Uncategorized

Baan Thai

Untuk seseorang yang punya standar rasa yang seadanya seperti saya ini, sebenarnya menuliskan review tentang makanan itu adalah sesuatu sulit adanya. Kecenderungan untuk too generous amat besar, mengingat perbendaharaan rasa di otak saya itu ya cuma lumayan, enak dan enak banget. Makanan yang hancur banget rasa maupun penampakannya pun bisa saya beri rating lumayan, asal bisa lewat kerongkongan saya. Dan belum pernah ada sejarahnya saya tidak bisa makan sesuatu karena alasan rasa atau bentuknya. Jadi jatuhnya ya enak dan enak banget saja ya verdict-nya πŸ™‚

Saya punya kecenderungan (lagi) untuk mencoba tempat makan baru setidaknya dua kali sebelum memutuskan apakah saya menyukainya atau tidak, akan kembali lagi kesana atau cukup sekali itu saja, dan seterusnya. Nah, saya spesial menuliskan reiew ini karena Baan Thai, tempat yang akan saya nyinyiri ini, baru pertama saya kunjungi dan saya langsung memutuskan untuk tidak kembali ke sana.

Bukan, bukan karena rasanya tidak enaknya banget banget banget ataupun tempatnya tidak nyaman. Sama sekali bukan. Tapi lebih karena adanya resto kompetitor* yang kebetulan lebih pas di hati saya.

Baiklah, mari kita bahas tentang tempatnya dulu. Nyaman, interiornya didominasi kayu. Meja kursinya terbuat dari kayu gelondongan yang dibelah terus dihaluskan. Kokoh, jadi aman dinaiki balita kelebihan energi macam anak saya. Ada pilihan meja dan lesehan. Lumayan lega untuk berlarian. Dan bonusnya (in case ada yang punya anak dengan interest sama seperti Sophie), Baan Thai ini terletak di depan garasi mobil pemadam kebakaran Kabupaten Banyumas. Lumayan buat mengalihkan perhatian anak (atau malah rempong mengejar anak berlarian menyeberang jalan agar bisa melihat Rojo** dari dekat). Minusnya, toilet seadanya dan tidak ada tempat sholat.

Baan
Gelap-gelapan karena sedang hujan angin PLUS mati lampu. Romantis ya? NOT

Kami memesan pad thai, tom yam soup dan vegetable salad. Pad thainya lumayan lah. Mienya masih keras. Sophie tidak mau memakannya sedikitpun, padahal dia itu pecinta mie banget kan ya. Tom yamnya enak, penggunaan sea foodnya terlihat niat, tapi ya gitu deh, tom yam yang rasanya sudah disesuaikan dengan lidah Indonesia. Nah, salad sayurannya saya suka banget. Ada taburan black pepper-nya. Do you see the irony? The most delicious menu of a thai resto is vegetable salad, a kind that we can find eslewhere. Mending kalau som tam ya, ini salad sayuran biasa.

Oh, mohon dibaca lagi paragraf 1 dari blogpost ini sebelum mempercayai tulisan saya ini, ya πŸ™‚

Picasa
our menu

Menurut saya, kalau pengen makan makanan Thailand di Purwokerto, mending ke resto kompetitor Baan Thai deh, soalnya dari segi rasa enakan di sana banget, terus harganya juga sebelas dua belas lah.

* Resto kompetitor Baan Thai tentu saja adalah Phuk*t di HR Bunyamin.

** Tidak tahu Rojo? Kenalan gih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s