Uncategorized

Hari Terakhir Tahun Ini

Hari terakhir tahun 2011 ini terasa bagai tamparan bagi saya. Mendapati bahwa salah satu celana andalan saya tidak bisa diresletingkan *dan tawa setan suami, terima kasih lho, Papa :l* dan jarum timbangan yang menunjuk angka 53 itu beneran getir.

Sekilo sebulan sejak Juni, mengapa saya ikutan bersaing dengan pertambahan berat badan bayi baru lahir yak?

Officially, resolusi saya untuk 2012 adalah mengembalikan jarum timbangan ke kiri. 49 kg sudah cukup buat saya. 47 kg adalah bonus luar biasa.

2012, please be kind to me.

Uncategorized

Salah satu aktivitas sambilan favorit saya di lab adalah menelusuri lorong waktu. Namanya ajaib ya, hehe… Padahal sih yang saya lakukan adalah membuka youtube, terus memasukkan nama salah satu penyanyi yang pengen saya dengarkan suaranya. Dan seharian itu saya terus menerus melihatnya, mulai dari debut perdananya sampai single-nya yang terakhir. Dan, perjalanan karir seorang penyanyi selama sekian tahun itu merupakan contoh nyata dari evolusi. Menyenangkan sekali menyimak perubahan penampilan Paula Abdul. Atau transformasi Chris Daughtry dari audisi pertamanya di American Idol sampai menjadi frontman Daughtry yang kita kenal hari ini.

Akhir-akhir ini saya tertarik dengan lagu-lagu versi cover. Jelas kalau urusan meng-cover lagu orang lain, Boyce Avenue juaranya. Saya suka hampir semua lagu yang mereka nyanyikan. Favorit saya adalah lagu-lagu yang aslinya dinyanyikan oleh penyanyi wanita. Umbrella-nya Rihanna, Rolling to the Deep-nya Adele, Firework-nya Katy Perry dan Bleeding Love-nya Leona Lewis, misalnya. Entah kenapa perpaduan suara Mas Alejandro dan aransemen barunya jadi enak sekali didengar.

Favorit saya yang lain adalah Here Without You-nya 3 Doors Down, Superman-nya Five for Fighting, juga Iris-nya Goo Goo Dolls.

Boyce Avenue ini banyak meng-cover lagu-lagunya Coldplay. Tidak jelek sih, tetep enak didengar dan memberikan nuansa yang berbeda. Tapi buat saya yang sudah tersihir luar dalam sama pesona Chris Martin, dengan sepenuh hati menyatakan bahwa versi originalnya lebih nendang 🙂

Nah, kalau You and Me-nya Lifehouse dan Everything You Want-nya Vertical Horizon itu adalah lagu-lagu yang juga lebih enak versi originalnya. Kenapa? Karena Boyce Avenue kurang terasa menye-menye-nya disini, haha….

Eh, ini ada satu komentar hilarious di video Only Girl (in the World)-nya Rihanna:

every artist must be like “I hope that Boyce Avenue doesn’t make a cover of one of our songs. Everyone will like their version way better.”

Haha….

Gara-gara seneng ngubek-ubek lagu versi cover ini, saya baru tahu ada istilah youtube artist. You bet its meaning 🙂

PS: ada lagi satu tukang cover yang saya suka, Derik Nelson. Lagu yang dicovernya belum sebanyak Boyce Avenue. Favorit saya adalah Gravity-nya Sara Bareilles. Better than the original version 🙂

jalanjalan, sophiesibatita

Sophie di Purbayasa

Weekend kemarin kami dikunjungi Mbah Kendal dan keluarga Mas Dika dari Semarang. Sophie suka sekali bertemu dengan sepupu-sepupunya. Dari awal Sophie langsung mau bermain sama Mas Dika dan Mbak Natul, tapi kalau sama Mbah, Mas Iwan dan Pakdhe – Budhe masih belum mau.

Hari minggu pagi kami bermain ke Purbayasa, lagi. Sophie seperti biasa amat exited di awal, melihat burung dan ikan. Tapi setelah selesai mengitasi Taman Unggas antusiasmenya menurun: perpaduan antara lapar *nah, lapar kan Soph kalau terlalu sering menolak makan?* dan ngambek karena tidak saya ijinkan bermain perosotan di Play Ground dekat danau yang basah akibat sisa hujan malam sebelumnya.

Setelah negosiasi sama Papa, akhirnya Sophie main perosotan di Play Ground yang dekat akuarium. Yang ketempuhan ya Papa, menangkap Sophie sebelum dia menyentuh tanah. Kenapa? Karena air sisa hujan menggenang tepat di bawah ujung perosotan, hahaha…

Setelah semua pulang, Sophie sempat mewek-mewek memanggil-manggil Mas Dika dan Mas Iwan. Sophie baru berhenti ngrengik menanyakan sepupunya setelah makan setengah porsi mie ayam Padamara. Kombinasi lapar dan sendu karena tidak mau ditinggal sendiri itu memang pedih ya Soph, hahaha…

Uncategorized

Weekend kemarin kami dikunjungi Mbah Kendal dan keluarga Mas Dika dari Semarang. Sophie suka sekali bertemu dengan sepupu-sepupunya. Dari awal Sophie langsung mau bermain sama Mas Dika dan Mbak Natul, tapi kalau sama Mbah, Mas Iwan dan Pakdhe – Budhe masih belum mau.

Hari minggu pagi kami bermain ke Purbayasa, lagi. Sophie seperti biasa amat exited di awal, melihat burung dan ikan. Tapi setelah selesai mengitasi Taman Unggas antusiasmenya menurun: perpaduan antara lapar *nah, lapar kan Soph kalau terlalu sering menolak makan?* dan ngambek karena tidak saya ijinkan bermain perosotan di Play Ground dekat danau yang basah akibat sisa hujan malam sebelumnya.

Setelah negosiasi sama Papa, akhirnya Sophie main perosotan di Play Ground yang dekat akuarium. Yang ketempuhan ya Papa, menangkap Sophie sebelum dia menyentuh tanah. Kenapa? Karena air sisa hujan menggenang tepat di bawah ujung perosotan, hahaha…

Setelah semua pulang, Sophie sempat mewek-mewek memanggil-manggil Mas Dika dan Mas Iwan. Sophie baru berhenti ngrengik menanyakan sepupunya setelah makan setengah porsi mie ayam Padamara. Kombinasi lapar dan sendu karena tidak mau ditinggal sendiri itu memang pedih ya Soph, hahaha…