Uncategorized

Young and Slim

Permisi, saya mau pamer.

Dua malam yang lalu saya menemukan beberapa foto berharga ketika saya sedang beres-beres file di laptop yang mulai kebangetan lambatnya. Foto-foto tersebut adalah beberapa file yang gagal dipindahkan dari multiply ke blog yang saya pakai sekarang ini, tapi berhasil didownload dan disimpan di temporary file laptop saya. Hati saya hangat seketika melihat bayangan masa lalu secara instan dalam foto-foto tersebut.

Oh, credit for the title of this post goes to Ulfa. Terima kasih telah mengingatkan bahwa saya pernah muda dan langsing ya Fe πŸ™‚

Biarkan foto saja yang bicara ya.

Tiga foto pertama ini kami ambil di Kebun Raya Bogor. Waktu itu saya ada pelatihan di Bogor, sementara Ulfa, Inab dan Endah masih nyangkul di Gunung Putri.

image

image

image

Terus, foto-foto berikutnya kami ambil di Gunung Banyak, Pujon. Waktu itu kami rencananya mau paralayang di sana, tapiΒ  cuaca yang memburuk membuat kami membatalkan rencana tersebut. Saya belum kesampaian paralayang sampai sekarang. Kalau Pipiet, Anna dan Uwix sudah ya? Ayo dong teman-teman, kita sinkronkan cuti kita, pergi kemana lah, kita main bareng sambil momong Sophie begitu…

image

image

image

Yang terakhir ini adalah foto-foto dari reunian kecil di Jogja. Saya ingat betul kami ketemu di awal Maret 2010, karena sepulang dariJogja saya langsung menyuapkan kerokan pisang raja pada bayi Sophie. Her first solid food πŸ™‚

image

image

image

Aku kangen kalian, teman-teman….

Btw, masihkah kalian langsing seperti di foto itu,Β  teman? Atau sudah menggendut sepertiku?Β  Ah, saya terdengar seperti emak-emak yang insecure sama body image ya? MEMANG πŸ˜€

Uncategorized

She Loves Angelina, Too Much :D

Salah satu alasan kenapa saya memilih nama Sophie untuk anak perempuan saya adalah Sophie Muller. Saya berdoa semoga anak saya tumbuh menjadi manusia hebat seperti Sophie Muller, yang selalu total ketika mengerjakan sesuatu. Totalitas yang tercermin dalam video musik keren yang menemani saya dan anak-anak generasi 90an tumbuh, hingga saat ini.

Saya merasa doa saya terjawab minggu lalu. Sophie -Hamad, bukan Muller- memilih baju renang untuk dipakainya pagi itu. Saya awalnya tidak kepikiran apa-apa, lha wong biasanya Sophie memang memilih sendiri bajunya. Saya hanya bilang padanya, kalau mau keluar rumah ganti baju dulu. Malu keteknya kelihatan, kata saya.

image

Saya baru ngeh apa yang dipikirkan Sophie setelah saya melihatnya tersenyum-senyum centil sambil berputar-putar di depan TV. Ditambah lagi dengan rute lalu-lalangnya yang itu-itu saja. Depan TV untuk melihat Angelina, kasur untuk guling-guling-salto-lompat-lompat-entah-apa-lagi dan kaca untuk geyal-geyol senyum-senyum lihat ujung roknya yang mengembang. Oh, Sayangku, kamu meniru baju Angelina ya Nak?

image

Di luar dugaan saya, Sophie betah memakai baju renangnya hingga sore hari. Dia hanya dua kali minta ganti baju, yaitu pas makan siang saya suapi di depan rumah dan pas kangen main sama kucing. Aku mau main sama meong aku, katanya πŸ˜€ Tapi ya itu, setelah selesai main (dan makan), begitu masuk rumah ya ganti pakai baju renang lagi. Kalau suka sesuatu pantang tanggung ya Nduk πŸ™‚

image

Memang sih, dari segi bentuk dan warna baju renang ini mirip baju Angelina.

Btw, gara-gara ini saya rasan-rasan sama suami. Dengan segala totalitas dan keekspresifannya, ketika tiba masanya Sophie menyukai teman sekolahnya, sepertinya seluruh sekolah akan tahu. (Apaan sih ini kami mikirnya jauh bener, hahaha). Jelas gen ini nurun dari siapa kan ya πŸ˜€

Uncategorized

Anak. Adik. Whatever :D

Di siang hari…..

“Soph, adik bayinya Adik Kayla sudah lahir lho. Adik bayi laki-laki”

“Aku maunyaΒ  adik perempuan saja. Kayak aku”

“OK, semoga nanti diberi adik perempuan sama Allah yak”

” Adik bayinya dari perut siapa?”

“Dari perut Bundanya Adik Kayla”

Lalu kami bermain lagi. Percakapan itu terlupakan begitu saja. Ketika suami pulang sore harinya, suami yang sudah saya kabari via telpon menyapa Sophie dan menanyakan hal tersebut.

“Adiknya Adik Kayla laki-laki ya Soph?”

“Bukan”

“Lho, kata Mama laki-laki kok”

“Bukan adiknya Adik Kayla, Papa, tapi adiknya Ibunya Adik Kayla”

Huahaha….

Kami puas bener ngakaknya. Ternyata pemahaman Sophie masih belum berubah. Belum tahu konsep hubungan kekeluargaan yang benar. Adik itu, di mata Sophie,Β  adalah bayi mungil yang dilahirkan oleh seseorang πŸ˜€

Fyi, Adik Kayla adalah tetangga samping rumah kami.

Uncategorized

Mama Paling Gendut

Kemarin siang, saat menunggu suami pulang dari Cilacap, saya dan Sophie beraktivitas di kasur. Sophie melakukan gymnastic dance ala Alice (kapan demam Angelina Ballerina ini akan berakhir ya? KAPAN?), sementara saya berusaha menghindari timpaan tubuh Sophie sambil menahan kantuk yang lagi hebat-hebatnya. Tiba-tiba Sophie berhenti jempalitan dan mengelus perut saya.

Sophie lalu menyenandungkan Topi Saya Bundar dengan mengganti liriknya. Nah, lirik baru gubahan Sophie ini yang membuat saya langsung duduk dan memandang perut saya dengan merana. Merana campur geli, sih.

“Mama paling gendut, perut Mama gendut. Papa juga gendut, semuanya gendut”

Ish, Soph, lain kali mbok yao mengangkat hal lain untuk dinyanyikan to. Meskipun buatmu perut gendut itu adalah sesuatu yang keren, buat Mama itu isu sensitif 😦

Uncategorized

Sophie, Random

Menggunakan AKU atau SOPHIE untuk memanggil dirinya. Bye bye USYI. Anak saya semakin besar πŸ™‚

Sedang jatuh cinta sama Angelina Ballerina. Ketika pertama kali melihat cover DVD yang saya bawakan untuknya, Sophie berkomentar, “Wow, tikusnya cantik banget ya Ma. Bajunya pink, bagus. Pakai pita juga. Cantik banget”. Hahaha…. Jelas, Sophie paling suka sama Angelina. Dia sering mengidentikkan diri dengan tikus pink itu. Bahkan, Sophie menyebut Polly dengan …. ADIK POLLY!

Tiba-tiba bilang kalau dia ingin punya adik perempuan. Bagaimana ini dong, Pa?

Tiba-tiba (lagi) bilang kalau nanti pas hari libur, teman-temannya akan datang ke rumah. Pengen mengundang teman-teman kelas Bulan ke rumah ya Nak?

Suka mengatur. Mama rambutnya diikat begini jangan begitu. Mama pakai gelang ini, bagus buat ibu-ibu (IBU-IBU, cobaaaa!). Mama duduk, tidak tiduran. Mama tidak bobok, masak saja ya. Yada yada yada. Dan seterusnya. Oh, tentunya suami juga diatur habis-habisan sama balita yang tingkahnya ngangenin ini πŸ˜€

Makin heboh penampilannya. Oh, biarkan foto saja yang bicara ya πŸ˜€