jalanjalan, ume

Selamat Bangun, Tanti

 
Kembali ke hidup normal. Kembali pada rutinitas harian.

Si Sophie mogok makan lagi.

Si Mama ketiduran di kelas lagi.

Ah, somethings just never change ya, hahaha…

Btw, I am so thankful for this last 10 days. Good laughs, good foods, good movie, nice traveling time, a very nice togetherness. Assisten handal di rumah buat nyapu nyuci dan ngepel, baby sitter jagoan, teman kencan istimewa. Aaah, you are that great, Hubby.

We love you, a lot..

Fly fast, time. Pengen loncat ke tanggal 2 Desember saja rasanya.

milestone, sophiesibatita

Bulan Ketigabelas Sophie

Bersyukur sekali, Sophie telah menemukan titik baliknya. Menjelang usia 13 bulannya, banyak hal yang membaik dengan sendirinya. Memang ya, semua ada waktunya…

Urusan makan, alhamdulillah Sophie sekarang pinter. Banyak dan lahap. Terus, makannya juga variatif. Apa-apa yang saya tawarkan dimakan. Sekarang porsinya sudah balik ke porsi normalnya, yaa, ketika masih di Pwt dulu. Minggu kemarin sempat menakjubkan makannya. Di TPA Sophie minta nambah makan, sampai habis 2 porsi pas makan siang. Ckckck, balas dendam semasa gak selera ya Nak. Senang sekali melihatnya seperti itu.

Di TPA Sophie juga mulai nyaman. Kadang masih nangis sih, biasanya di Senin pagi setelah menghabiskan weekend berdua dengan saya saja. Tapi siangan sedikit, setelah bangun tidur Sophie mulai menikmati suasana. Sekarang sih sudah tidak betah di kamar bayi. Biasanya Sophie akan rambatan dinding trus bergerak kemana-mana. Literally. Kadang main dengan kakak-kakak yang lebih besar di ruang tengah atau belakang, kadang main ke kamar bayi yang lain. Kadang sampai ke dapur, kamar depan, dan seterusnya. Kalo pas saya datang menyusui Sophie tertawa memamerkan giginya. Pas saya jemput sore harinya Sophie punya ritual sebagai berikut: minta gendong saya, kadang memberikan bonus ciuman yang basah, lalu bersalaman dengan Bu Atik, dada-dada centil dan akhirnya kiss bye. Semuanya dengan senyuman. It’s heaven seeing her that way…

Sophie belum bisa berjalan. Masih nyaman rambatan plus ngesot untuk bergerak. Tapi klo berdiri tanpa pegangan sih sudah kokoh. Bu Atik bilang Sophie beberapa kali bisa melangkah 1-2 langkah. Sayang saya belum pernah melihatnya di rumah. Kemarin Sophie mendorong-dorong galon Aqua yang hampir kosong. Sophie sekarang mulai suka memanjat-manjat barang. Pintu, dispenser, motor yang diparkir. Juga mulai tertarik sama belakang kulkas. Dilongok-longok, tangannya meraba-raba. Suka menarik-narik kabel. Membuka tutup pintu laci. Ah, sudah mulai gak bisa disambi klo momong. Harus diawasi secara melekat. Eh, Sophie juga sudah bisa turun tempat tidur sendiri lho. Kemarin pagi saya masih merem saat Sophie memukul-mukul tangan saya. Saya buka mata, ternyata Sophie sudah di bawah!

Akhirnya Sophie tumbuh gigi juga. Karena start-nya agak molor, sekarang Sophie kejar tayang banget teething-nya. Dalam 3 minggu ini muncul 4 gigi. Gigi pertama demam-diare 7 hari. Gigi kedua durasi demam diarenya berkurang jadi 2 hari. Gigi ketiga dan keempat aman-aman saja. Rambut Sophie juga masih segitu-gitu saja. Tipiss. Tapi mulai agak panjang. Hari Rabu minggu lalu saya mendapati Sophie dengan rambut yang dikuncir. Bu Atik yang mengikat rambut Sophie, karena Sophie kepengen diikat juga setelah melihat Mbak Khansa berkuncir. Saya gak pernah kepikiran rambut Sophie bisa diikat lho. Jadilah sekarang saya rajin mengikat rambut Sophie. Dan efeknya Sophie terlihat buleeet. Hehehe…

Sophie sekarang sudah secerewet dulu lagi. Ngoceh melulu, meskipun hanya Allah dan dia yang tau apa yang dia ucapkan. Hanya ada dua kata yang bisa saya tangkap dengan jelas, yaitu Mama dan nenen. Selebihnya ya entah apa katanya. Kosakata Sophie sudah banyak sih, tapi belum dalam bentuk ucapan. Sophie sudah tahu mana sepatu, kaki, tangan, minyak Mama (minyak kayu putih), minyak telon, bantal, minum, gelas, sedotan, duduk, dan berdiri. Lebih bisa berkomunikasi sekarang, misalnya klo dia nangis-nangis gak jelas terus saya minta berhenti dia mau diam. Klo saya lagi ambil sesuatu untuknya saya bisa memintanya untuk duduk tenang dan menghentikan aktivitas panjat-tarik-lemparnya sementara. Sophie juga sudah tahu bagaimana menggunakan anggukan dan gelengan dengan tepat.

“Sophie ayo kita mandi dulu Nak” Sophie menggeleng. Lagi seru rambatan di antara pagar tiang meja kursi depan.

“Sophie kok makannya dilepeh, sudah kenyang Nak?” Mengangguk. “Mau makan sesendok lagi?” Geleng-geleng. “Makannya sudah ya?” Mengangguk lagi. Good girl 😀

Yang paling menyenangkan itu klo lagi telpon Papa. Papa bilang, “Sophie pinter ya Nak” Sophienya angguk-angguk. “Makan yang banyak” Mengangguk lagi. ” Gak cranky ya” Mengangguk lagi dong. “Sudah dulu ya. Love you. Assalamu’alaikum” Muahhhh. Si Sophie mencium HP dengan mulut terbukanya. Hahahaha…

We love you, dear Sophie…