Uncategorized

Menua dengan Bahagia

Bagaimana saya tidak bahagia, coba:)

“Mama mau dibelikan kue?”

“Mau, Soph”

“Nanti, ya, kalau Mama pulang. Mau kue apa, Ma?”

“Mama mau kue coklat”

“Yang besar atau yang gedhe”

Asli, senyum saya yang sedari awal sudah merekah pecah jadi tawa ngakak di sini. Gedhe dan besar itu SINONIM, Sophie, hahaha….

“Yang kecil saja, yang bentuknya hati, ya, Soph” Dan Sophie dengan suara cemprengnya berteriak pada suami, yang saya yakin duduk di dekatnya, sih,

“MAMA MAU KUE COKLAT KECIL YANG BENTUKNYA HATI, PA”

Oh, cuteness.

I love you, cute litle daughter and sweet husband, to the moon and back!

Walaupun saya sendirian di Surabaya hari ini, baru saja melewati tiga hari yang berat dan akan lebih banyak hari dimana saya dalam kondisi ingin-nangis-nylungsep-di-ketek-suami, tapi saya memilih untuk bahagia. Saya percaya, bahagia itu ada di dalam diri saya, kalau saya mau bahagia ya saya akan bahagia. Bahagia itu lebih besar dari sekedar keluh kesah saya ataupun segala macam printilan hal di luar kuasa saya (bahkan yang seharusnya dengan usaha lebih keras pun bisa saya kendalikan).

Sungguh saya bersyukur atas kehidupan yang saya miliki, dan mengamini semua doa yang berlimpah hari ini. Semoga doa kalian (yang mendoakan saya) kembali pada kalian juga. Allah yang mengabulkannya.

Selamat ulang tahun ya, Tanti. Sudah tua, ih, 32 tahun. Mari menua dengan bahagia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s