Uncategorized

Sophie 32 Bulan

Kalau ada yang bertanya Sophie sekarang sudah bisa apa, maka jawaban saya adalah sudah bisa rebutan sama saya. Dua hal yang paling sering kami perebutkan adalah bros bunga dan Papa. Hahaha…

Sophie suka sekali bros bunga. Kalau saya ada di rumah, dia akan meniru saya, memasang bros bunga di kerudungnya. Kadang satu tidak cukup, bisa dua bros dicentel di kerudung mungilnya. Kalau melihat bros yang baru saya bawa dari Surabaya langsung heboh anaknya.

“Ini bagus, Mama”

“Iya Soph , bagus ya”

“Ini bos Usyi”

“Bukan, ini punya Mama”

“Punya Usyiii”

“Mama, ah”

“Bukaaaaan, punya Usyi”

Hahaha…..

Kalau sudah begini Papa cuma bisa geleng-geleng kepala sambil berucap, “No comment, deh. Kalian ini”

Yang lebih nggemesin, Sophie itu maunya selalu jadi pusat perhatian. Tidak mau tidak dilibatkan dalam pembicaraan. Jadi kalau saya terlalu asyik berbincang dengan Papa via telpon, setelah beberapa menit Sophie akan mulai bikin ulah. Kadang merajuk, kadang merebut HP terus ditaruh dibawah bantal, dilempar ke bawah sofa, atau kemana saja yang dia mau. Jadinya kalau telpon itu yaa harus sedikit-dikit ngobrol dengannya. Padahal ya, Sophie itu paling suka ngacangi saya kalau lagi ditelpon. Saya cerita atau tanya apa, dianya sibuk ini itu. Minta main apa lah sama Papa, sementara saya menunggu di telpon mendengarkan suara berisik mereka. Biasanya, setelah lima menit saya yang akan berteriak,

“Tuh kan, minta ditelpon giliran ditelpon Mama dianggurin”

Jelas kan ya, sifat Sophie yang tidak mau tidak dilibatkan ini diturunkan dari mana, hahaha…

Advertisements
Uncategorized

Catatan Kecil tentang Menjadi Ibu

Saya belum lama menjadi ibu, baru selama 2 tahun 8 bulan 4 hari. Masih seiprit lah ya pengalaman saya dibandingkan dengan ibu saya ataupun ibu-ibu lainnya dengan jam terbang yang jauh lebih tinggi. Seperti halnya dalam aspek kehidupan yang lain, menjadi ibu pun penuh dengan aspek naik turun, yang mana semua itu memberikan sesuatu untuk saya pelajari.

Dalam rentang waktu tersebut, saya mengikuti pertumbuhan dan perkembangan si bayi gemuk yang suka klugat-kluget ini

Image

menjadi batita penyayang kucing yang (masih saja) tidak bisa diam ini

Image

Satu hal yang saya sadari, bahwa saya juga tumbuh bersama Sophie. Ada masanya saya merasa pertumbuhan saya lebih lambat dibandingkan Sophie, tapi intinya pertumbuhan tersebut ada. Dan ya, pertumbuhan saya ini lah yang akan saya sampaikan pada post ini.

Memiliki Sophie itu di satu sisi rasanya mirip seperti hal-hal lain yang saya miliki: diawali dengan antusiasme yang luar biasa. Sekarang, saat membaca kembali rekaman masa-masa awal memiliki Sophie, sejak masih di dalam perut saya dulu, saya bisa tersenyum geli sendiri. Yes, I was a kind of rabid mama once. Yang punya obsesi setumpuk, mulai dari ASI eksklusif, MPASI rumahan, popok kain, pengobatan rasional, dana pendidikan, daaan seterusnya. Bukan sesuatu yang buruk sih, sama sekali bukan. Toh semua itu ditujukan untuk kebaikan Sophie. 

Dari sudut pandang saya, yang saya dapatkan dari semua itu adalah kepuasan pribadi. Puas dan bangga bahwa saya bisa melakukan ini itu demi yang terbaik (menurut saya) untuk anak saya. Kalau dari sisi Sophie ya alhamdulillah, dia mendapatkan apa yang menjadi haknya, yang semoga menjadi dasar yang baik untuk kesehatan dan masa depannya.

Seiring berjalannya waktu, saya belajar dari sana-sini. Membaca situs parenting ini-itu, melihat kehidupan nyata di lingkungan saya, dan mengevaluasi apa yang sudah berjalan. Dan saya sampai pada suatu titik bahwa seharusnya saya bisa lebih santai. Iya, yang saya usahakan niatnya baik, eksekusinya juga mungkin baik. Cuma ya, cara saya yang mungkin terlalu sok iye. Yah, namanya ibu baru kan ya, songong atas predikat  yang baru saja dimilikinya.Tapi saya bisa melakukannya dengan lebih santai. Seharusnya.

Sekarang, nampaknya saya mulai bergeser menjadi lousy mama. Saya dua kali membelikan baju yang tidak bisa dipakai Sophie karena kekecilan. Sophie makan nasi putih sama abon saja. Sophie minum susu kotak bisa sampai 5 kotak setiap harinya. Dan masih banyak hal yang bisa saya tambahkan ke daftar ini. Tidak, saya tidak bangga dengan keadaan ini. Tapi saya juga tidak malu atasnya. Saya menerimanya sebagai suatu realita. Bukan sesuatu yang ideal, tapi tidak membahayakan asal tidak berlebihan. Tidak apa-apa, kalau kata Sophie.

Begitulah, proses yang berjalan membuat saya berubah. Kalau nanti saya diberi kesempatan untuk hamil dan membesarkan anak lagi, maka saya akan memulainya dengan menjadi ibu yang PD. Tentang gayanya ya biarkan mengalir saja. Yang namanya parenting itu kan sesuatu yang cair ya seharusnya, dimana ayah, ibu dan anak sama-sama nyaman menjalaninya. Bukan tentang opsi kaca mata kuda yang lurus menatap kedepan dengan mengabaikan apa yang ada di kiri kanannya, yang menyalahkan semua hal yang bukan pilihannya.

Btw, senang sekali sekarang sudah Jumat siang 🙂