Uncategorized

It is felt like…

It is felt like diving in a deep end, with your limited oxygen supply. Suffocated

The adrenalin level in my circulatory system is off chart, spiked by the unanticipated reality.

Oh, have i told you that i am waiting for the bomb to explode? I know it surely will explode, I just don’t know the exact time. It’s unnerving. Just like what every citizen of Gotham City feel when they are under Bane’s terror.

They are just too much for this old and tired body.

***

Dalam kondisi seperti ini, memikirkan Sophie dan Papa adalah terapi yang ampuh buat saya. Memberikan alasan buat saya untuk bertahan. Membuat saya percaya bahwa selalu akan ada jalan keluar. Ada mereka di ujung segala hiruk pikuk ini, menunggu saya.

Image
Foto ini saya ambil saat kami sedang jalan-jalan berdua untuk pertama kalinya minggu lalu, hanya Sophie dan saya. Rempong tapi seru. Semoga saya menemukan cukup energi untuk menuliskan tentang jalan-jalan seru kami ya 🙂

Pelajaran yang saya dapatkan dari sesi yang amat menguras energi seminggu terakhir ini adalah bahwa mulut kita adalah aset yang memiliki efek luar biasa, sehingga kita harus mampu menjaganya. Satu sesi marah-marah mungkin hanya 10-15 menit buat kita, tapi bisa juga berarti sekian hari pusing bagi yang menerima luapan amarah kita. Dan ketika pusing, percayalah bahwa tidak ada satupun pekerjaan yang bisa dilakukan dengan benar.

Still, the time is ticking and i know the bigger explosion, your anger, will come over me.

Dan saya berdoa semoga saya diberi banyak kekuatan dan kesabaran untuk menghadapinya.

Advertisements