Uncategorized

Ketika Sophie masih di Surabaya, jalan kaki pagi-pagi demi sepincuk pecel 🙂

Advertisements
Uncategorized

Sophie 29 Bulan

Beneran deh, mengurus anak itu adalah serangkaian ups dan downs yang berkesinambungan, sama seperti semua hal yang ada di dunia ini. Makanya kalau semuanya lagi kacau balau, tidak perlu dibawa stress. Sebaliknya, kalau lagi pinter-pinternya, tidak perlu dibuat sombong. Karena semuanya ada masanya tersendiri.

Jadi, sejak minggu lalu semua  hal yang saya keluhkan dari Sophie sebelumnya menemukan titik balik. Si nona kecil yang mogok makan sekarang mau makan, lahap. Bisa menghabiskan satu mangkok pepaya potong. Maunya makan siang dengan penampakan sendok yang identik dari satu suapan ke suapan selanjutnya: nasi dicampur bayam dengan topping sepotong kecil wortel. Berinisiatif minta jus sama Papa. Membuka kulkas melihat selai nanan terus minta roti bakar. Dan mau mengunyah bebek goreng. Alhamdulillah…

Terus, masalah tidur juga selesai dengan sendirinya. Weekend kemarin, jam 12 sudah tidur siang lho. Tanpa drama. Digendong Papa langsung merem. Tidur malam juga OK, jam setengah delapan sudah minta tidur. Iya, Sophie yang minta tidur! Sampai kasur langsung pasang posisi berdoa, minta susu, air putih, terus gulang-guling, peluk-peluk, garuk-garuk, gesek-gesek kaki, satu jam kemudian tidur. Alhamdulillah….

Better in time, indeed 🙂

Eh ya, Sophie sekarang lagi suka berbicara dengan menggunakan lawan kata dari yang disampaikan lawan bicaranya (?) Nggelibet ya, kalimat saya sebelum ini? 🙂

Jadi misalnya ini ya, kami di jalan lihat dokar yang tertinggal di belakang motor kami.

“Kuda di belakang ya Mama”

“Iya, karena jalannya pelan-pelan Soph, jadi di belakang”

“Kuda tidak jalan cepet-cepat seperti motong”

Motong is motor 🙂

Contoh lain, Sophie lagi berendam mandi sambil main sabun.

“Sophie, sabunnya sedikit saja ya”

“Iya Mama, Usyi sabunnya tidak banyak-banyak”

😀