Uncategorized

Met Baby Aina (and Good Bye to SAF, We are Proud of You!)

Setelah beberapa kali tertunda, akhirnya libur panjang kemarin kami akhirnya bisa ke Karanganyar, untuk menengok Adik Aina yang sekarang sudah berumur 2 bulan lebih. Aina badannya montok, persis mbak-mbaknya (Mbak Halwa dan Mbak Sophie) pas seumur dia dulu. Adik bayi ini doyan banget tidur dan kalaupun melek anaknya anteng, beda banget dari kedua mbaknya yang hobby berisik itu (Apa? Mau bertanya kapan saya mau hamil anak kedua? Maaf, ya, saya tidak berkompetisi dengan adik sendiri, hahaha!).

image

Di foto itu, Aina tidur nyenyak di pangkuan suami. Dua kali digendong suami, dua kali pula Aina tertidur, coba. Analisis bodoh-bodohan kami, penyebabnya adalah Aina sangat nyaman berada di gendongan suami yang empuk. Yaa, kan orang dewasa yang biasa berinteraksi dengannya tidak ada yang seberbobot suami.

Sophie, di foto itu, memakai baju hadiah dari Buliknya, kembaran sama Halwa. Dia suka sekali dengan baju itu, sampai-sampai dia ngotot mau memakainya pas pulang balik ke Purwokerto, tanpa dicuci tentunya. Sampai sekarang, baju favorit Sophie itu ya yang model-model seperti itu, panjang, mekar, yaa, yang princessy, begitu, deh. Pas saya bertanya kenapa dia mau naik kereta dengan baju itu, jawabannya sukses membuat saya njengkang.

“Biar dilihat sama Mas”

Ya ampun, Nduk….

Oh, Mas di sini maksudnya adalah Mas Romi, teman seperjalanan di kereta Sophie pas berangkat ke rumah Mbah. Karena Sophie mulai bosan dan cranky, suami menghiburnya dengan mempertontonkan Jake and the Neverland Pirates. Nah, Mas Romi tertarik dan ikut menonton bersama Sophie. Mas Romi yang sudah TK ini ternyata juga ngefans berat sama Jake, dan mereka seru nonton berdua sambil membicarakan ceritanya. Gara-gara percakapan itu, Sophie jadi tahu kata JAHAT, yang mengacu pada Captain Hook. Sebelumnya, Sophie cuma tahu kalau Captain Hook itu tidak baik, tidak seperti Jake. Pasca pertemuan dengan Mas Romi, Sophie sering berkomentar,

“Kapten Huk itu jahat sekali, ya, Ma”

Ih, gaya, kamu, Nak!

Tentang perpisahan, sulit dipercaya bahwa apa yang terjadi di Old Trafford masih bisa menggerakkan emosi saya. Saya selalu berpikir bahwa Solskjaer adalah cinta terakhir saya di sana, tapi ternyata saya salah. Ketika isu SAF akan pensiun mulai berhembus, time line saya mulai ramai membicarakannya, tentang apa yang sudah diraihnya dalam 26 tahun ini. Entah bagaimana ceritanya kok sebagian besar akun yang saya follow ternyata fans MU. Tapi, begitulah adanya. Ramainya pembicaraan itu membawa masa lalu, terjebak memori dan akhirnya saya ikutan sendu, dong.

Puncak hiruk-pikuk ini, tentu saja, adalah minggu malam lalu, saat perayaan kemenangan premiere leage dan pidato perpisahan SAF. Saya senyum-senyum ketika melihat foto-foto yang penuh kebahagiaan itu, lalu meneteskan air mata saat mencerna isi pidato pamitan SAF… It’s true, he was a great manager, but he is even a better person. Terima kasih untuk 26 tahun yang hebat, Sir Alex, selamat menikmati masa pensiun yang semoga penuh kedamaian dan kebahagiaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s