Uncategorized

Evaluasi Dua Tahun Pertama

Ini adalah catatan kekurangtepatan metode yang saya pilih untuk membesarkan Sophie. Kenapa saya menyebutnya kurang tepat? Ya karena hasilnya tidak bagus, tidak seperti yang kami harapkan. Saya menuliskannya dengan harapan bahwa kami akan belajar lebih baik, lebih banyak dan lebih komprehensif sehingga lebih siap kalau suatu saat dipercaya untuk membesarkan adiknya Sophie 🙂

Yang pertama, tentang penggunaan gesture. Saya mengajari Sophie untuk menggunakan anggukan, gelengan dan telunjuk sejak dia masih belum setahun. Saya dulunya pengen Sophie tidak merengek kalau menginginkan sesuatu. Berhubung dia belum bisa bicara dengan lesannya ya saya manfaatkan anggota badannya. Dalam jangka pendek memang OK. Melihat bayi yang merespon pembicaraan kita dengan mengangguk, menggeleng dan menunjuk itu memang menggemaskan. Tapi dengan berjalannya waktu, Sophie jadi malas bicara. Dia bisa mengenali barang, tapi tidak bisa mengucapkannya. Sophie baru aktif berkicau itu setelah umur 19 bulan. Spelling-nya pun sampai sekarang belum jelas.

Yang kedua, tentang konsep bersama. Karena kami lebih banyak berdua saja sejak Sophie lahir, dalam pikiran saya ya kami harus bersama-sama. Saya menemaninya. Saya baru mengerjakan pekerjaan lain kalau Sophie tidur. Saya akan merasa bersalah kalau membiarkan dirinya sendirian. Walaupun, ketika bersama Sophie saya masih main-main HP juga sih 🙂 Dan hal ini terbawa sampai sekarang. Saya tidak bisa melakukan hal lain kalau Sophie beraktivitas. Tidak bisa nyambi. Padahal Sophie sudah bisa disambi sekarang. Papa bisa lho memasak sarapan Sophie, atau mandi, saat Sophie nonton film. Kata Papa yang penting kita bilang ke Sophie dengan jelas kita mau melakukan apa dan kita terlihat olehnya. Tapi tetap saja, saya sulit untuk melakukannya sampai saat ini. *Mana yang katanya emak-emak multitasking?*

Yah, begitulah. Ketidaktepatan yang kami coba koreksi bersama. Sophie, Papa dan saya 🙂