Uncategorized

It’s Real Life, Sophie…

Sophie itu dalam beberapa hal mirip dengan Papa. Misalnya, seleranya yang itu-itu saja. Kalau sudah suka pada sesuatu, Sophie dan Papa akan terus menerus melakukannya sampai mereka bosan sendiri. Begitupun dalam hal tontonan. Sudah hampir dua minggu ini Sophie tergila-gila sama Dora the Explorer yang episode Mermaid Kingdom – Lost Baby Red Fish. Ditonton terus. Beberapa kali sehari, setiap hari.

Manfaat yang saya peroleh dari menemani Sophie menonton Dora adalah saya mengenal beberapa kata dalam bahasa Spanyol. Gracias, de nada, para, azul, amarillo, si, abre, misalnya.

Saya kadang berpikir, kok bisa ya Sophie ngerti ceritanya. Bahasa yang digunakan dalam Dora the Explorer adalah Bahasa Inggris dan sedikit Bahasa Spanyol, sedangkan Sophie sehari-hari bicara dalam Indonesia campur segikit Bahasa Jawa. Tapi Sophie paham ceritanya, bahkan bisa menceritakan ke saya pas saya baru pulang dari Surabaya 2 minggu yang lalu.

“Suara apa itu Soph?”

“Nangis Ma”

“Siapa yang nangis?”

“Itan ecil, hu u u u u” Sophie menirukan tangisan si Baby Red Fish

“Kenapa nangis ikannya Soph?”

“Itannya cendiri Mama, nangis”

Percakapan saya dan Sophie ini terjadi sebelum Baby Red Fish muncul lho. Biasa kan kalau di Dora the Explorer, si Dora bertanya-tanya pada penonton dulu.

Nah, hari Senin kemarin saya mendengar Sophie berkata dengan agak keras, “Abe, abe, abeee”

Lah, saya yang sedang memasak pun seketika pengen ngakak melihat pemandangan yang ada di depan saya. Gagang mainan othok-othok Sophie tersangkut di jendela. Othok-othok? Itu lho, mainan jaman dulu yang ada kaleng susu bekasnya, yang kalau didorong potongan bambu kecil yang ada di sebelah bawah kaleng akan memukul kaleng, sehingga berbunyi. Setelah berhasil menahan tawa, saya jadi pusing sendiri. Bagaimana caranya menjelaskan pada anak dua tahun bahwa apa yang dia lihat di film itu tidak selalu bisa diterapkan dalam real life-nya?

Jadi begini lho, mainan Sophie terjepit jendela. Sophie meniru apa yang dilihatnya dalam Dora the Explorer. Ketika ekor Boots terjepit kerang, atau baby red fish tercaplok ikan besar, maka Dora akan meminta kerang dan ikan besar untuk membuka cangkang dan mulutnya dengan berkata ABRE, which means OPEN in English. Sophie mengatakan ABRE untuk melepaskan othok-othoknya dari jendela.

Saya asli bingung bagaimana menerangkan tentang film vs real life ini. Karena buntu, saya akhirnya mendekati Sophie sambil bilang,

“Mainan Sophie terjepit jendela ya?”

“Iya Ma”

“Kalau terjepit, diangkat dulu sedikit, terus diputar, baru ditarik”, kata saya sambil mempraktekkan apa yang saya katakan

“Ayo ditarik sekarang, Bisa Soph?”

Saya tidak yakin apa yang saya lakukan benar. Saya memilih untuk menyelesaikan masalah yang ada (terjepit), dan menunda untuk membicarakan tentang kenapa apa yang dilihat Sophie di film tidak bisa diterapkan di dunia nyata. Harus banyak belajar memang ya 🙂

Btw, adakah yang tahu sejak usia berapa anak bisa diajak ngobrol tentang hal-hal seperti ini?

Advertisements