Uncategorized

The Avengers

Bagi saya, the Avengers yang saya tonton tadi malam itu spesial karena dua alasan. Yang pertama, memberikan pergantian suasana hati. Saya yang baru saja menginap dua malam di lab, kemudian pas pulang ke kos mendapatkan SMS yang menghancurkan semangat, jelaslah pergantian suasana ini menyenangkan. Dari memandang ratusan vial, berganti memeluk guling sambil merana, trus melihat keramaian dan disuguhi pemandangan pria ganteng macam Clint Barton. Gradien positif!

Image

Alasan kedua, gradien yang juga positif dalam hal kualitas film yang saya tonton. Dua film terakhir yang saya tonton sebelum the Avenger adalah John Carter yang ceritanya anak-anak sekali, kemudian Wrath of the Titan yang minta ampun jeleknya. Seorang teman nyukurin, kok ya film-film tidak jelas seperti itu ditonton. Ya gimana dong, saya kalau lagi patah hati di Surabaya ya pelariannya nonton. Mana bisa saya menyinkronkan patah hati saya sama jadwal pemutaran film di XXI?

Yang saya sukai dari film ini adalah unsur humornya. Banyak momen yang mengundang tawa dari awal sampai akhir film ini. Mulai dari tokoh yang sedari sananya diciptakan konyol seperti Tony Stark, hingga yang bawaannya serius seperti Bruce Banner. Saya juga suka bagian manusia dari masing-masing superhero itu. Dan ya, yang paling mencuri perhatian saya adalah Agent Barton alias Hawkeye yang, hmmm, dilihat dari sisi manapun ganteng 🙂

Tapi entah kenapa, seringkali saya seperti sedang menonton film lain kemarin. Seperti melihat Sherlock Holmes saat Tony Stark mulai ngaco. Ih, ini Sherlock Holmes, Tony Stark atau Robert Downey Jr. sih. Juga ketika Hawkeye muncul, saya tertukar-tukar antara Agent Barton, William Brandt, Jeremy Renner atau malah Daniel Craig? Kacau ya kepala saya?

Menghibur, kok. Sila kalau mau nonton. Cuma jangan seperti emak-emak cantik yang duduk disebelah saya ya nontonnya, yang membawa balita dan anak usia SDnya. Ya diadaptasi dari komik sih, cuma kan tidak semua komik bisa ditonton anak-anak. Be wise 🙂