Uncategorized

It is Easier When You are Younger

Judul post ini adalah pendapat saya tentang putus. Tahu, lah, ya, bagaimana rasanya putus itu. Nah, segala rasa yang tidak enak itu sebanding dengan umur pelakunya. Semakin tua semakin berantakan, karena daftar what if nya tidak habis-habis, bererotan macam gerbong kereta api di musim liburan.

image

image

Buat teman ABG kami yang sedang patah hati, beneran kok. You’ll be alright. As i said couple years ago, sudah deh, dinikmati saja perihnya. Boleh nangis, kok. But for sure, you’ll find yourself laughing when you remember this part someday.

Sudah, deh, percaya saja. Soalnya, yang bicara ini orangnya cengeng, suka berpikir yang tidak-tidak, (mulai dari what if A, what if B,  to what if Z, ada semua, hahaha!), plus mengalami patah hati di usia yang tidak muda lagi dulu. Look at me now, i am survive, and happily married to THAT Patrick.

One way or another, i know you will read this post. Sudah, ah, ayo mudik weekend ini. Nanti aku (dan Sophie juga) peluk, deh. Btw, kalau butuh soundtrack biar babak belurnya makin terasa, coba deh dengerin Mad Season-nya Matchbox 20, X & Y-nya Coldplay atau Halcyon-nya Ellie Goulding. Tapi jangan mendengarkannya sendiri, ya. Ngenes-nya maksimal, soalnya.

Advertisements