Uncategorized

Hari Minggu Kami

Hari minggu kemarin kami untuk bermain di Baturaden. Mau melihat monyet a a u u a a  u u (iya, seperti suara monyet di Angry Birds), kata Sophie. Sepertinya kami sudah lama tidak setor muka ke Baturaden, mengingat dulu bisa lho sebulan dua kali kami mendinginkan diri di sana. Kemarin kami berangkat dari rumah jam 10 lewat, makanya cuma bisa sebentar di Wana Wisata. Mendung gelap, jadinya kami tidak berani masuk ke Loka Wisata atau hiking ke Pancuran Pitu. Takut basah, haha.

Salah satu hal yang tidak saya sukai tentang Wana Wisata adalah keberadaan monyet dan burung kasuari di sana. Hewan seharusnya tidak dikurung dalam kondisi yang mengenaskan dan sendirian macam itu. Kalau memang mau dibuat konsep mini zoo ya silakan saja, tapi mbok yao dibuat yang layak sekalian. Saya sepertinya sudah terlalu nyinyir tentang hal ini, tahu-tahu Sophie kemarin ikutan ngomel di dekat kandang monyet.

“Kasihan ya, monyetnya sendilian”

Dan pernyataan Sophie ini diikuti dengan serangkaian pertanyaan yang diawali dengan KOK dan TAPI KOK membuat saya dan suami cengar-cengir mencari jawaban yang appropriate.

“Kok monyetnya sendilian?” Karena di sini tidak ada temannya, jawab saya.

“Karena apa tidak ada temannya?” karena di sini bukan Kebun Binatang, kata saya.

“Tapi kok monyetnya di sini?” Errrr…

Dst dst, hihi…

Foto-foto5

Seperti biasa Sophie minta bermain di playground butut satu-satunya yang ada di sana. Musim hujan begini lebih parah kondisinya. Tanah di bawah mainan-mainan tersebut berlumpur. Tapi namanya juga bocah ya, ada tanah yang lapang dan beberapa mainan saja Sophie sudah senang.

IMG_0111

Foto-foto3

IMG_0134

Menjelang dhuhur kami turun ke kota, mencari makan siang. Sophie mulai cranky karena lapar dan ngantuk. Mulai deh drama-drama tidak penting yang disponsori oleh lapar dimainkan. Demi kenyamanan bersama, kami berhenti di Langen Tirto untuk makan. And just like a magic, rewelnya Sophie hilang bersama masuknya suapan ketiga kemulutnya. Dan melihat anak mau makan dengan lahap itu sungguh pemandangan yang menyenangkan, ya.

Ada satu kebiasaan Sophie (dan saya) yang membuat suami sebel, yaitu susah banget untuk diajak keluar rumah (ya malas mandi lah, mau nonton Angelina dulu lah, main sama meong dulu lah, mau dirumah saja lah), tapi giliran sudah keluar rumah, susah untuk diajak pulang. Kemarin pun juga begitu. Selesai makan Sophie tidak mau diajak pulang.

“Aku mau ke Lita”

“Ke Rita mau apa sih, Soph?”

“Gak tahu”

Errrr….

Sebelum ke Rita, kami sholat dhuhur dulu di masjid PJKA. Saya suka sekali masjid ini, selalu bersih dengan mukena yang wangi. Sophie juga suka, karena banyak pilar dan jendela yang bisa dipanjat-panjat.

Foto-foto

Kami pun ke Rita dan hujan turun sesiangan hingga sore. Tidak bisa kemana-mana. Kami menunggu hujan reda sambil ini itu dalam rangka menghindarkan Sophie dari kebosanan. Suami, sih, yang bikin kapal-kapalan dan pesawat terbang dari kertas-kertas yang kami temukan di tas. Sayanya cuk-cukkan HP (dan diomeli Sophie, haha).

Soph

Pulang-pulang sudah sore, dan saya sudah harus mengejar bis untuk kembali ke Surabaya. Sophie bersikap manis sperti biasanya.

Sekarang, saya menunggu datangnya hari minggu, sambil ngulik spektra yang masih juga belum jelas identitasnya ini.

Have a nice day.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s