babysophie, breastfeeding, sehat, surabaya

Random Pagi Ini: Bayi, DSTHT dan ASIP

Tiba-tiba merindukan Sophie versi bayi. Yang gak minta tetah jam 3 pagi. Yang gak pernah melepeh makanan dan mingkem rapat-rapat ketika melihat sendok. Yang baru bisa menangis sambil berbaring saja, belum sambil nungging-nungging dan menggebrak-gebrakkan kakinya.

Cukup mengeluhnya.

Kemarin saya mendapati Sophie lagi bermain di pintu belakang saat saya menjemputnya. It means, dia sudah berani keluar dari kamar bayinya. Sudah mulai berani explore. Alhamdulillah, senang sekali melihatnya seperti itu. Ya Allah, semoga ini awal baginya untuk mendapatkan kenyamanan di TPA.

Hasil pemeriksaan kesehatan Sophie kemarin adalah rekomendasi untuk menemui DSTHT. Jadi beberapa hari terakhir ini Sophie sering memegang-megang telinganya. Kadang ditarik, kadang jarinya iseng ngurek-urek lubang telinganya. Ternyata pas pemeriksaan kesehatan kmaren, DSA menemukan banyak kotoran di telinga Sophie.Maka dirujuklah Sophie ke DSTHT. PR ini, mencari DSTHT yang ramah sama bayi. Kenapa tidak ke RS Dr. Sutomo saja? Ah, big no no lah. Ngantrinya gak kuku pasti. Mama dan Sophie bisa senewen bersama klo harus ngantri lama.

Trus, Yang Ti Sri kmaren menyampaikan klo Sophie kurang susunya. Selama ini Sophie memang cuma Mama bekali 200 mL ASIP, melanjutkan di Sinar Mentari dulu. Ternyata jumlah segitu kurang. Bu Atik, pengasuh Sophie yang sekarang telaten banget menyendoki susu Sophie. Ternyata, beliau terampil memberikan susu dengan sendok karena ketiga putra beliau dulu ya ceritanya sama seperti Sophie, gak mau minum susu pakai botol semua. Di satu sisi saya senang, akhirnya konsumsi susu Sophie naik juga.  Tapi di sisi lain saya pusing juga. ASIP saya seret. Perubahan media simpan dari kulkas 2 pintu jadi kulkas 1 pintu, stok ASIP yang mencair selama pindahan, dropnya produksi ASI saya dan buruknya manajemen membuat stok ASIP saya tipis saat ini. Tadi pagi freezer saya hanya dihuni oleh 7 botol ASIP. Ya Allah, semoga saya bisa mengejar stok dan Sophie langsung cocok sama UHT nantinya. Seminggu lagi. Ayoo bertahan dan terus berjuang, Mamaaaaa.

Advertisements
babysophie, surabaya, ume

Welcome, Surabaya

Gadis kecilku,

Ada apa dengan dirimu? Kenapa gak nyaman di TPA? Kenapa nangis melulu? Dimanakah senyum ceriamu? Dimanakah wajah penasaranmu yang lucu itu? Mama ikut menangis melihatmu menangis seperti itu. It looks like I made a bad decision for you. And it really breaks my heart.

Suamiku sayang,

Semoga dirimu selalu sabar mendengarkan keluhanku. Maaf, sepertinya di sini musim mengeluh lebih kenceng dari musim hujannya. Semangat yang sedari awal sudah terkumpul ternyata tidak cukup kuat untuk membuat adaptasi ini menjadi mudah. Manajeman yang parah. Manajemen waktu, semua tanggungan yang harus Mama kerjakan sepertinya tidak bisa selesai dalam 24/7. Call me spoil or something, tapi Mama sepertinya tergantung pada Mbak Nur selama ini. Gak kebayang klo bebersih rumah *yang sekarang cuma seuprit*, masak buat Sophie dan mencuci popok Sophie sambil beraktivitas di kampus dan mengasuh Sophie setelahnya secapek ini rasanya. Belum 2 minggu, badan Mama sudah protes. Capek to the max. Badan yang mulai renta inipun mulai demam dan pegel gak karuan. Terus semua rasa frustasi atas kondisi Sophie serta manajemen waktu yang berantakan tadi sukses membuat stok ASIP menipis. Dalam seminggu defisit 6 botol! Minta doanya Pa, semoga Sophie nanti mudah menerima UHT, in case Mama tak mampu memperbaiki manajemen ASI dan ASIP Mama mencapai kondisi BEP or ever worse, defisit.

babysophie

Sleepy Smelly Sophie

Salah satu hal yang dikangeni si Papa dari Sophie adalah bau badannya pas bangun tidur di pagi hari. Aseem, bercampur dengan bau pesing dari popoknya yang sudah penuh. Khas banget pokoknya, sulit dicari tandingannya, hahaha…. Kadang, malam-malam pas lagi chat Papa bertanya, -Genduk sudah mulai smelly belum?- Lalu sayapun mengendus-endus badan Sophie dan melaporkan hasilnya. “Belum Pa” atau “Sudaaah, wangiiii deh, hahahaha”

Kadang saya mikir, indra penghidu Sophie resisten gak ya terhadap bau. Lah wong setiap hari mencium aroma khas nan enak itu kok. Tapi ternyata saya salah. Hidung Sophie masih peka terhadap bau. Dan dia bisa memilih mana bau yang disukai dan mana yang tidak disukainya.

Semalam, Sophie tidur gasik. Papa iktikaf di Islamic Centre Ramkamhaeng sehingga saya gak punya partner ngobrol malam. Saya pun mengambil lulur, mau mandi enak mumpung ada kesempatan. Dan, saya suka sekali dengan efek lulur itu. Aroma green tea campur bebungaan dan kelembutan kulit yang nyamaaaan rasanya.

Pas saya selesai mandi, Sophie bangun. Seperti biasa dia nagih jatah nenen. Dan, dia menolaknya sesaat setelah nempel. Saya mengira Sophie gak mau nenen karena PD saya masih dingin setelah mandi. Tapi kok setelah beberapa saat Sophie tetap gak mau. Kasihan sekali melihat Sophie, dia mangap-mangap mencari puting, tapi setelah dapat langsung menolaknya dan berbalik badan. Akibatnya Sophie nangis-nangis mutung. Sudah pengen nenen tapi gak suka dengan apa yang ditemukannya.

Saya berusaha menenangkan Sophie dengan elusan di punggung dan tepokan di pantatnya, sambil kipas-kipas mirip tukang sate. Sophie pun mulai liyer-liyer, trus minta digendong. OK, saya pun mulai menggendongnya keliling rumah. Menjelang tidur, Sophie mulai mangap-mangap mencari puting. Mulai lagi deh, disodori lagi, menangis lagi. Lagi dan lagi.

Akhirnya, saya ke kamar mandi lagi. Mencuci PD dan sekitarnya, menyabuninya. Setelah saya keringkan beberapa saat *ya harus kering dan hangat, Sophie anti banget sama nenen dingin* saya tawarkan lagi. Dan ternyata Sophie langsung mau. Ternyata Sophie gak suka sama aroma lulur saya. Terpaksa deh itu lulur saya buang, padahal baru pertama kali dipakai.