Uncategorized

Karanganyar, Again

Akhir pekan lalu kami mudik ke Karanganyar. Naik Logawa. Sophie pinter, dia tidak rewel sama sekali. Dia menikmati perjalanannya, melihat dan mengomentari ini itu, sambil sesekali menirukan pedagang asongan menjajakan dagangannya. Cute!

Btw, PT. KAI benar-benar berbenah ya. Logawa sekarang sudah jauh berbeda dibandingkan 3 tahun yang lalu. Jadwal kedatangannya tepat, juga lebih bersih (bahkan saya tidak mencium bau pesing dari toilet ketika melintasinya, padahal dulu duduk lima kursi dari toilet pasti pusing menghirup terlalu banyak amonia). Ditiadakannya tiket berdiri dan pencantuman nomor kursi pada tiket ternyata berpengaruh besar. Yang masih perlu dibenahi adalah konsistensi KAI tentang aturan pedagang asongan. Dari Purwokerto sampai Jogja tidak ada pedagang asongan, tapi setelahnya rame bener. Sepertinya semakin ke timur semakin meriah ya suasana berjualan di keretanya.

image

Highlight selama di rumah mbah adalah Halwa, keponakan saya yang berumur 2 tahun. Secara kognitif Halwa adalah anak yang amat cerdas. Dia pinter banget menyanyi, menirukan sesuatu, juga berkomunikasi dua arah. Dia sedang dalam fase terrible two, jadi kalau keinginannya ditolak, responnya heboh bener. Kalau Sophie adalah miniatur saya dalam hal centil, ngeyel, dan seterusnya, maka Halwa ini usil, ngotot, lincah, berkeinginan kuat dan berbadan mungil macam saya. Oh, entah bagaimana ceritanya gen saya meloncat ke Halwa ya, padahal ibunya itu kalem bener, kebalikan dari saya. Kata suami kalau dalam urusan tingkah laku, Halwa itu lebih pas jadi anak saya, bukan Ari.

Nah, Halwa ini belum paham konsep hak milik, sedangkan Sophie amat menghargai kepemilikan seseorang atas suatu barang. Seringkali Halwa menginginkan barang Sophie, dan mengambilnya begitu saja. Dengan kegesitan fisik Halwa, setiap kali berebut barang ya biasanya dia keluar sebagai pemenang. Seru deh melihat dan berusaha mendamaikan mereka berdua. Menurut pengamatan saya dan suami, baik Sophie  maupun Halwa sama-sama mengalami  kemajuan yang signifikan dibanding lebaran lalu. Sekarang Halwa sudah bisa meminta ijin untuk meminjam barang, meskipun dia belum bisa mengerti dengan konsep penolakan. Sophie juga sudah tidak menggunakan kekerasan fisik ketika Halwa merebut barangnya. Hari paling damai adalah ketika terjadi percakapan semacam ini,

“Hawa pinjem sisil, Mbak Sopi”

Yang diucapkan Halwa sambil membawa lari sisir Sophie, yang dijawab dengan,

“Boleh, tapi nanti dibalikin ya”

image

Untuk jalan-jalan, kami kemarin mengajak Sophie ke Waduk Delok. Ternyata viewnya cantik sekali di pagi hari.

image

image

Sekarang Sophie kalau ditanya apakah dia suka liburan di rumah mbah, maka dia akan menjawab suka, tapi lebih suka di rumah Karanggintung 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s