Uncategorized

Usyi Iyina. Iyina SOFIA Hamad.

Papa: Itu Mickey Mouse. Ini Sophie Mouse ya?

Sophie: Bukaaan. Ini Usyi Iyinia!

P: Oh, Sophie Illiyina. Nama lengkapnya siapa dong?

S: Iyina SOFIA Hamad

P: Kalau nama Papa siapa?

S: Alwani Hamad

P: Kalau Mama?

S: A…. Aaa… Aaa…

P: Dwi Har…

S: Tanti!

Jadi, Sophie itu sudah bisa bilang SOFIA. Harusnya melafalkan namanya berubah jadi Sophie kan ya, bukannya Usyi terus seperti saat ini. Tapi ya terserah deh Nak sukanya bagaimana.

Terus, kenapa juga paling susah mengucapkan nama saya? Dulu awal-awal bicara mam, pooh, nen, dan num duluan yang keluar. Bisa bilang Mama-nya belakangan. Sekarang juga juga hafal nama Papa duluan. Nasib.

Advertisements
Uncategorized

Kantor Kecamatan Kembaran Hari Minggu Lalu

Saya suka sekali dengan foto-foto ini. Saya mengambilnya minggu lalu di Kantor Kecamatan Kembaran, saat kami menjemput Sophie yang sedang mengikuti lomba dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional 2012 di sana. Sophie bertanding di lomba mengambil biji-bijian. Sophie sama sekali belum paham tentang konsep lomba sih. Dia tahunya bermain bersama teman-teman dan ibu Yani, dan itulah yang dia dapatkan. Bermain dengan seru. Kata Bu Yani, Sophie menuangkan kembali biji-biji yang sudah dimasukkannya dalam botol ke tampah kembali, dengan senyum lebar di wajahnya. Dan itulah yang terpenting buat kami 🙂

Kami tidak melihat perlombaannya karena kami diminta menjemput Sophie jam 11.00 oleh pihak sekolah. Tapi am 10.00 kami sudah menjemputnya. Kami berpikir Sophie yang sudah selesai berlomba pasti capek dan ngantuk, yang artinya ekivalen dengan cranky-cranky yang pada akhirnya akan merepotkan Ibu Yani yang mungkin masih harus mendampingi anak lain berlomba. Dan benar saja, ketika kami datang Sophie sudah selesai, dan dia duduk manis di dekat tukang balon bersama Ibu Yani dan teman-temannya yang belum di jemput, sementara anak yang sudah dijemput memegang balon masing-masing. Ternyata balita dimana-mana itu sama saja ya, suka bener sama balon. Saya sungguh salut sama Ibu Yani dan guru-guru lain yang bisa membuat anak-anak duduk manis tanpa merengek di saat mereka pengen balon. Keren.

Sophie meminta balon berbentuk helikopter dengan gambar angry birds sebagai penumpangnya. Lihat nih wajah bahagianya saat memainkan balon 🙂

Hari Anak Nasional 2012

Balon tersebut akhirnya terbang karena terlepas dari pita pengikatnya. Sophie tidak nangis lho, dia bilang ke saya, Ibednya terbang. Tidak apa-apa. Ibed adalah angry birds dalam pelafalan Sophie. Jauh ya 🙂

Ternyata, kami menemukan banyak sekali ibu-ibu yang super heboh dengan perlombaan ini. Seorang kenalan saya membawa ayah dan keempat anaknya, termasuk yang baru setahun umurnya, untuk menyuporteri anak ketiga dan keduanya yang ikut berlomba.  Ibu-ibu yang lain sibuk menegur kenapa anaknya sampai kalah. Beberapa guru juga menganggap event tersebut terlalu serius, sampai mencari-cari kambing hitam atas kekalahan siswa didiknya. Sebenarnya anak-anak itu berlomba untuk siapa sih ya? Heran saya. Saya merasa lega bahwa saya tidak melihat ada orang tua siswa ataupun guru dari Sinar Mentari yang berperilaku semacam itu. Ya, tidak sehat buat perkembangan anak saja sih menurut saya.

Ini adalah satu dari sedikit Bapak yang terlihat di arena penjemputan lomba. Balon-balon itulah yang berhasil menghebohkan balita se Kembaran raya. Ibu-ibu dan anak-anak itu adalah guru, orang tua dan anak-anak Sinar Mentari yang belum dijemput oleh orang tuanya. Sophie-nya mana? Tentu saja sedang berlarian memainkan balon ibed-nya 🙂

Hari Anak Nasional 2012