Uncategorized

My BIG Sophie

“Ini Rapunzel ya?”

“Bukaaaan, ini Usyi Hamad yang pake baju kaya Punzel, Mama!”

πŸ˜€

***

“Soph, Mama mau mematikan kran sebentar. Tolong maem Mama dijaga ya, jangan boleh dimakan sama kucing”

And a moment after, I overheard something from my bathroom,

“Meong mau telolnya Mama? Enak kok”

Dan ketika saya kembali, Sophie sedang tertawa-tawa menemani meongnya makan telor . Iya, dicomot dari piring saya πŸ™‚

“Sayang, tadi Mama bilang DIJAGA DARI KUCING lho, bukan DIBAGI SAMA KUCING”

“Mmmmm, tapi meongnya mau kok”

Menurut ngana? πŸ˜€

***

“Mamaaaa, Usyi minta disayang, pake ciuman jerapah tapi”

Heh, ciuman jerapah itu yang seperti apa ya?

“Itu lho Ma, kaya yang di buku Usyi”

Iya sih, di salah satu buku Sophie ada gambar jerapah besar yang menunduk dan menyentuhkan wajahnya ke wajah jerapah yang lebih kecil. Tapi tetep dong saya tidak bisa melakukan ciuman jerapah seperti apa yang diminta Sophie. Tidak terbayang.

“Mama belum tahu lho Soph seperti apa ciuman jerapah itu, Tolong Mama diajari dong”

“Begini lho Ma”

Sophie pun mencium dagu saya dengan ciuman signature-nya. Mulut yang sedikit terbuka, basah, hahaha…

Lah, mana unsur jerapahnya coba?Β  πŸ˜€

“Oh, begini ya?”

Saya mencoba menirukan ciuman Sophie sebelumnya, semirip mungkin.

“Bukan begitu, Mama. Tidak cepat-cepat seperti itu”

“Oh, yang pelan-pelan seperti ini?”

Saya pun kembali menciumnya, kali ini bibir saya lebih lama menclok di dagu Sophie. Sophiepun mengangguk sambil tertawa lebar.

“Iya, seperti itu, Mama, hahaha…”

Saya lulus ujian ciuman jerapah!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s