Uncategorized

Catatan yang Meringankan Hati

Buka-buka buku catatan lama dan menemukan pesan-pesan dari Ibu Nor Hadiani Ismail. Beliau adalahย  Profesor Kimia Bahan Alam dari Universiti Teknologi Mara, Malaysia, yang sempat memberikan kuliah tamu di kelas saya dulu.

  • I’s not difficult, it’s just challanging.
  • It’s about losing things.
  • Imagining what if in the end your work finds something important to human kind. Bayangkan pahalanya, masih ingin surga kan?
  • You just can’t do anything. That’s why you should built your research network.
  • They took it because you are not capable. How to stop it? Learn well as they did.
  • God knows it’s such a big work to do, but you have to learn it. It will be vanished if you let them unstudied.

Oase.

๐Ÿ™‚

Uncategorized

Edisi Bengong

Long week end saya diawali dengan terjebak macet dan diakhiri dengan hal yang serupa. Saya sengaja memilih bis yang berangkat jam 18.30, dengan harapan sampai di Purwokerto jam 05.30, bisa langsung sholat ied. Harapan saya tinggal harapan semata. Berapa banyak orang yang meninggalkan Surabaya jumat sore kemarin sih? Kok rasanya banyak bener kendaraan yang menyemuti Jl. Ahmad Yani. Perlu waktu 3 jam lho dari kos saya sampai Bungurasih. Keluar dari Surabaya pun jalanan penuh sesak. Sampai Nganjuk jalanan masih rame saja. Untungnya dari Solo sampai Karanganyar bisnya bisa ngebut. Dengan kondisi jalan seperti itu, saya baru sampai Purwokerto jam 08.30. Lebih dari 16 jam di jalan.

Jumat kami belanja groceries dan kruntelan bertiga di rumah. Belanja ini kami segerakan karena sejak awal minggu lalu, setiap hari, terjadi percakapan semacam ini

“Papa, Usyi minta jajan ijo-ijo kaya punya A’os”

“A’os belinya di mana?”

“Di Molo, Pa”

“A’os ke sekolah membawa jajan ya? Dibagi tidak?”

“Tidak. (Makanya) aku minta dibeliin Papa aja”

“Iya, nanti belinya kalau Mama pulang ya”

Nah, jadilah saya baru datang langsung diajak ke Moro, demi jajan ijo-ijo itu ๐Ÿ™‚

Dan ya, Sophie sekarang mulai menggunakan kata AKU untuk menyebut dirinya. Sejak bisa bicara dulu Sophie kan selalu memanggil dirinya dengan USYI. Sekarang tingkat penggunaan AKU – USYI ini sudah 50-50 lah. Padahal, sekarang Sophie sudah bisa mengucapkan SOPHIE dengan baik lho, kalau sedang saya goda. Entah kenapa dia tidak mau menggunakannya.

“Oh, ini Gendhuk Aku-nya Mama ya?”

“Bukan, ini Gendhuk Sophie Hamad-nya Mama”

Kan? Hihihi…..

Terus, akhir-akhir ini logat Banyumas Sophie juga semakin menjadi-jadi. Sophie mulai mengganti akhiran -nya dengan -e pada setiap kata yang diucapkannya. Balonnya jadi balone. Tangannya jadi tangane. Kakinya jadi kakine. Dan seterusnya. Bahkan, kami pernah mendengarnya bertanya dengan, LAAAH INI BUKANE KEPRIWE? Saya dan suami ngakak-ngakak bahagia karenanya. Sophie kami sudah sahih menjadi anak Karanggintung sejati!

Sabtu kami ngider seharian, nanti deh ceritanya saya buatkan post tersendiri. Capeknya banget-banget, sampai Sophie muntah malam harinya. Iya, Sophie masih mudah muntah sampai saat ini. Muntah adalah marker pertama yang muncul setiap kali badan Sophie tidak fit.

Hari minggu saya habiskan berduaan dengan Sophie, suami bekerja di Cilacap. Nontonย  Backyardigans sampai mabok sambil ini-itu. Sophie tidak mau tidur siang dan (bilangnya) mengijinkan saya tidur, tapi tiap lima menit sekali mencium saya untuk memberitakan hal-hal maha penting seperti hidung Pablo ada kupu-kupunya, Mermaid Tasha sudah bobok ngorok, atau Sinbad Sails Alone sudah selesai.

Sorenya kami terburu-buru ke terminal. Keberangkatan bis dimajukan jadi jam 18.30 untuk mengantisipasi padatnya lalu lintas. Sophie tertidur dalam perjalanan, saya pun langsung tidur begitu bis berangkat. Sepertinya jalanan padat, tapi saya tidak tahu sepadat apa karena saya langsung tertidur ketika bis berangkat, dan baru terbangun di Caruban pas istirahat di jam 02.30. Mojokerto – Surabaya jalannya tersendat juga, begitu pun di Ahmad Yani, sehingga saya baru sampai kos jam 09.00.

Dan saya kembali ke rutinitas saya di lab. Eh, tidak rutin-rutin amat sebenarnya. Ini saja saya sedang duduk bengong di Gedung Robotika ITS, menunggu. Semoga minggu ini efisien dan produktif ya ๐Ÿ™‚

Uncategorized

Sophie dan Papa: My Fave Moments

I feel love is here, there and everywhere any time I see these pictures. Enough said ๐Ÿ™‚

image

Sejak masih bayi banget (Sophie sebulan di foto ini) mereka memang sudah mesra ya?

image

Tuh kan, sayang-sayangan melulu ๐Ÿ™‚

image

Bahkan adegan seperti inipun mereka tampak mesra.

image

Saya merasa ada sesuatu di antara mereka dan ikan lho. Mereka selalu terlihat gembira setiap kali melihat ikan. Jangan terlalu berharap ya, ijin untuk memelihara binatang di rumah belum disetujui oleh nyonya besar Mama.

image

Oh, saya selalu suka pose-pose semacam ini.

image

Kan?

image

Foto yang ini yang bisa dibilang terkini. Yang lain-lain mah hasil bongkar-bongkar file lama ๐Ÿ™‚

image

Oh, salah satu momen favorit saya banget yang ini. Langitnya cantik sekali di sini.

image

Ini foto mudik tahun lalu. Di hutan karet. Spot favorit, memang.

image

Pada awalnya, semua suka Pooh. Walaupun sekarang suami mulai mabok Backyardigans ๐Ÿ™‚

Love you both, Soph and Pa. Oh, tidak bisa kah kita skip hari Rabu dan Kamis, langsung Jumat begitu?

Uncategorized

Pengen Pacaran

Banget banget banget….

Tidak pengen yang muluk-muluk kok, cuma pengen berdua saja. Sudah lama banget tidak memperoleh kesempatan untuk itu. Kalau saya di rumah, kepemilikan atas diri saya dimonopoli Sophie. Sophie tidak mau berangkat sekolah dan ketika Sophie sudah merasa puas dengan kebersamaan kami, tidak ada orang lain yang bisa dititipi momong. Nak, umur berapa sih kamu bisa ditinggal pacaran barang 3 jam, begitu?

Kami sebenarnya sudah merencanakan untuk pacaran seru hari Senin minggu lalu. Mumpung hari itu saya belum berangkat ke Surabaya. Tapi oh tapi, rencana tinggal rencana gara-gara saya tidak tega menitipkan Sophie di sekolah. Melihatnya masih capek membuat panggilan hati saya (yang kecentilan) ini menyurut dengan sendirinya. Lagipula, sehari sebelumnya Sophie sudah pinter ketika di Jogja. Anak pinter berhak mendapatkan reward, menghabiskan lebih banyak waktu dengan saya (yang lagi judes, hahaha…)

Di rumah saja saya sudah senang kok. Ngobrol bebas berdua saja tanpa harus mengaktifkan mekanisme sensor dalam otak kami. Bisa ngomongin apa saja tanpa menunggu si Nona kecil tidur dulu, atau harus siap disela dengan pertanyaan “aaaapa siiiih” darinya yang kebangetan seringnya. Tanpa perlu merayu-rayu Sophie yang merajuk mojok di sisi jendela atau mendadak cranky bila dia merasa kami terlalu seru ngobrol sendiri. Bisa senggol-senggolan mesra tanpa ada tatapan seribu jarum dari balita yang tidak rela emaknya disentuh bapaknya. Dan bisa menonton TV ataupun film yang pantas untuk orang-orang seumuran kami instead of mabok The Backyardigans dan Dora the Explorer, hahaha….

Makan di luar OK juga. Tidak perlu sampai candle light dinner suap-suapan deh, asal kami bisa duduk tenang menikmati makanan sambil ngobrol ringan itu sudah lebih dari cukup. Kalau makan di luar bertiga kan ceritanya selalu sama, saya dan suami harus bergantian makan karena ada bocah kecil yang maunya disuapi dan lari-lari laksana kelinci kesana-kemari.

Nonton? Mau banget. Film terakhir yang kami tonton berdua adalah Sang Penari. Sudah lama!! (Heran Pa, kenapa juga kita memilih film dengan aftertaste segetir itu untuk mengisi pacaran colongan yang seharusnya romantis ya? Hahaha…). Bagi yang mengerutkan keningnya gara-gara membayangkan Rajawali yang profilnya sepertinya tidak cocok untuk berpacaran, percayalah, kalau nontonnya bersama pacar (yang mana kesempatan itu jarang-jarang datangnya) bioskop bau apek itu jatuhnya berkesan juga kok.

Bukan, saya menulis ini bukan berarti saya tidak menyukai kalau ada Sophie lho. Kalau bertiga itu selalu seru dan heboh. Bahagia banget melihat tingkah polahnya yang ajaib-ajaib itu. Tapi yang namanya hidup itu selalu butuh keseimbangan kan ya. Peran saya sebagai orang tua perlu diseimbangkan, salah satunya dengan sekali waktu menikmati disayang-sayang suami sepenuhnya. Spouse time untuk menyukseskan bonding time. Iya kan, kalau hati saya berbunga-bunga pastinya Sophie juga akan merasakannya wanginya.

Jadi, weekend nanti Sophie mau sekolah sebentar ya Nak, nanti Mama jemputnya gasik wis….