milestone, sophiesibatita

Bulan Keenambelas Sophie

Tidak panikan, cuek dan tidak tahu itu tipis sekali batasnya. Dan saya tidak tahu saya masuk ke golongan mana.

Minggu lalu Sophie imunisasi varicella. Setelah beberapa waktu menimbang-nimbang mau kemana, akhirnya kami menyatroni DSA dekat rumah saja. Kenapa pilihan akhirnya jatuh ke beliau? Karena saya kaget saja, ini Sophie hampir 16  bulan kok ya belum imunisasi. Dari pada molor lagi, kami memutuskan ke yang paling dekat saja. Penuh drama, tentu saja. Sophie yang lagi gak suka disentuh-sentuh nangis pas diperiksa sama Pak Dokter *ampun Pak, saya beneran lupa nama anda* yang suka bener menempel-nempelkan stateskop ke dada, perut dan punggung Sophie. Nangis heboh sampai muntah. Pas disuntiknya sih biasa. Nangis, nenen terus diam. Tapi pas mau pulang sudah centil lagi. Salaman, senyum-senyum dan kiss bye.

Kembali ke masalah tidak panikan, cuek dan tidak tahu tadi, saya baru saja ngeh klo Sophie punya alergi makanan. DSA yang memberi tahu saya. Ngerasa bersalah, tentu saja. Sejak dulu saya penasaran dengan pilek yang berkepanjangan dan lidah Sophie yang sering luka. Tapi saya tidak mengira klo itu adalah manifestasi dari alergi. Pernah sih sekali waktu membatin pilek Sophie, menghubungkannya dengan kemungkinan alergi. Tapi karena Sophie terlihat baik-baik saja, semuanya wajar, saya melupakannya begitu saja. Doh. Khusus untuk lidah, DSA menyebutnya sebagai allergic tongue atau swollen tongue. Bukan, jangan bayangkan lidah Sophie bengkak serem gitu ya. Lebih seperti terkelupas permukaannya. Huhuhuuu… Maafkan Mama ya Nak…

Berhubung sudah tahu itu alergi, maka kami harus mulai melakukan skrining pemicunya. Apalagi aturan tunggu 4 hari sudah saya tinggalkan sejak kami pindah ke Surabaya. Sementara ini Sophie dan saya dititahkan untuk menghindari telur, kacang tanah dan coklat. Haduuuuh, selamat tinggal pecel Madiun plus dadar dan lontong kupang favorit saya!

Btw, Sophie sudah jalan lho. Sudah lancar cenderung lari sekarang. Awalnya, pas seminggu menjelang berumur 15 bulan, Sophie yang lagi berpegangan pagar tiba-tiba jalan mengejar kucing yang lewat. Setelah itu maunya jalaaan melulu. Sambil terhuyung-huyung, tabrak sana-sini dan jatuh melulu. Jidat memar, bibir jontor, lutut dan telapak tangan lecet, you name it lah. Semuanya sudah pernah dialami Sophie. Anak kuat ya Nak 🙂

Pola tidur Sophie sekarang sudah berubah. Mulai tidur jam setengah delapan malam. Bangun jam setengah 6 pagi. Siang cuma mau tidur satu kali, bisa lama bisa sedikit tergantung lingkungan. Klo di TPA sebentar, soalnya maunya maiiin melulu. Klo dikeloni di rumah ya bisa sampai 3 jam.

Urusan makan, alhamdulillah lebih OK dibanding beberapa waktu yang lalu. Walaupun sampai sekarang masih belum bisa makan protein. Daging, ayam, ikan, tahu sampai tempe dilepeh semua. Tobat deh. Papa Mamanya pemakan segala kok ini anaknya pemilih banget. Karbohidratis sekali. Makaroni, roti, bihun, doyan banget. Haduuh…

Rambut? Masuh segitu-gitunya dan ujungnya semakin keriwel! Gigi juga masih 4, tapi sepertinya gigi kelimanya mau muncul sebentar lagi. Mulai ada putih-putih di gusi atasnya. Dan itu, ilernya juga lagi suka netes.

Sophie sekarang kalo minta sesuatu sudah mulai jelas. Klo minta gendong ya akan menunjuk kerudung Mama sambil membawa gendongan. *Iya, sudah tahu kalo Mama keluar harus berkerudung. Dan sekarang lagi suka gendong jarik. Ampun deh, pegeeel pundak Mama*. Klo minta minum air putih menunjuk kulkas. Klo habis pipis mengangkat bajunya atau melepas velcro popoknya. Yang membingungkan itu klo dia nyodorin HP. Bisa jadi minta telpon Papa, nonton Hippo dan Stan, atau main bubble popper. Biasanya sih saya tanyakan satu-satu. Klo moodnya bagus ya sabar menunggu saja menanyakan satu-satu, lalu mengangguk untuk hal yang dia mau. Klo moodnya buruk ya sudah kejer duluan sebelum saya tanya, hahaha…

Eh, TPA Sophie sekarang pindah lokasi lho. Sekarang di Jl. Karangmenjangan, lebih dekat dengan kos saya. Yaa, masih di lingkungan RSU Dr. Sutomo lah, dekat masjid. So far Sophie terlihat enjoy di sana. Kadang diajak pulang saja gak mau. Ternyata, Sophie betah karena kamarnya pake AC. Ck, seleramu kok tinggi amat sih Nak *towel Papa, pindahin kami ke kos yang ada ACnya dong Pa :D*

Teruslah tumbuh Nak, semoga Mama dan Papa selalu diberikan kemampuan untuk menjaga dan menstimulasimu dengan yang terbaik yang kami mampu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s