Uncategorized

Empat Tahun Bersamamu…

Sejak dua hari lalu Facebook mengingatkan saya kalau sebentar lagi adalah ulang tahun pernikahan kami  yang ke empat. Tidak terasa sudah empat tahun berlalu sejak Papa melihat tangis saya untuk pertama kalinya pas akad nikah dan saya melihat mimiknya  yang sukar didiskripsikan saat melihat saya dirias menjelang resepsi pernikahan. Takjub melihat rambut saya untuk pertama kalinya, mungkin? 🙂

Empat tahun. Empat puluh delapan bulan. Tapi kebersamaan kami secara fisik tidak lah selama itu. Setelah menikah sebelum Papa berangkat ke Bangkok kami punya  10 minggu untuk pacaran secara intensif. Saya mengunjunginya 2 kali, total selama 6 minggu. Papa pulang ke Purwokerta mungkin kalau dijumlah ada 12 minggu. Setelah itu, kalau diasumsikan setiap minggu kami bersama selama dua hari, maka jumlah hari kebersamaan kami adalah  2 hari x 4 minggu x 12 bulan x 2 tahun = 192 hari, yang ekuivalen dengan 27 minggu. Kalau liburan, bolos dll ditambahkan, boleh lah ya dibulatkan jadi 30 minggu. Jadi, total kebersamaan fisik kami adalah 10 + 6 + 12 + 30 = 58 minggu. 14,5 bulan.  Setahun lebih, ternyata.

Wow, hasil hitungan ini mengejutkan saya. Ternyata kami lama juga bareng-barengnya. Setahun lebih. Lebih dari sekedar lumayan 🙂

Satu kata yang bisa saya sampaikan untuk menggambarkan pernikahan saya adalah beruntung. Iya, saya beruntung memiliki seorang suami seperti dirinya. Suami yang selalu memahami saya  apa adanya, dengan segala kelebihan dan kekurangannya.  Bagaimana saya tidak beruntung, coba? Di mata suami, saya yang memakai daster dan mengerjakan pekerjaan domestik itu seksi. Setiap hal kecil yang saya lakukan suami apresiasi dengan ucapan terima kasih, even the simplest one. Papa merawat Sophie dan memastikan semuanya berjalan dengan baik saat saya di Surabaya, sehingga saya tidak perlu mengkhawatirkan apapun yang saya tinggalkan di Purwokerto. Dan masih banyak hal yang bisa saya tambahkan ke daftar ini. I am lucky, indeed.

Banyak hal yang telah kami lewati dalam empat tahun ini. Tidak seluruhnya indah dan menyenangkan, beberapa diantaranya harus kami jalani dengan sesenggukan. *Kami? Saya saja kali! Hahaha* Dan saya percaya, masih akan banyak hal serupa menghiasi perjalanan pernikahan kami.

Untuk tahun ini, saya memilih I Need Some Fine Wine and You, You Need to Be Nicer –nya The Cardidans sebagai theme song anniversary keempat ini. Bukan, bukan masalah berantem tanpa hentinya ya, tapi saya menyukai betapa real-nya bagian ini:

It’s the good times that we share and the bad times that we’ll have. It’s the good times and the bad times that we had.

Because, as I ever said once, love for us is about coping changes in life together. We’ll be fine through those good and bad times. Kami akan berusaha untuk itu. Dan berdoa semoga Allah memudahkannya.

Image
Seminggu menjelang 4 tahun usia pernikahan penghuni rumahliliput. Menunggu buka puasa di alun-alun, Sophie naik odong-odong, kami centil-centilan sesorean 🙂

 

Terakhir, sebagai pengingat diri sendiri, pernikahan itu bukan hanya tentang anak. Kami memang harus belajar banyak demi catch up tumbuh kembang Sophie, tapi sama sekali tidak boleh melupakan urusan sayang-sayangan sama suami. Keduanya sama pentingnya.

Advertisements