Uncategorized

Meneliti itu ya harus sabar. lihat saja para peraih Nobel. Mereka sudah meneliti sejak umur 20 tahun-an. Mereka terus meneliti sampai tua, bahkah sampai meninggalpun tetap sabar meneliti. Kalau kita ya tidak sampai sesabar itu lah. Tapi setidaknya belajar sabar.

Hadi Poerwono

Advertisements
Uncategorized

Horsing Around -yang dengan ajaibnya diterjemahkan sebagai Berputar-putar dalam edisi Bahasa Indonesia- bercerita tentang persaingan untuk mendapatkan gelar sebagai Penunggang Kuda Terbaik di Barat yang diikuti oleh joki terhebat Pablo,  cowgirl paling jago Uniqua dan Tyrone yang bukan siapa-siapa. Mereka bertiga akan adu cepat menuju garis finish di Sungai Missisipi. Calon kuat pemenang kompetisi itu adalah Pablo dan Uniqua, tapi ternyata yang memenangkan perlombaan adalah Tyrone. Ini jelas diluar dugaan, karena Tyrone hanya mengendarai seekor keledai berhidung besar bernama Molases, sedangkan kedua rivalnya menunggang kuda pacu yang dari segi manapun lebih unggul. Ternyata penyebabnya Pablo dan Uniqua terlalu sibuk untuk membuktikan diri sebagai yang paling hebat, sedangkan Tyrone hanya terus melaju, konsisten berjalan menuju garis finis. Dengan kecepatan yang seadanya. Dan konsistensinya membuahkan hasil kemenangan.

Cerita yang simpel buat anak-anak ya. Dan Backyardigans selalu menyuguhkan gambar dengan warna-warna yang cantik dan lagu-lagu yang menggemaskan. Sophie suka episode ini, tentunya karena Thunder dan Light, kuda milik Pablo dan Uniqua.

Nah, saya ingin mengambil semangat Tyrone untuk penelitian saya. Tidak peduli seberapa besar progress-nya, saya akan terus mengerjakannya. Saya akan berusaha dan berdoa. Saya akan konsisten. Well, ini sebenarnya adalah edisi patah hati. KLT Preparatif yang saya kerjakan tidak memisah dengan baik, padahal pas orientasi kemarin-kemarin sudah bagus pemisahannya. So? Mengerok dan mengekstraksi lagi, secara sampel saya ya cuma seiprit-ipritnya itu 😦

Cheers up, Tanti. Ini sudah Jumat pagi. Mudiiiiik 🙂