babysophie, milestone

Bulan Kesepuluh Sophie

  1. Ngotot. Kalau sudah punya keinginan hebohnya bukan main. Meraih-raih dan merengek-rengek. Kalau keinginannya ditolak ngambek. Menangis melengking, badannya kayang dan matanya merem. Dududu, niru siapa to Nduk?
  2. Suka niru-niru. Papanya minum mau minum juga. Mamanya pegang HP direbut. Mamanya mukul-mukul tembok ya ikutan. Makanya harus mulai hati-hati, gak boleh sembarangan. Klo lagi niru-niru dilarang, ya ritual no 1 yang ngambek itu dilakukan si Genduk.
  3. Makannya alhamdulillah OK. Setelah kemaren mingkem melulu, sekarang saatnya mengembalikan lemak ke tubuh Sophie. Alhamdulillah gampang. Dari yang full spices sampai yang plain ayo saja. Semoga dirimu selalu lahap ya Sayang, sehingga Mamamu ini bebasdari kritikan nenek-nenekmu yang bilang badanmu kurang montok. Terkait dengan poin no 2, di bulan puasa ini Sophie suka ikutan ngerecokin si Papa dan saya yang lagi buka. Gak bisa dilarang, tentunya. Akibatnya, sudah ngincipin air es, kolak sama opak jadah. Gak papa lah, saya tidak terlalu memusingkannya. Air es, Sophie gak alergi dingin. Kolak, walaupun ada gula garamnya, IA buatan sendiri jadi gak perlu parno. Opak jadah is roasted, not fried.
  4. Rambatan. Masih sedikit-sedikit merambatnya. Akhirnya saya melihat Sophie berpindah lokasi dengan cara selain berguling. Merangkak? Saya sudah patah hati menunggu Sophie merangkak. Spot favoritnya adalah pagar depan rumah sama pintu kamar. Beresiko? Tentu saja. Tapi saya gak melarangnya. Soalnya, klo dilarang adegan kayang-kayang sebagai bentuk protesnya akan lebih berbahaya.

PS: walaupun Papa disebut beberapa kali, sekarang beliau sudah gak di rumah lagi. He’s on his flight to Bangkok now. Si Papa ternyata kangen kronis sama Sophie, sehingga setelah officially diputuskan kami gak bisa ke Bangkok, beliau yang pulang pas ada libur 2 kali berturut-turut di hari Kamis. Tidak direncanakan. Untungnya, ada Jetstar yang harga tiketnya jauh dibawah Airasia, hehehe.

PS2: saya suka sekali quote Mbak Nunuk. “Karena itulah letak kebahagiaan kita. Uang bisa dicari tapi kesempatan kumpul itu jauh lebih berharga”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s