Uncategorized

Topi Saya dan Satu Dua

Gara-gara sering menyanyi Topi Saya Bundar bersama papa atau saya, Sophie sekarang kalau menyebut topi memakai embel-embel -saya-. Misalnya nih ya, Sophie pengen bermain-main dengan topinya, maka dia akan bilang, “Topi saya, Papa. Topi saya”

Bahasa yang kacau 🙂

Terus, gara-gara sering menonton Jalan Sesama edisi Harinya Jabrik, dimana Jabrik dan Agen Rahasia 123 berhitung 1 sampai 10, Sophie bisa menirukannya dengan urutan yang benar juga. Kalau melihat sesuatu sekarang sukanya sok menghitung, “Atuuu, uwaaa, igaaa, empaaak, imaaa, enaaam, ujuuuh, apaaan, ilaaan, uluuuh”

Yaaa, memang panjang-panjang begitu buntut angka Sophie, menirukan si Jabrik plek-plek maunya, hahaha..

Tapi jarang ngitungnya selesai sampai 10, suka-suka dia lah pokoknya.

Nah, mulai minggu lalu Sophie mulai tahu konsep kalau angka yang disebut belakangan lebih besar atau banyak nilainya dibandingkan yang disebut duluan. Ketika saya memberinya satu keping kue, Sophie akan meminta satu lagi dengan cara mengatakan, “Satu dua, mama. Satu dua”

Hari minggu kemarin saya sukses takjub dengan perkembangan Sophie. Sophie ingin digambarkan ikan saat kami melihat gambar ikan di buku Sophie.

“Sophie mau digambarkan ikan berapa sama Mama?” tanya saya.

“Atuuuu”

Setelah selesai satu gambar ikan, Sophie minta lagi, “Atu uwa, Mama. Itanna atu uwa”

Baiklah, saya gambar satu ikan lagi. Dan sepertinya Sophie masih mau lebih banyak gambar ikan. Biasanya dia akan bilang, “Ajiii. Ajiii”

Aji is lagi. Jangan tanya kenapa 🙂

Eh, kemarin surprisingly Sophie bilang,”Itanna ujuh apan Mama”

Minta tujuh delapan ikan lho! Which means, banyak. Hahaha. Perkembangan bahasa anak 22 bulan itu memang menyenangkan sekali untuk diikuti.

Loves you a lot, Kiddo 🙂