Uncategorized

#AnakTantrum from @alissawahid

Bahasan yang amat kami perlukan, kebetulan muncul di timeline twitter saya sore tadi. Weekend kemarin Sophie tantrum parah, level baru lah singkatnya, kami belum pernah melihatnya semarah kemarin. Penyebabnya yang paling mungkin adalah Sophie butuh perhatian yang all out dari saya, tapi saya pulang ke rumah sambil membawa mood yang buruk akibat KLT preparatif yang guyup rukun tidak mau memisah dan juga deadline tugas. *Maafkan Mama ya Nak* Semoga kami mampu menghadapi tantrum Sophie dengan lebih baik setelah ini. Terima kasih untuk Mbak Alissa buat ilmunya ini.

*******

Kita bahas skr yuk mbak gmn ngadepin #anaktantrum

Kunci menghadapi #anaktantrum ada di rules & regulation yg ditetapkan orangtua. Penerapannya tentu harus sensitif usia.

Apa bbrp prinsip dasar pengasuhan anak, yg terutama sgt berlaku dlm hal menghadapi #anaktantrum

Prinsip1: anak membutuhkan kejelasan akan apa yg boleh & tak boleh dilakukan. Mrk blm punya ‘logika org dewasa’. #anaktantrum

Daya pikir anak masih dalam proses tumbuhkembang, krn itu clarity aturan menjadi patokan utama perilaku mrk. #anaktantrum

Kalau hr ini #anaktantrum minta eskrim nggak dibelikan, tp hari lain nangis dibelikan, maka aturan mjd tidak jelas utk anak.

Prinsip 2: anak sangat membutuhkan kestabilan pola, termasuk konsistensi orangtua dlm bersikap berperilaku. #anaktantrum

Prinsip kestabilan akan mempengaruhi rasa aman anak, ia bs percaya bhw dunia (sekitarnya) dpt diandalkan. #anaktantrum

Orang dewasa insecure, yg merasa dunia ini tak dpt diandalkan adl salah1 produk ketidakstabilan lingk.tumbuhnya. #anaktantrum

Prinsip3: anak belajar dr tindakan, bukan kata2 orangtua. Makanya mengancam tdk pernah mempan utk hadapi #anaktantrum.

“Your action speaks so loudly, I can’t hear what you say” gitu kalimat bijaknya. Anak memang belajar scr modelling. #anaktantrum

Prinsip4: negative attention is always better than no attention. Ini sangat tampak pada masa kanak2. #anaktantrum

Kalo anak tenang2 aja, orangtua menganggap situasi aman dan cuek. Begitu anak berulah, orangtua bereaksi. #anaktantrum

pernah ketemu anak yg ‘caper’ waktu orangtuanya ada tamu? ya itu prinsip negative attention yg lagi jalan. #anaktantrum

Prinsip5: anak tumbuh selaras dengan paparan tatanilai dominan. bisa orangtua, bisa TV, siapa pun yg dominan. #anaktantrum

Tantrum itu artinya perilaku tak terkendali. Bisa mengamuk atau menangis. Jadi #anaktantrum itu tidak tergantung usia.

Anak usia batita sedang belajar punya kemauan & cara menyampaikannya. Ini saat ia membangun kebiasaan baik. #anaktantrum

Dlm hal perilaku #anaktantrum apalagi di ruang publik, ini justru saat tepat membangun sikap menghargai aturan & orang lain.

Tetapkan batas perilaku anak yang jelas bila di tempat umum, dan jaga konsistensi kita atas batas itu. #anaktantrum

Cth batas: ‘nanti di mall, kita akan beli baju. Tdk beli mainan. Ibu minta Adik tenang, krn mall itu tempat umum’ #anaktantrum

‘Kl adik nangis atau marah2, kita masuk ke mobil dulu smp adik tenang. OK?’ sampaikan sebelum berangkat. #anaktantrum

Saat di mall, kita gunakan batas itu sbg panduan. Kl anak mulai merengek, ingatkan 1 kali atas batas itu. #anaktantrum

Katakan dg tenang dan pada nada rendah, ‘tadi kita sudah sepakat kita tidak beli mainan dan adik tidak marah2’ #anaktantrum

oya, bila jalan2, selalu ingat bhw anak usia balita membutuhkan energi 3x lipat orang dewasa utk waktu yg sama. #anaktantrum

Jadi utk anak, muter mall 2 jam membutuhkan energi setara 6jam orang dewasa. Kalau capek, mrk akan cranky. #anaktantrum

bikin kesepakatan di rumah itu mudah. tapi kl tetep aja #anaktantrum di ruang publik? nah prinsip 1-5 tadi terpakai semua.

kl #anaktantrum, katakan dg nada tetap rendah ‘berhenti ya. Ibu ingin adik tenang. Kalau tidak berhenti, kita masuk mobil’

Cukup sekali peringatan. Bila #anaktantrum tdk berhenti, amalkan prinsip 1-3: gendong dia, bawa masuk mobil. TANPA ngomel.

Berdiamlah di mobil smp si #anaktantrum reda. Yg ideal: dudukkan ia dlm pangkuan, peluk selama ia menangis walau ia meronta.

Sambil memeluk si #anaktantrum, sampaikan ‘ayah sayaaang sama Adik’ dg cara kita biasa ucapkan ke dia. Don’t let go.

Yg terakhir itu penting spy #anaktantrum sadar bhw kita mencintai dia apapun kondisinya. Kita tidak suka perilakunya, bukan ia.

Biarkan si #anaktantrum cry-out her anger. Jangan berceramah atu membujuk. Setia tunggu ia tenang. Berapa lama? Nggak penting.

Kenapa kalau ia marah2 sebaiknya tidak dibujuk2? untuk mengendalikan prinsip 4: negative attention. #anaktantrum

Mari kita putus hub. antara perilaku jelek spt #anaktantrum dg perhatian. Justru kuatkan hubungan perilaku baik & perhatian.

Begitu #anaktantrum jd tenang, silakan balik ke mall. Bahkan boleh belikan minuman utk obat capek & apresiasi ‘keputusan’nya.

Jadi jelas, menghadapi #anaktantrum kita perlu ambil kendali. Spy efeknya menetap, cuma perlu 2-3 kali saja kok 🙂

Percaya deh, keberhasilan kita mengelola situasi ini akan membuat #anaktantrum belajar buanyaak banget utk bekalnya..

Ketenangan, kesabaran, ketegasan, konsistensi, kasihsayang; semua yg #anaktantrum lihat akan mjd benih prinsip dlm hidupnya.

Advertisements
Uncategorized

Proud Mama

Sophie dan saya sedang sarapan sambil menonton Dora the Explorer ketika Bu Sainah mengepel lantai di depan kami. Posisinya di tengah-tengah, diantara sofa dan TV.

“Misi Mbah, misii. Usyi iat ola”*

Ah, saya terharu. Anak saya sudah bisa mengungkapkan kemauannya dengan jelas. Dengan bahasa yang santun. Anak saya sudah besar 🙂

Love you, Sophie…

* = Permisi Mbah, permisi. Sophie lagi melihat Dora. Sophie meminta Bu Sainah tidak menghalangi TV karena dia sedang menonton Dora.

PS: Sophie kalau galaknya lagi kumat ya judes sekali penampakannya 🙂

Uncategorized

Senang:)

Awalnya saya menulis artikel ini karena tergelitik oleh tulisan yang mendiskreditkan MSG dan memuja-muji kaldu non MSG. Kebetulan, siang harinya saya membaca ini di mommiesdaily. Ya sudah, saya mention @momiesdaily kalau saya punya tulisan tentang MSG vs kaldu non MSG, yang saya kirim beserta link-nya. Mommiesdaily kemudian meminta saya mengirimkan artikel tersebut untuk dimuat di web 🙂

Tentunya saya sudah merevisi beberapa bagian yang sebelum saya kirimkan. Versi asli tulisan saya ada di sini dan di sini. Iya, yang di mommiesdaily adalah hasil penggabungan keduanya.

Thanks momiesdaily, ini hiburan yang menyenangkan ditengah badai PMS yang sejak kemarin mengobrak-abrik emosi saya. Selamat membaca 🙂