Uncategorized

Tentang Nama Sophie

Jadi, saya pengen nama Sophie untuk anak perempuan saya itu sudah lama. Sejak masih gadis. Parah ya, Bapaknya saja belum ada tapi sudah punya nama buat anaknya. Pengennya ya Sophie saja. Ditulis dan dieja seperti dalam bahasa inggris. Just Sophie. Nama panjang mah belum ada 🙂

Kenapa Sophie? Alasannya sangat cethek dan tidak intelek sebenarnya. I love Sophie Muller and Sophie Ellis-Bextor, a lot . Dan, arti kata Sophie itu sendiri juga bagus. Makanya saya mendoakan anak saya agar memiliki kebijaksanaan dalam menjalani hidupnya, dan menjadi orang hebat seperti kedua orang Sophie itu 🙂

Akhirnya saya menikah dengan suami, yang ternyata oh ternyata dalam hal nama anak ini lebih parah dibandingkan saya. Suami waktu itu sudah ada bayangan lho, kalo punya anak perempuan akan dinamakan ini, kalau anaknya lelaki akan dinamakan itu. Super parah, ya?

Makanya ketika saya hamil, dari awalpun kami sudah mulai sibuk merangkai nama. Kami menyiapkan nama untuk anak perempuan dan laki-laki, karena Sophie jaman masih di dalam perut dulu baru jelas teramati jenis kelaminnya di bulan ke 8 kehamilan. Tapi entah kenapa yang mantep itu ya nama untuk perempuan. Nama yang kami siapkan untuk anak laki-laki kami itu rasanya sampai sekarang masih butuh revisi 🙂

Jadi, nama pilihan suami untuk anak perempuan itu adalah harus ada kata Illiyin. Semacam keseimbangan ya, doa dari saya untuk bekal hidup Sophie di dunia fana ini. Doa suami adalah untuk saat hisab nanti, berharap buku catatan kebaikan Sophie penuh terisi 🙂 Jadi ada Sophie, Illiyin dan Hamad. Biar nyambung dan enak diucapkan, maka kami menambahkan huruf A di akhir nama depan dan nama tengahnya. So, the final name is Illiyina Sophia Hamad, dipanggil Sophie.

Nah, semakin ke sini urusan nama Sophie ini kok rasanya makin lucu ya. Sophie entah bagaimana asalnya melafalkan namanya dengan Usyi. Walaupun sudah diajari untuk mengucapkan Sophie, tetap saja keluarnya Usyi. Misalnya nih ya, saya memintanya menirukan saya.

“SO”, kata saya.

“SO”, Sophie menirukan.

“PHIE”

“PHIE”

“SO-PHIE”

“USYI”

😀

Padahal, saya dan suami selalu memanggilnya dengan Sophie lho. Kami tidak mencadel-cadelkan atau mengikuti spelling Sophie, berharap Sophie akan lebih lancar bicaranya. But, Usyi is Usyi for her 🙂

Terus ya, ada saja yang memanggil nama Sophie dengan SOPI. Termasuk Ibu saya 🙂 Nasib ya, tinggal di Purwokerto yang sebagian kecil penghuninya berlidah Sunda. Kadang saya pengen mengoreksi. Itu lho, tolong dilihat, ada H dan E dalam nama Sophie. Itu seharusnya melembutkan pengucapan. Tapi kok ya SOPI saja yang keluar. Tapi lama-lama saya kebal juga. yang penting anaknya ngeh kalau dipanggil.

Terus, masalah cara menuliskan nama Sophie. Kami menerima berbagai variasi cara penulisan namanya di setiap pemberitahuan, undangan dari sekolah ataupun dalam Buku Penghubung Sophie. Kadang ditulis SHOPIE. Atau SHOFI. Dan jangan lupa versi singkatnya, SOFI. Hadeeeeeh…..

Btw, apa kabar nama adik(-adik) Sophie nanti? Kami sudah punya nama panggilan untuk anak laki-laki dan perempuan. Just preparing a beautiful name, urusan nanti digunakan atau tidak ya terserah sama yang mengatur rejeki ya. Kalau kami dipercaya untuk momong lebih dari satu anak, ya Insyaallah kami akan menggunakan nama itu, adik I dan/atau adik A. Tapi kalau Allah berkehendak kami hanya punya Sophie seorang, mungkin kami akan menghibahkan nama itu bagi yang berminat 🙂

*Eh, ada bgitu?*