Uncategorized

Cinta itu universal. Bukan cuma cinta-cintaan antara saya dan Ibu Ainun saja. Cinta itu bukan cuma antara 2 orang yang mengumbar perasaan. Cinta itu bisa membuat seorang manusia produktif,menghasilkan banyak karya-karya yang berguna bagi banyak orang. Cinta juga bisa membuat seseorang itu jadi manusia yang lebih baik. Kalau punya anak-anak, maka anak-anaknya pun akan tertular cinta yang baik itu. Efek cinta itu luar biasa,universal. Bisa dirasakan oleh semua orang bahkan seluruh dunia.

BJ. Habibie

Advertisements
Uncategorized

Abusing Kodok Ngorek ala Papa dan Sophie

Posting keempat hari ini. Artinya jelas banget ya. Saya lagi di Surabaya, lagi gak mood mengerjakan apa yang seharusnya dilakukan dan merindukan yang di Purwokerto sana.

Iya, saya tadi sudah berjanji untuk lebih memberikan effort buat penelitian saya. Tapi semua ada prosesnya ya, tidak mungkin dalam sekejap kemalasan dan segala perasaan suram saya tergantikan semangat yang menyala-nyala 🙂

Kodok Ngorek adalah tembang jawa pertama yang bisa dinyanyikan Sophie. Yaa kan liriknya simpel banget, nadanya juga gampang diingat. Awalnya Sophie cuma ikut berpartisipasi di bagian akhir kalimat saja, tapi dengan bertambahnya usianya Sophie mulai bisa menyanyikan seluruh lagu.

Kodok ngorek, kodok ngorek, ngorek nang pinggir kali/ Teyot teblung, teyot teblung, teyot teyot teblung

Ketika Sophie tergila-gila sama sapi, papa memodifikasi liriknya, jadi bicara tenteng sapi.

Sapi emo, sapi emo, sapi maem rumput/ Emo, emo, emo, emo, maem, maem, maem

Saat Sophie terpesona dengan bebek, lirik Kodek Ngorek pun berubah:

Bebek kwek kwek, bebek kwek kwek, bebek mandi di kali/ Kwek kwek, kwek kwek, kwek kwek, kwek kwek, ciblung, ciblung, ciblung

Saat ayam menguasai dunia Sophie, ada juga lirik yang ngomongin ayam. Dengan tiga variasi 🙂

Ayam jago, ayam jago, jago kukuruyuk/ kukuruyuk, kukuruyuk, jago kukuruyuk

Ayam babon, ayam babon, babon petok-petok/ Petok-petok, petok-petok, babon petok-petok

Ayam kecil, ayam kecil, ayam piyik-piyik/ piyik-piyik, piyik-piyik, ayam piyik-piyik

dan seterusnya, sampai kambing, ikan emas sampai lampu pun ada versi Kodok Ngoreknya.

Belakangan, Sophie mulai bisa memodifikasi lagunya sendiri. Biasanya sih nama teman-temannya diucapkan berkali-kali dengan nada Kodok Ngorek.

Ege, Ege, Ege, Ege, Ege eman Usyi/ Ege, Ege, Ege, Ege, Ege eman Usyi *Ege means Regge, teman sekelas Sophie. Eman is teman in Sophie’s spelling*

Aas, Aas, Aas, Aas, Aas eman Usyi/ Aas, Aas, Aas, Aas, Aas eman Usyi *Aas ini juga teman sekelas Sophie*

Lagu ini juga efektif untuk menghibur Sophie kalo lagi kagen saya. Papa punya lirik spesial setiap kali Sophie mencari saya.

Mama, mama, mama, mama, mama di Surabaya/ Mama, mama, mama, mama, mama sayang Sophie

Dan, sekarang kami memasukkan isu weaning ke dalam lagu ini.

Sophie, Sophie, Sophie, Sophie, Sophie sudah besar/ Sophie, Sophie, Sophie, Sophie tidak nenen Mama

Love you for being so creative and resourceful in caring our Sophie, Pa :*

Uncategorized

Bismillah…

Berawal dari, “OK selamat bekerja, kapan ujian proposal? sampai dimana kerjanya?”, pagi ini di mailbox saya.

Lalu disusul dengan diskusi yg ngademin ati. Yang mengajak saya untuk mengembalikan semuanya ke tujuan awalnya. Yang memotivasi saya untuk mengusahakan yang terbaik. Yang encourage saya dengan janji Allah bahwa tidak akan ada yg sia-sia.

Bismillah, I will start over again. From the very beginning. I will be there, insyaallah 🙂

Uncategorized

Sophie 2 Tahun

Weaning adalah isu utama yang kami hadapi saat ini. Berhasil? Tentu saja belum. Tapi, sudah ada kemajuan. Sekarang Sophie hanya nenen untuk mendapatkan ASI dengan gaya minimalis, dipangku atau sambil tiduran. Saya bersyukur tidak ada lagi adegan ngempeng dengan gaya akrobatis yang membuat badan saya pegel-pegel. Dan durasinya pun singkat-singkat saja.

Ternyata, cara yang paling efektif untuk mengalihkan pikiran Sophie dari nenen adalah dengan membicarakan sesuatu yang disukainya. Misalnya nih, kami lagi nonton Pororo.

“Mama, nenen”

“Lho, Sophie kan sudah besar. Anak besar tidak nenen Mama lagi”

“Nenen nenen nenen”, Biasanya tangan Siphie masuk ke baju saya, mencari-cari dispenser ajaibnya.

“Dipegang saja ya nenen Mama, kan Sophie sudah besar”

Sophie mulai merengek.

“Sophie lihat deh, Pororo nenen tidak?

“Tidak”

“Crong nenen tidak?’

“Tidak”

“Pobi nenen tidak”

“Tidak”

dst absenin semua karakter di Pororo…

“Pororo, Crong, Pobi, Loopy, Eddy, Petty dan Harry tidak nenen karena mereka sudah besar. Sophie juga sudah besar. Jadi, Sophie tidak nenen Mama”

Dan Sophie pun menarik tangannya 🙂 *Atau ngotot tetep minta nenen kalo lagi gak mau diajak negosiasi. Tapi durasinya cuma sebentar, terus langsung minta air putih atau susu*

Yang belum bisa itu adalah ketika Sophie terbangun tengah malam dan minta nenen. Sophie yang masih setengah merem langsung ngamuk kalo diajakin ngobrol panjang lebar begitu. Gak papa, pelan-pelan saja ya Nak 🙂

Dan, semakin ke sini Sophie semakin mirip saya. Terutama dalam hal manjanya. Saya kan klo pas ketemu Papa maunya manja-manjaan, disayang-sayang dst. Nah, Sophi meniru apa yang dilihatnya. Dan jeleknya, kebiasaan manjanya ini di bawa ke sekolah. *Ya iyalah Tanti, anak dua tahun!* Laporan tiga bulanan Sophie dari Sinar Mentari kemarin menyebutkan bahwa Sophie adalah anak yang paling manja di kelasnya. Manjanya itu ya sukanya minta dipangku Bu Yani saat aktivitas, Bu Yani tidak boleh memangku anak yang lain, meminta sesuatu masih dengan merengek. PR banget ini buat saya. Saya harus menghilangkan adegan manja-manja sama Papa dari pandangan Sophie. Dan semoga Sophie cepat menirunya ya.

Laporan tiga bulanan Sophie sih baik. Dia bisa mengikuti hampir semua aspek, bahkan ada beberapa aspek yang melampaui target seperti aspek bahasa, seni dan motorik kasarnya. Terus, aspek yang masih perlu bimbingan adalah menjumput dengan jari di motorik halusnya. Yang terpenting buat saya, Sophie enjoy dengan sekolahnya.

For the closing of this post, beberapa waktu lalu kami sedang berboncengan bertiga. Sophie nenen as always. Kebetulan jalannya jelek, jadi motornya ajrut-ajrutan sehingga nenennya lepas. Sophie refleks memukul punggung Papanya sambil bilang, “Hati-hati Papaaaa”. Hahaha, ngomel-ngomel persis saya lho 🙂

Love you, dear Sophie…