Uncategorized

Salahkan Gaya Hidup Saya

Semuanya berawal dari bisik-bisik iseng Papa ke Sophie ketika mereka melihat saya menyeberang jalan hari Sabtu lalu. Bisikan yang ditanggapi Sophie dengan tawa.

“Mama gendut ya Soph”

Jadi maksud tawanya mengiyakan pernyataan Papa ya Soph?

Terus, waktu kami peluk-pelukan, Sophie berdiri di bangku dan saya berdiri, Sophie mengatakan hal yang paling tidak ingin saya dengar darinya,

“Perut Mama gendut!”

Tidak mau dicap gendut sendirian, saya kemudian menanyakan padanya apakah dia merasa gendut. Jawabannya singkat dan jelas. Nggak.

“Papa gendut tidak?”

“Papa nggak gendut”

Papa yang merasa menang kemudian bertanya, apakah dirinya enak dipeluk. Sophie menjawab iya.

Baiklah, mulai detik itu dimata Sophie Mama = gendut  dan Papa = enak dipeluk. Asal tahu saja Papa ya, bahwa enak dipeluk itu adalah level diatas gendut. Sip.

Siangnya, saya merayu Sophie agar mau diajak jalan-jalan. Sophie lagi mabok Dora the Explorer, yang membuatnya tidak mau diajak jalan-jalan. Tapi ya, sekalinya mau diajak keluar, Sophie tidak mau diajak pulang. Hihihi, mirip siapa coba?

“Nanti kita jalan-jalan yuk Soph?”

“Mau ke mana, Mama?

“Mau ke toko, beli celana buat Mama”

“Celana Mama kenapa, sobek?

“Tidak sobek kok. Mama kan sekarang gendut, jadi celana Mama kekecilan, tidak enak dipakai lagi”

“Hahaha, Mama kayak dedek bayi saja, celananya kekecilan”

Errrrrr, saya dianalogikan dengan dedek bayi masa 😀

Kemudian, pas lagi main-main di kasur tiba-tiba Sophie bertanya,

“Perut Mama gendut, ada dedek bayinya ya?”

“Belum, ini belum ada dedek bayinya. Sophie mau adik?

“Mau Mama”

Kejutan, ini untuk pertama kalinya Sophie bilang mau punya adik. Biasanya kalau ditanya selalu bilang tidak mau, katanya Mama untuk Usyi saja. Saya yang sukses terkejut kemudian menanyakan preferensi Sophie terhadap jenis kelamin calon adiknya. 

“Mau yang seperti Adik Beryl atau Adik Kayla?”

“Kaya Adik Kela. Tapi adik bayi Usyi dulu, adik bayi Mama nanti saja”

Heh, saya mlongo kan ya, ini maksudnya apa sih ya anak saya ini….

“Usyi punya adik dulu dari perut Usyi, kalau sudah baru Mama punya adik dari perut Mama”

Oalah, jebule dirimu belum paham konsep adik, anak, hamil, melahirkan dan seterusnya ya Soph? Hihihi. Tiwas Mama GR 🙂

Absurd bener ya percakapan kami. Tapi percayalah, yang paling absurd itu adalah Papa. Ketika Sophie kembali menjelaskan keinginannya tentang punya adik (yang seharusnya anaknya sih, sebenarnya), Papa langsung berkomentar,

“Nanti kalau punya adik beneran, adiknya jangan dieksploitasi ya Soph”

Jelas sudah dari mana Sophie belajar tentang hal-hal ajaib dalam pembicaraan sehari-harinya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s