Uncategorized

Pengen Pacaran

Banget banget banget….

Tidak pengen yang muluk-muluk kok, cuma pengen berdua saja. Sudah lama banget tidak memperoleh kesempatan untuk itu. Kalau saya di rumah, kepemilikan atas diri saya dimonopoli Sophie. Sophie tidak mau berangkat sekolah dan ketika Sophie sudah merasa puas dengan kebersamaan kami, tidak ada orang lain yang bisa dititipi momong. Nak, umur berapa sih kamu bisa ditinggal pacaran barang 3 jam, begitu?

Kami sebenarnya sudah merencanakan untuk pacaran seru hari Senin minggu lalu. Mumpung hari itu saya belum berangkat ke Surabaya. Tapi oh tapi, rencana tinggal rencana gara-gara saya tidak tega menitipkan Sophie di sekolah. Melihatnya masih capek membuat panggilan hati saya (yang kecentilan) ini menyurut dengan sendirinya. Lagipula, sehari sebelumnya Sophie sudah pinter ketika di Jogja. Anak pinter berhak mendapatkan reward, menghabiskan lebih banyak waktu dengan saya (yang lagi judes, hahaha…)

Di rumah saja saya sudah senang kok. Ngobrol bebas berdua saja tanpa harus mengaktifkan mekanisme sensor dalam otak kami. Bisa ngomongin apa saja tanpa menunggu si Nona kecil tidur dulu, atau harus siap disela dengan pertanyaan “aaaapa siiiih” darinya yang kebangetan seringnya. Tanpa perlu merayu-rayu Sophie yang merajuk mojok di sisi jendela atau mendadak cranky bila dia merasa kami terlalu seru ngobrol sendiri. Bisa senggol-senggolan mesra tanpa ada tatapan seribu jarum dari balita yang tidak rela emaknya disentuh bapaknya. Dan bisa menonton TV ataupun film yang pantas untuk orang-orang seumuran kami instead of mabok The Backyardigans dan Dora the Explorer, hahaha….

Makan di luar OK juga. Tidak perlu sampai candle light dinner suap-suapan deh, asal kami bisa duduk tenang menikmati makanan sambil ngobrol ringan itu sudah lebih dari cukup. Kalau makan di luar bertiga kan ceritanya selalu sama, saya dan suami harus bergantian makan karena ada bocah kecil yang maunya disuapi dan lari-lari laksana kelinci kesana-kemari.

Nonton? Mau banget. Film terakhir yang kami tonton berdua adalah Sang Penari. Sudah lama!! (Heran Pa, kenapa juga kita memilih film dengan aftertaste segetir itu untuk mengisi pacaran colongan yang seharusnya romantis ya? Hahaha…). Bagi yang mengerutkan keningnya gara-gara membayangkan Rajawali yang profilnya sepertinya tidak cocok untuk berpacaran, percayalah, kalau nontonnya bersama pacar (yang mana kesempatan itu jarang-jarang datangnya) bioskop bau apek itu jatuhnya berkesan juga kok.

Bukan, saya menulis ini bukan berarti saya tidak menyukai kalau ada Sophie lho. Kalau bertiga itu selalu seru dan heboh. Bahagia banget melihat tingkah polahnya yang ajaib-ajaib itu. Tapi yang namanya hidup itu selalu butuh keseimbangan kan ya. Peran saya sebagai orang tua perlu diseimbangkan, salah satunya dengan sekali waktu menikmati disayang-sayang suami sepenuhnya. Spouse time untuk menyukseskan bonding time. Iya kan, kalau hati saya berbunga-bunga pastinya Sophie juga akan merasakannya wanginya.

Jadi, weekend nanti Sophie mau sekolah sebentar ya Nak, nanti Mama jemputnya gasik wis….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s