah dia ketemu dengan orang yang sudah dikenal dan disukainya, maka dia akan ekspresif sekali menunjukkan rasa sukanya. Tertawa-tawa dan melonjak-lonjak di gendongan, kadang tangannya meraih-raih mau menyentuh seseorang itu. Sebaliknya, klo belum kenal, boro-boro deh. Langsung nylungsep di ketiak Mamanya atau sok sibuk liat sana-sini.

Sophie suka sekali suara burung. Setiap pagi, dia akan minta keluar rumah dan mencari suara burung. Dan, Sophie mengasosiasikan burung sebagai sesuatu yang diatas. Ketika ia mendengan kicauan, refleks dia akan menengadah sambil celingukan mencari sumber suaranya. Hewan lain yang disukai Sophie adalah kucing. Kebalikan dari burung, Sophie tahu bahwa kucing adanya di bawah. Jadi klo saya bilang, “Nak, ada kucing tuh”, maka refleksnya adalah menunduk mencari-cari kucing tersebut. Dan pagi ini untuk pertama kalinya saya melihat Sophie ngawe *eh, apa ya bahasa Indonesianya?* melambaikan tangannya untuk memanggil si kucing! Wow, you do grow, my dear…

Untuk urusan makan, alhamdulillah lancar. Meskipun porsinya kecil, Sophie mau makan apa saja yang saya berikan padanya. Varian makanan baru yang saya perkenalkan akhir-akhir ini adalah ayam, sapi, brokoli, bayam, kangkung, semangka dan pepaya. Sekarang ini yang ada di waiting list adalah jamur, umbi bit, kuning telor, daun so, oyong, pasta dan oat. Kemampuan mengunyah Sophie belum begitu baik, jadi saya masih menyaring semua makanannya, kecuali agar, pepaya, pisang, kabocha dan alpukat. Rencananya mulai minggu depan saya hanya akan menyaring sayuran dan lauknya saja, buburnya dimakan langsung tanpa disaring.

Nah, yang membuat saya pusing adalah, dua hari ini Sophie tidak suka minum susu. Seharian saya titipkan di TPA, jam 08.30 sampai jam 14.30, Sophie tidak habis 100 mL coba. Saya awalnya berpikir Sophie lagi gak suka ASIP beku. Nah, kemarin saya bekali ASIP fresh saja. Dan tetep, cuma diminum sedikit sekali. Padahal ya, porsi makan Sophie juga gak banyak. Paling sekali makan 2 SDM saja. Memang air putihnya doyan, bisa 30 mL sekali makan. Huhuhuu, bagaimana ini…

Di luar pusing itu, saya berbahagia karena Sophie sudah lulus dot. Alhamdulillah. Sudah seminggu ini Sophie minum susu dengan Pigeon Magmag step 2. Untuk air putih sebelum dan setelah makan, diminum dengan cangkir mag-mag langsung klo dirumah, ato disendoki dari gelas klo di TPA. Seneng banget, semoga target bisa minum sendiri dari gelas tercapai pada usia 1 tahun ya ^_^

Tentang tidur, masih belum banyak perbedaan dari sebelumnya. Maghrib biasanya sudah nyenyak. Setiap 2 jam sekali masih nagih jatah nenen. Bangunnya jam 3-4. What a morning person. Trus, jam 6 setelah mandi langsung tidur lagi, biasanya selama 2 jam. Di TPA masih bisa tidur 1 atau 2 kali lagi. Hhhhh, gen memang gak pernah bohong ya. Penyakit doyan tidur ini kayanya mengakar banget di keluarga kami.

Tumbuh jadi anak yang sehat, baik hati dan ceria Nak ya…

Advertisements