Uncategorized

She Loves Angelina, Too Much :D

Salah satu alasan kenapa saya memilih nama Sophie untuk anak perempuan saya adalah Sophie Muller. Saya berdoa semoga anak saya tumbuh menjadi manusia hebat seperti Sophie Muller, yang selalu total ketika mengerjakan sesuatu. Totalitas yang tercermin dalam video musik keren yang menemani saya dan anak-anak generasi 90an tumbuh, hingga saat ini.

Saya merasa doa saya terjawab minggu lalu. Sophie -Hamad, bukan Muller- memilih baju renang untuk dipakainya pagi itu. Saya awalnya tidak kepikiran apa-apa, lha wong biasanya Sophie memang memilih sendiri bajunya. Saya hanya bilang padanya, kalau mau keluar rumah ganti baju dulu. Malu keteknya kelihatan, kata saya.

image

Saya baru ngeh apa yang dipikirkan Sophie setelah saya melihatnya tersenyum-senyum centil sambil berputar-putar di depan TV. Ditambah lagi dengan rute lalu-lalangnya yang itu-itu saja. Depan TV untuk melihat Angelina, kasur untuk guling-guling-salto-lompat-lompat-entah-apa-lagi dan kaca untuk geyal-geyol senyum-senyum lihat ujung roknya yang mengembang. Oh, Sayangku, kamu meniru baju Angelina ya Nak?

image

Di luar dugaan saya, Sophie betah memakai baju renangnya hingga sore hari. Dia hanya dua kali minta ganti baju, yaitu pas makan siang saya suapi di depan rumah dan pas kangen main sama kucing. Aku mau main sama meong aku, katanya 😀 Tapi ya itu, setelah selesai main (dan makan), begitu masuk rumah ya ganti pakai baju renang lagi. Kalau suka sesuatu pantang tanggung ya Nduk 🙂

image

Memang sih, dari segi bentuk dan warna baju renang ini mirip baju Angelina.

Btw, gara-gara ini saya rasan-rasan sama suami. Dengan segala totalitas dan keekspresifannya, ketika tiba masanya Sophie menyukai teman sekolahnya, sepertinya seluruh sekolah akan tahu. (Apaan sih ini kami mikirnya jauh bener, hahaha). Jelas gen ini nurun dari siapa kan ya 😀

Advertisements