Uncategorized

Tidak Perlu Khawatir Lagi :)

Dulu, setelah ditelpon suami dan dikabari bahwa Sophie baru saja mengintip film porno di Warnet, saya mengirimkan email bernada panik ke Mbak Nina (@AnnaSurtiNina) si psikolog anak handal. Dalam rangka sharing, maka saya mengutip email kami di blog saya ini. Siapa tahu informasi ini berguna 🙂

Yang ini adalah email saya ke Mbak Nina:

Jadi, tadi pagi suami membawa Sophie ke kantor karena TPA sudah libur sejak Senin. Internet di kantor sedang down dan ada file yang harus suami kirim, maka beliau mengirimkan file tersebut via warnet. Di Warnet Sophie memanjat dinding kubikel dan melihat apa yang tertayang di monitor tetangga. Tidak lama, mungkin satu menit. Sophie kemudian minta pada suami untuk melihat hal yang sama
 
“Mau lihat yang seperti itu Papa. Yang tidak pakai baju”
 
Suami kemudian melongok dan langsung panik. Oleh suami dialihkan dengan menonton bayi di youtube. Sophie tidak mau. 
 
“Tidak mau adik bayi, mau yang tidak pakai baju saja”
 
Suami lalu mengajak Sophie pulang. Karena panik dan tergesa-gesa, Sophie jadinya menangis. Sekarang Sophie sudah makan, tenang bermain seperti biasanya dan tampaknya lupa dengan apa yang dilihatnya. Tapi suami dan saya yang masih gemeteran panik .
 
Pertanyaan saya adalah,
1. Apakah Sophie akan mengingat apa yang dilihatnya secara permanen? Secara umum daya ingat Sophie bagus. Dia bisa mengingat detail film anak-anak yang sudah lama ditontonnya.
2. Efek negatif seperti apa yang mungkin muncul dari pengalaman tersebut?
3. Apa yang bisa kami lakukan untuk meminimalkan efek tersebut, bila ada?
 
Demikian pertanyaan saya Mbak, terima kasih.

Dan, ini adalah jawaban dari beliau.

Dear Mb Tanti, terimakasih atas emailnya. Mohon maaf ya baru sempat reply skrg. Brkt ini sy coba jawab.

1. Daya ingat adlh kemamp kognitif. Jd mungkin saja Sophie ingat selamanya. Tp yg menentukan akan jadi apa kelak, bukan daya ingatnya saja, tp jg ada bbrp konsep psikologis lain seperti persepsi dia thd apa yg diingat, analisisnya, asosiasinya thd hal lain, regulasi / pengaturan emosinya thd apa yg diingat, dan msh bnyk lagi.

2. Efek negatif bs jangka pendek, menengah, jg panjang. Jangka pendek mgk penasaran spt yg sempat Sophie alami. Ada jg anak yg jd takut, mis krn takut diperlakukan sperti yg dilihat atau takut dimarahi. Reaksi2 tsb walaupun tidak menyenangkan, pd dasarnya wajar & normal. Jangka menengah bs jd trauma, tp tdk semua anak alami. Jangka panjang akan tgantung dr apa yg dialami di jangka pendek & menengah, jg apa yg tjd di dalam diri / lingkungan anak.

3. Utk kurangi efek buruk, betul bhw perlu dikurangi kesempatannya, mis dgn tdk ajak anak ke warnet itu lg, tp juga tak perlu bicarakan. Kalaupun dibicarakan (warnetnya), jadikan hal yg normal saja. Kalau dia ingin bertanya, dengarkan, jawab singkat saja, lalu boleh alihkan pembicaraan dgn topik2 lain. Jk Sophie msh penasaran, dengarkan, tanya apa pendapatnya, jawab singkat, lalu alihkan.

Sebetulnya kalau keseharian berjalan wajar saja, gak akan berdampak tll negatif kok. Tp kl tnyt ada perkembangan2 lain dr peristiwa ini, kabari ya Mbak.

Ah, lega sekali saya membaca jawaban Mbak Nina ini. Alhamdulillah Sophie sepertinya sudah lupa dengan apa yang dilihatnya waktu itu. Kami tidak melihat munculnya efek jangka pendek dan efek jangka menengah seperti yang digambarkan Mbak Nina, yang semoga juga tidak akan memicu munculnya efek jangka panjang.

Terima kasih, Mbak Nina ya, Allah yang membalas kebaikan njenengan yang sudah meringankan perasaan emak-emak yang sedang belajar ini 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s