Uncategorized

Kenapa Mengintip Tidak Baik?

TPA Sophie sudah mulai libur sejak tanggal 13 Agustus lalu. Karena kantor suami masih masuk dan kami (atau saya saja, ya?) tidak tega meninggalkannya berdua dengan mbah Sainah di rumah, Sophie beberapa hari ikut suami ke kampus. Tidak seharian penuh, tentu saja, hanya beberapa jam saja. Kebetulan kan kegiatan akademik belum aktif kemarin-kemarin itu.

Hari Kamis, kalau saya tidak salah, jaringan internet di kampus sedang down. Padahal, suami perlu mengirimkan berkas yang sifatnya mendesak. Akhirnya mereka berdua ke Warnet. Standar lah ya awalnya kegiatan Sophie di warnet, lihat-lihat youtube. Ketika suami sedang menulis email, Sophie mulai memanjat-manjat sofa dan mengintip kubikel sebelah.

“Papa, Usyi mau lihat yang itu”

“Lihat apa, Soph?”

“Yang seperti sebelah. Usyi mau lihat yang tidak pakai baju”

Suami kontan terloncat dari tempat duduknya. Antara kaget dan bingung. Lah bagaimana tidak shock tiba-tiba mendapati toddlernya melongok-longok kubikel tetangga yang sedang menonton film porno dan minta menonton hal yang sama, coba?

Suami lalu meminta Sophie duduk dan mulai mencarikan video yang mungkin bisa memenuhi keingintahuan Sophie di youtube, yaitu tentang bayi yang telanjang.

“Ini Soph, yang tidak pakai baju”

“Bukaaaan, Papa”

“Ini kan tidak pakai baju”

“Usyi tidak mau adik bayi. Maunya YANG TIDAK PAKAI BAJU, SEPERTI ITU”

Suara Sophie yang stereo nampaknya semakin membuat suami panik. Suami kemudian buru-buru mengajak Sophie pulang. Padahal, emailnya belum selesai dikirim lho. Sophie yang kesal karena keinginannya tidak terpenuhi (dan juga terimbas kepanikan suami) akhirnya menangis.

Setengah jam kemudian, sambil menemani Sophie yang sedang makan mie, suami menelpon dan menceritakan hal ini pada saya. Dada saya ikutan nyaris meledak karenanya. Tapi kata suami, Sophie sudah rileks, nyaman dengan makanannya dan nampaknya lupa dengan apa yang tadi dilihatnya. Semoga saja.

Gara-gara kejadian ini, saya jadi baca sana-sini. Setelah menemukan link ini saya jadi lumayan lega.

I want to assure you that every child who views pornography will not necessarily be affected and, at worst, traumatized in the same way. The effects of pornography are progressive and addictive for many people.

Saya dan suami memilih untuk pasif dalam menghadapi ini, dalam artian kalau Sophie suatu saat ingat dan menanyakannya, maka kami akan menjawabnya. Sesederhana mungkin, menyesuaikan bahasa Sophie. Tapi kami berharap bahwa Sophie tidak akan ingat akan hal ini. Yaaa, pusing mak menjelaskan hal sebesar itu tanpa memancing keingintahuan yang lebih heboh lagi nantinya.

Kami juga berusaha untuk tidak membangkitkan ingatan Sophie akan hal tersebut, yaitu dengan cara tidak mengajaknya ke warnet tersebut dan juga tidak memancing-mancing pembicaraan yang mungkin mengarah ke tidak pakai baju dan seterusnya. Di umurnya yang sekarang ini ingatan Sophie biasanya terkait dengan hal yang lain. Seperti pas lewat kampus suami, Sophie selalu ingat kalau pernah ikut jalan sehat disana, saat melihat bunga langsung mengasosisikannya dengan Rapunzel, dan sejenisnya.

Jaman sekarang ya, ada saja pengaruh dari luar yang mau tidak mau pada akhirnya akan terpapar pada anak kita. Walaupun sudah hati-hati, dijaga dan dilindungi dari pengaruh-pengaruh tersebut, ada saja jalannya menyapa. Satu hal yang kami pelajari dari kejadian ini adalah, jadi orang tua itu harus tenang dan pintar. Kepanikan dalam merespon sesuatu yang dialami anak hanya akan memperburuk keadaan.

Advertisements

1 thought on “Kenapa Mengintip Tidak Baik?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s