milestone, sophiesibatita, tpa

Sophie is 20 Months Old

Memang ya, bayi mungil yang bisa merespon pembicaraan kita dengan anggukan, gelengan dan menunjuk itu lucu banget. Tapi itu tidak sepenuhnya baik. Karena, si bayi jadi tidak terstimulasi untuk bicara. Lah, ngapain juga berusaha ngomong kalo hanya dengan 3 hal itu keinginannya sudah terpenuhi. Itulah yang terjadi pada anak saya. Sophie sudah bisa menggunakan ketiga instrumen itu dengan baik sejak umur 10 bulan. Dan sampai usia 19 bulan kemarin kemampuan bicaranya masih itu-itu saja.  Papa, Mama, nen, Pooh, atuh, udah, emoh (!).

Tapi, sejak 2 minggu yang lalu ada loncatan besar dalam penguasaan kosakata Sophie. Sekarang sudah bisa mengusir Mamanya dari kamar mandi dengan tampang sok galak, mulut dimonyong-monyongkan sambil berkata, -eluaaaaaa-. Sudah bisa memanggil dan menata posisi Papa Mamanya di kasur -Pa/Ma, ciniiiiii-, sambil tangannya menepuk-nepuk tempat yang sudah dia book untuk kami tiduri, hahaha…

Sophie juga lagi suka menirukan materi yang dia lihat di serial yang dia tonton. Teletubbies berpelukan ya dia akan menghampiri saya atau Papanya sambil bilang -hag- . Po melakukan skipping ya dia ikutan skipping ala Sophie juga. Lihat Barney memeluk teman ya dia ikutan memeluk yang ada didekatnya, juga muter-muter badannya mengikuti opening dan closing-nya Backyardigans. Hihihi, mini copy cat.

Sophie sekarang gak suka dipakein dispo. Selama di Pwt 2 minggu kemarin kami memang full pakai  dispo karena popok kain Sophie masih di Sby semua. Sulit banget dirayu untuk mau memakainya, sebelum akhirnya dia minta dilepas ketika pipis. Mungkin ini sign untuk toilet training ya. Tantangan buat kami. Kadang kami membiarkan Sophie memakai celana saja tanpa popok seperti kalau dia di TPA. Ini berarti kami harus ekstra mengawasinya, karena, entah kenapa kok Sophie mewarisi sifat gubrak-gabruk saya *dapat salam dari DNA*. Gampang bener jatuh. Ada cairan sedikit saja di lantai terpleset. Dan frekuensi berkemih anak 20 bulan itu ternyata tinggi sekali. Pegel saya ngepel melulu, hahaha…

Urusan makan, Sophie lagi dalam masa malas makan lagi. Ya ampun, susahnya membuat dia makan yang bener beberapa hari ini. Saya sungguh berharap Sophie tidak masuk dalam lingkaran gelap seperti awal pindah ke Sby dulu. Semoga tidak.

Aaaah, saya kangen si Tadut kecil. This is the first day without her, here in Sby. Meskipun saya selalu bilang saya akan kuat, saya bisa, terpisah dari Sophie, tetap saja saya mewek pas pamitan ke TPA Sophie di Sutomo tadi. Menjelaskan kenapa Sophie sekarang bersama Papanya ternyata cukup menguras emosi saya.

Stay strong. I have to stay strong for her.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s