Uncategorized

Setahun Berlalu

Tidak terasa, tahu-tahu sudah setahun berlalu sejak Sophie boyongan ke Purwokerto. Setahun sudah saya jadi lajang sementara dan bolak-balik Purwokerto – Surabaya, Papa menjadi temporary single parent, dan Sophie kembali ke Sinar Mentari….

Menjalani kehidupan keluarga kocar-kacir macam saya ini bukanlah sesuatu yang mudah. Tapi, juga tidak sesulit yang kita bayangkan sebelum menjalaninya. Ada naik turunnya, tentu saja. Yang terpenting adalah bahwa ada banyak hal yang sudah kami pelajari selama menjalani babak ini. Bukan pilihan yang mudah, tetapi dengan beberapa pengaturan kami bisa menjalani semua ini. Dari sekian banyak faktor yang mempengaruhi, saya bisa menjalani episode ini terutama karena Sophie dan Papa.

Sophie itu anak yang hebat. Dia sama sekali tidak pernah menangis ataupun merengek setiap kali saya pamitan mau ke Surabaya. Dia selalu melepas keberangkatan saya dengan senyum dan wajah cerianya. Sejak setahun lalu hingga hari minggu lalu, Sophie konsisten dengan hal itu, kecuali pasca lebaran tahun lalu dimana saya lupa tidak mengkomunikasikan dengan baik padanya dulu.

Sophie mengkompensasikan ketiadaan saya setiap weekdays dengan penguasaan total atas diri saya setiap weekend nya. Jadi tawanan Sophie adalah istilah yang kami gunakan untuk menggambarkan hal ini. Kurang lebih beginilah rutinitas kami: Usyi tidak sekolah, di rumah saja sama Mama. Dilanjutkan dengan Mama di sini saja, peluk-pelukan sama Usyi. Artinya saya tidak boleh masak, mandi, apalagi tidur. Just having good time with her. Setelahnya, barulah Papa mulai boleh bergabung beraktivitas dengan kami 🙂

Minggu malam, Sophie ikut mengantar ke terminal. Sophie biasanya ikut naik ke bis, pencat-pencet lampu dan AC sampai puas, lalu turun dari bis. Sophie mengulurkan tangannya untuk salim ke saya, pasang pipi minta dicium, berkata dadah Mama, lalu berbalik minta digendong  atau dituntun Papa, pulang ke rumah. Good girl, she is. Kunci dari semua ini adalah pengkomunikasian yang baik. Iya, masih sama seperti dulu. Biasanya saya mulai menyampaikan kalau saya akan ke Surabaya sejak Sabtu sore, dan terus mengulangi hal tersebut hingga menjelang keberangkatan saya. Sophie di hari Sabtu biasanya masih belum mau menjawab, diam saja kalau saya pamiti. Nah, baru deh hari minggunya, setelah dia merasa puas bermain dengan saya, barulah dia bilang iya setiap kali saya pamiti.

Papa juga tidak kalah hebat. Papa membuat saya tenang dengan semua hal yang ada didirinya. Papa memastikan bahwa Sophie berada dalam pengasuhan di tangan yang baik, mencukupi kebutuhan Sophie dan mengurus dirinya sendiri dengan baik selama saya tidak di rumah. Bahkan saat saya di rumah pun, ketika saya sedang mesra-mesraan dengan Sophie (atau dengan kata lain, saat saya jadi tawanan Sophie), Papa akan melakukan hal-hal yang tidak bisa saya kerjakan. Mulai dari memasak sampai mencuci, apapun. Papa selalu berusaha membuat saya untuk tidak mengkhawatirkan Sophie dan dirinya ketika saya tidak di rumah, singkatnya. Keren ya, suami saya 🙂

Sophie dan Papa, setahun dan dua hari yang lalu. Yang satu tambah berbobot, yang lain rambutnya bertambah tebal. Love them both, a lot 🙂

Setahun berlalu, dan saya belum bisa melihat akhir dari episode ini. Masih butuh banyak usaha dan doa untuk bisa kumpul bersama Sophie dan Papa sebagai satu keluarga yang utuh. Masih harus menguatkan hati setiap harinya. Tapi, kami sudah berhasil menjalani setahun ini. Ini sudah lebih dari cukup untuk percaya bahwa kami juga akan berhasil menyelesaikannya. Dengan baik, semoga 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Setahun Berlalu”

  1. Acung jempol dulu deh buat keluarga kecil mba tan & mas al, semoga Jay pun bisa “meniru” kekompakan kalian karena Jay juga sedang belajar membina rumah tangga, salam buat mas al & si kecil sophie ya mba.

    1. Jay, apa kabar? Kita sama-sama belajar ya, kami ini juga masih sering meraba-raba kok, mencari bentuk yang paling nyaman buat kami. Kalau kami, yang penting dimulai dengan PD, suami yang PD, istri yang PD, selanjutnya tinggal belajar deh nyamannya bagaimana… OK, salamnya ntar aku sampaikan ya. Salam buat istri 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s